Home / Nasional

Kamis, 14 Januari 2021 - 11:41 WIB

Buka 200 Ribu Hektare Tambak, RI Targetkan Produsen Udang Vaname Terbesar

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan Indonesia menjadi produsen udang vaname terbesar di dunia dengan jumlah produksi 16 juta ton per tahun, di mana saat ini besaran produksi nasional di bawah 1 juta ton per tahun.

“Kalau kita berhasil membangun 200 ribu hektare tambak udang dengan dua siklus panen 80 ton per hektare/tahun, maka dalam satu tahun analisa ekonominya bisa menghasilkan hampir Rp1.200 triliun,” kata Menteri Trenggono dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan bahwa langkah untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui pembukaan tambak udang seluas 200 ribu hektare hingga tahun 2024.

Saat ini, Indonesia besaran produksi di bawah 1 juta ton per tahun, berada di bawah posisi sejumlah negara yaitu China, Ekuador, Vietnam, dan India.

Implikasi dari pembangunan tambak udang 200 ribu hektare ini, kata Menteri Trenggono, tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai produsen udang nomor satu di dunia, tapi juga mampu membangun sistem pertahanan yang kokoh untuk melindungi kekayaan maritim Indonesia.

Baca juga  Pelantikan Prabowo-Gibran, Ini Jadwal Kedatangan 20 Kepala Negara ke RI

Selain tambak, lanjut Trenggono, KKP juga akan membangun kampung-kampung perikanan budidaya di beberapa wilayah Indonesia untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Contoh dari hal tersebut, lanjutnya, adalah seperti Kampung Lele, Kampung Patin, Kampung Udang hingga Kampung Kakap. KKP akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam merealisasikan pembangunan tersebut.

“Ke depan kita mesti desain di satu wilayah dengan pemda, di situ proses hulu sampai hilir. Tinggal kita atur pembiayaannya dari swasta atau negara yang hadir,” papar Wahyu Trenggono.

Dua kegiatan tersebut, kata Trenggono, merupakan program unggulan kementerian yang ia pimpin, sejalan dengan motonya mengembangkan perikanan budidaya berkelanjutan.

Sebelumnya, KKP menargetkan peningkatan produktivitas perikanan budi daya dari target produksi tahun 2020 sebanyak 18,44 juta ton menjadi 19,47 juta ton pada 2021.

Baca juga  "Saya Emosi, Istri Saya Mau Diperkosa Mertua"

“Direktorat Jenderal Perikanan Budi daya KKP punya target dan program prioritas guna peningkatan produktivitas perikanan budi daya di tahun 2021,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.

Slamet memaparkan target produksi perikanan budi daya tahun 2021 terdiri atas perikanan sebesar 7,92 juta ton dan rumput laut 11,55 juta ton.

“Meski era pandemi, kita sudah terbiasa dengan pola cara kerja saat ini. Oleh karenanya, mari kita bekerja secara maksimal untuk mencapai target yang sudah ditetapkan,” tegas Slamet.

Ia juga menuturkan selain produksi ikan konsumsi, target lain pada tahun 2021 adalah produksi ikan hias, yang akan dilakukan dengan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah baik provinsi/kabupaten/kota, guna membangun sinergi pembangunan perikanan budi daya di daerah-daerah. (ANTARA)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah akan Beri Insentif Pembeli Kendaraan Listrik

Nasional

Indonesia Raih 4 Penghargaan di Festival Film Pariwisata Jepang

Nasional

Jokowi Akan Tindaklanjuti Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Setelah Lebaran

Nasional

Permohonan Sengketa Hasil Pemilu Capai 265 Perkara, Ini Rinciannya, Ketua MK: Meningkat dari 2019

Nasional

Detik-detik 2 Pesawat Boeing Mendarat Mulus di Bandara IKN,Pilot: Panjang Runway Perlu Ditambah

Nasional

Politikus PDIP Bela Pramono dan Puan soal Terima Duit e-KTP

Nasional

PKL Makanan dan Minuman Wajib Bersertifikat Halal Mulai 17 Oktober 2024, Bisa Diurus Gratis Mulai Sekarang

Nasional

Prabowo Resmi Lantik Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih
error: Content is protected !!