Home / Pemda Landak

Minggu, 6 September 2020 - 15:43 WIB

Bencana Banjir Dan Longsor Di Landak, Bupati Karolin Perintahkan BPBD Lakukan Reaksi Cepat

LANDAK – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor yang masih akan terjadi di Kabupaten Landak.

“Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG, situasi Landak masih akan mengalami hujan maka Saya menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana banjir dan tanah longsor,” kata Karolin di Ngabang, Minggu (06/09/20).

Dirinya meminta agar masyarakat bisa bersama-sama bergorong royong membersihkan lingkungan dan saluran air di sekitar lingkungan.

Bupati Karolin mengatakan, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh BPBD Kabupaten Landak kondisi sampai hari ini bahwa banjir terjadi hampir di semua wilayah Kabupaten Landak.

“Yang terparah di Meranti, petugas sudah bergerak dengan membawa perahu fiber dan logistik untuk evakuasi warga yang membutuhkan. Kemudian, longsor juga terjadi di Emprija, yang hari ini diperkirakan alat berat datang, dan untuk sisa-sisa lumpur dibersihkan dengan mesin penyemprot air sebanyak 2 unit,” terang Karolin yang merupakan Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia.

Lebih lanjut Karolin yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat menjelaskan bahwa untuk daerah lain seperti Katio, Sejowet, Songga, Darit, Mandor, dan lain-lain yang laporannya belum sempat di respon, namun ada yang sudah diarahkan ke desa dan camat yang bersangkutan.

Baca juga  Pj Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., Lepas Peserta Pawai Ta' Arup Mobil Hias MTQ XXXII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024

“Kami akan terus memantau kondisi terkini dilapangan dan meminta kepada petugas untuk melakukan pendataan terhadap jumlah masyarakat yang terdampak bajir. Yang jelas kita akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat,” tuturnya.

Berdasarkan laporan BNPB, sedikitnya ada 10 desa di enam kecamatan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat terdampak banjir sejak pukul 15.00, pada Sabtu kemarin. Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak kepada Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terjadi akibat luapan beberapa sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Landak.

Adapun masing-masing desa tersebut meliputi Desa Ampadi, Desa Meranti dan Desa Tahu di Kecamatan Meranti. Selanjutnya Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe, Desa Semunti, Desa Tengue dan Desa Sekendal di Kecamatan Air Besar.

Baca juga  Pesan Karolin untuk Kepala Sekolah yang Baru Dilantik: Bangun Komunikasi Aktif dengan Perangkat Desa

Kemudian Desa Menjalin di Kecamatan Menjalin, Desa Untang di Kecamatan Banyuke Hulu dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.

Menurut laporan kronologi dari BPBD Kabupaten Landak, pada pukul 13.00-14.57 WIB, debit air naik 25 cm di Dusun Leban, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe dan Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar. Kemudian pukul 15.47 WIB hujan deras mengguyur Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe hingga sejumlah wilayah di Kecamatan Ngabang.

Akibatnya banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 80-110 sentimeter merendam beberapa rumah dan menyebabkan akses jalan terputus. Selain itu ada tiga unit rumah rusak berat akibat terdampak longsor. Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan, kaji cepat dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.

Penulis: MC

 

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Pj Bupati Landak Hadiri Pelantikan Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu Serentak 2024

Pemda Landak

Bupati Landak Tanam Jagung di Areal Replanting Sawit

Pemda Landak

Bupati Landak Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja Katolik Meranti

Pemda Landak

Jelang Natal & Tahun Baru, Kapolres Landak Cek Posyan dan Kunjungi Bankom RAPI

Pemda Landak

Gelar Grand Opening, Citra Resto Melody Kota Ngabang

Pemda Landak

Paguyuban Jawa Kabupaten Landak Adakan “Grebek Suro 2019”

Pemda Landak

Bupati Karolin Tinjau Jalan Amblas di Jelimpo, Pastikan Jalur Logistik Tetap Fungsional

Pemda Landak

Karolin: Gotong Royong Tradisi Yang Telah Lama Hidup di Masyarakat
error: Content is protected !!