Home / Pemda Landak

Selasa, 31 Desember 2019 - 05:55 WIB

Sejarah Singkat Dan Ritual Adat “ Tumpang Negeri” Kerajaan Ismahayana Landak Yang Diakui Oleh Kementrian Pendidikan & Kebudayaan RI Menjadi Warisan Budaya Tak Benda

Pangeran Cakra Adijaya Negeri Ismahayana Gusti Agus Kurniawan, SE

Sejarah Kerajaan Landak mempunyai Sejarah yang panjang berawal dari seorang Raja dari Kerajaan Majapahlt yartu RADEN KUSUMANTRI INDRA NINGRAT yang bergelar RATU SANG NATA PULANG PAU VII yang mendlnkan Kerajaan Landak di Anggerat Batur sekitar Sungai Temila batang air sungai Landak.

RATU SANG NATA PULANG PALI VII adalah merupakan Putra Mahkota tertua dari RATU BRAWIJAYA ANGKAWIJAYA RATU PASEBAN CONDONG. yaitu yang memerintah Kerajaan Majapahit pada tahun 1294-1478.

Kemudian RATU SANG NATA PULANG PALI Vll menikah dengan Putri Tanjung Selimpat di Daerah Perhuluan yang sekarang Kecamatan Kuala Bebe, yang bergelar PERMAISURI RATU DARA HITAM. dengan mempetoleh seorang anak laki-Iaki Putra Mahkota bemama RADEN ISMAHAYANA, setelah dewasa RADEN ISMAHAYANA meneruskan Tahta Pemerintahan dan ayahnya.

Kemudian selelah memeluk Islam lalu mendirikan Kerajaan Landak pada daerah Mungguk kurang lebih 9 km dari lbu Kota Kabupaten Landak sekarang yaitu NGABANG.

Setelah memeluk Islam dan menjadi Raja Agama Islam berkembang pesat di Kota Raia, kemudian namanya bembah menjadi RADEN ABDUL KAHAR bergelar RAJA DIPATI KARANG TANJUNG TUA, dari perkawinannya dengan NYI LIMBAI SARI yang bergelar RADEN AYU memperoleh 2 orang putra yaitu RADEN TJILI TEDUNG dan RADEN TJILI PAHANG yang kemudian keduanya menjadi Raja Kerajaan Landak.

Baca juga  Kecamatan Ngabang Juara Umum, Karolin Tutup Kegiatan Naik Dango di Landak

Pada masa Pemerintahan Kemjaan Landak yaitu PANGERAN KESUMA AGUNG MUDA pusat Pemerintahan Kerajaan Landak kemudian dipindahkan ke Bandong kurang lebih 4 km dan‘ lbu Kota Kabupaten Landak sekarang yanu NGABANG.

Kurang lebih 60 Tahun bar lbu Kata di BANDONG, kemudian pada lahun 1768 pada mesa Pemenmahan Kerajaan Landak PANGERAN SANCA NATAKUSUMA MUDA Ialu Kerajaan dnpindahkan Iagi di Ngabang yang sekarang menjadi Ibu Kata Kabupaten Landak dengan mendirikan lstana l Keraton yang masih ada
sekarang yang temtak di Desa Raja Kecamatan Ngabang.

Raja terakhir yang memerintah Keraiaan Landak adalah Pangemn Ratu GUSTI ABDUL HAMID yang bergelar PANEMBAHAN GUSTI ABDUL HAMID, pada tahun 1943 beliau wafat karena korban keganasan lentara Pendudukan Jepang dalam penstlwa tragedl Mandor.

Selanjutnya Kerajaan Landak diperintah oIeh PANGERAN MANGKU BUMI GUSTI AFANDI RANI (Wakil Panembahan Kerajaan Landak ). Hingga dihapuskannya sistim Ketajaan oleh Pemerintah Indoneaia menjelang dibentuknya Pemerintahan Swapraja Landak.

Selama Pemerintahan ORDE LAMA dan ORDE BARU TUMPANG NEGERI tidak pemah Iagi diselenggarakan dikarenakan di Kabupaten Landak belum ada mempunyai seorang Raja untuk menetuskan  tradisi adat istiadat yang bemah dilakukan oleh nenek moyang ketumnan ISMAHAYANA

Pada tanggal 21 Januari 2000 GUSTI SURYANSYAH dinobatkan sebagai PANGERAN RATU KERAJAAN LANDAK. Kemudian pada tahun  2001 barulah  tradisi ini yaitu  ADAT TUMPANG NEGERI diselenggarakan kemba1i. kemudian selama 17 tahun menjadi Putta Mahkota dan bergelar  Pangeran  Ratu, pada tahun 2015 bam DR. Drs. H. GUSTI SURYANSYAH, M.Si ditabalkan menjadi seorang Raja. yang bergelar RAJA ISWARAHAMAYANA DIPATI KARANG TANJUNG. selama kurang lebih 1 tahun menjadi Raja beliau kemudian wafat.

Baca juga  Penduduk Miskin Kabupaten Landak Tahun 2020 Mengalami Penurunan

Proses  diawali dengan ritual Buang-buang, dalam prosersi Raja bersama tetua adat dan dibantu Pawang menghaturkan sesajian pulut atau Nasi kuning dengan menggunakan Rancak yang dibuat dari daun-daun kelapa kemudian diberi bermacam-macam sesajian seperti ayam panggang, Nasi Kuning. beras ketan, beras tepmg dibuat berbagai warna, seperti Merah, Kuning, Hijau, Biru. Punh. Coklat dan Oren.

Kemudian Rancak sebanyak 29 ini dimpan disetiap tempat-tempat Keramat, dan Pawang meletakan Rancak tersebut sambil membaca Do’a dan memohon kepada Allah supaya Kabupaten Landak  Kerajaan Landak dijauhkan dan Musibah gempa, dan musibah dll. Kemudian setelah selesai memasang
Rancak.

Kemudian si Pawang kembali menghanyutkan Rakit dengan satu ekor anak ayam, dengan harapan semoga semuas penyakit semua dibawa kehilir dan dijauhkan dari penyakit dan sebagainya. (r)

 

 

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

DPPKP Landak Siap Periksa Hewan Qurban

Pemda Landak

Bupati Landak Karolin Margret Natasa Gelar Silaturahmi Idul Fitri ke Gubernur, Kapolda, dan Pangdam XII/Tanjungpura

Pemda Landak

Pemkab Landak Ajak Generasi Milenial Pahami Pusaran Hoax

Pemda Landak

Pj. Sekda Landak Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Tinjau Pelayanan Perekaman KTP di Dua Kecamatan

Pemda Landak

Heriadi Panen Raya di Manyuke, Landak Targetkan Tiga Kali Panen Setahun

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Buka Konsultasi Publik II Revisi RTRW dan KLHS

Pemda Landak

Sekda Landak Melepas Peserta Jambore Nasional Ke-XI Kabupaten Landak
error: Content is protected !!