Home / Pemda Landak

Selasa, 13 Agustus 2019 - 18:36 WIB

Bahaya Kebakaran Level Ekstrem, Pemkab Landak Imbau Masyarakat Waspada Karhutla

NGABANG, KALBAR  – Hingga saat ini bahaya kebakaran di musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Landak sudah memasuki tingkat ekstrem, untuk mengantisipasi kebakaran tersebut Pemerintah Kabupaten Landak menghimbau supaya masyarakat waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa menyampaikan jika tingkat waspada karhutla disikapi maka kebakaran akan dapat diminimalisir dan dampaknya juga tidak akan meluas.

“Saat ini masyarakat memang sudah musimnya membakar ladang, nah untuk menghindari kebakaran meluas maka saya menghimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap api tersebut supaya tidak membakar lahan sekelilingnya. Adapun cara sehingga tidak terjadinya kebakaran tersebut bagi warga yang akan membakar ladang wajib melaporkan kepada kepala dusun, desa hingga camat dan petugas terkait,” kata Bupati Landak saat ditemui pada Rabu, (13/8/2019).

Selain itu Karolin juga menghimbau warga supaya membersihkan sekeliling ladang yang akan dibakar supaya tidak membakar lahan lainnya dan juga membakar ladangnya pada sore hari.

Baca juga  Ringankan Beban Warga, Pemkab Landak Hadirkan Pasar Murah Hingga Akhir Tahun

“Berladang dengan cara membakar ini sudah turun temurun yang diwarisi dari nenek moyang kita, namun pada saat itu jarang terjadi kebakaran karena mereka memakai cara tradisional yakni membersihkan sekeliling ladang bahkan membuat parit kemudian membakar ladang pada sore hari,” jelas Karolin.

Sementara itu Syarif Hardiansyah, Komandan Manggala Agni Daerah Operasi (DAOPS) Pontianak Pondok Kerja Landak saat ditemui menyampaikan bahwa saat ini Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) di Kabupaten Landak diakuinya memang sudah memasuki level ekstrem.

“Perlu diketahui bahwa untuk peringkat bahaya kebakaran pada minggu ini sudah memasuki tingkat ekstrem dan ini berlaku bukan hanya di Landak tapi di Kalimantan Barat. Tapi untuk Kabupaten Landak dikarenakan letaknya lebih tinggi dan struktur tanahnya lebih banyak kandungan mineral dibanding Pontianak dan sekitar maka api akan cepat padam sehingga asap yang terjadi akibat kebakaran juga cepat hilang,” ujar Syarif.

Baca juga  Bupati Landak Serah Terima Program Sekolah Hijau Dan Peresmian Perpustakaan SD

Selain itu Syarif juga menyampaikan bahwa dari hasil pantauan lapangan yang didapat untuk masyarakat Kabupaten Landak diakuinya sudah banyak yang memahami cara berladang terutama dalam membakar ladang.

“Meski masih ada terjadi kebakaran dilapangan tetapi dari hasil yang kami dapat bahwa masyarakat Kabupaten Landak sudah cukup banyak yang memahami berladang dengan cara membakar ladang tersebut meski begitu untuk menghindari kebakaran maka alangkah baiknya warga melaporkan kegiatan tersebut dan ternyata ini sudah berlaku bahkan kita sudah sering mendapat laporan dari kepala desa terkait kegiatan tersebut,” pungkasnya.

Penulis: MC-002

 

 

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Pimpin Apel Gabungan Siaga Karhutla

Pemda Landak

Heriadi : Kita adalah Pelayan Masyarakat

Pemda Landak

Pemkab Landak Raih Penghargaan Pengentasan Desa Sangat Tertinggal dan Tertinggal Tingkat Provinsi Kalbar

Pemda Landak

Pemkab Landak Gelar Bimtek Penyusunan APBDes 2021

Pemda Landak

Bupati Landak Dukung ASN Tingkatkan Kualitas SDM

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Cek Kesiapan Gereja Jelang Natal

Pemda Landak

Hari Pertama Masuk Sekolah, Ini Pesan Kasat Lantas

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Buka Kegiatan Pelatihan Midwifery Update (MU) IBI Cabang Kabupaten Landak
error: Content is protected !!