Almarhum Idrus ketika mendapat perawatan dari tim medis. (Istimewa)
NGABANG – Selang 2 jam meninggalnya Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) KPPS 11 Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang Ay Amsyah (66). Dihari bersamaan, beda tempat, Sabtu (04/05/19), pukul 10.00 wib, Keluarga Besar KPPS se Indonesia kembali lagi berduka. Pasalnya anggota KPPS 7 Desa Munggu Idrus meninggal dunia di RSUD Sudarso Pontianak.
Indrus meninggal pada usia 54 tahun. Almarhum juga meninggalkan 1 orang istri, 3 orang anak dan 6 cucuk. Kini jenazah almarhum dibawa ke rumah duka Desa Munggu Kecamatan Ngabang.
Kepala Desa Mungguk Mulyadi kepada landaknews mengatakan almarhum Idrus meninggal akibat kelelahan pasca Pemilu 2019.
Mulyadi menjelaskan sebelum meninggal dunia, dua hari yang lalu almarhum sempat dibawa ke RSUD Landak guna mendapatkan perawatan intensif dari tim medis. Namun oleh tim medis. Almarhum dirujuk ke RSUD Sudarso Pontianak. “Kayaknya almahrum itu kelelahan pasca Pemilu kemarin. Sekarang sudah meninggal. Dan jenazah akan dibawa ke rumah duka Desa Munggu, “ jelas Mulyadi.
Mulyadi menambahkan, jenazah akan dimakamkan di pemakaman muslim Desa Mungguk Kecamatan Ngabang.
Meninggalnya Idrus anggota KPPS Pasca Pemilu 2019, menambah daftar jumlah anggota KPPS meninggal di seluruh Indonesia. Dari data akhir yang meninggal seluruh Indonesia Kamis pagi ada 382 anggota KPPS yang meninggal. Jika ditambah 2 orang meninggal di Kabupaten Landak menjadi 384 anggota KPPS yang meninggal dunia.
Penulis: hi74











