NGABANG, KALBAR – Akibat kemarau yang berkepanjangan dan irigasi yang tidak berfungsi, persawahan di Desa Dara Itam Kecamatan Jelimpo terancam gagal panen. Minggu (11/08/19).
Sumber (Bhabinkamtibmas) menjelaskan adanya keluhan dari warga binaannya yang mengatakan adanya ancaman gagal panen disawah yang mereka kelola akibat sumber air yang mengaliri sawah mereka terputus karena sistim bendungan irigasi dan drainase yang tidak berfungasi.
“Setelah saya lakukan pengecekan langsung terhadap pengairan di persawahan mereka, memang benar pengairan yang mengaliri sawah mereka terputus” sebut Bripka Hossana.IK Bhabinkamtibmas Desa setempat yang akrab dipanggil Pak Manu.
Menurut Manu, bila saja dalam waktu dekat tidak ada air yang mengalir kesawah mereka ataupun tidak turun hujan, dipastikan hasil panen padi mereka akan jauh menurun.
“Kalau sampai gagal panen tentulah akan berpengaruh terhadap situasi ekonomi mereka, dan itu juga akan berpengaruh pada situasi kamtibmas, ” jelas Manu.
Ardinus, salah seorang petani yang mendampingi saat pengecekan mengatakan bahwa dirinya sangat berharap adanya bantuan pihak pemeritah terhadap perbaikan sistim irigasi dan bendungan yang sudah ada disekitar sawah mereka namun sudah lama rusak dan tidak berfungsi.
“Bendungan irigasi ada, tapi sudah lama jebol dan rusak berat, sehingga tidak ada sedikitpun air yang mengalir kesawah kami” keluh Ardinus.
“Sawah kami selama ini hanya mengharpkan tadah hujan, jadi kalau udah kemarau begini ya susah,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan warganya, Bripka Hossana berencana akan melakukan koordinasi dengan Kades guna mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi warga binaannya.
Penulis : Irwanto









