Home / Nasional

Sabtu, 10 Juni 2023 - 08:45 WIB

KKB Papua Diduga Pakai Dana Desa untuk Beli Senjata

JAKARTA, LANDAKNEWS.ID – Kelompok separatis Papua ternyata diduga menggunakan uang bantuan pemerintah untuk membeli senjata di pasar gelap.

Presiden Joko Widodo mengenalkan program “Dana Desa” pada 2015. Pemerintah mengalokasikan dana bernilai $4,7 miliar pada tahun ini. Sejumlah pihak telah lama mengkritik program tersebut dengan menyebut bahwa dana tersebut rawan dikorupsi. Tidak ada tempat yang lebih menantang untuk mengawasi skema penyaluran program tersebut selain di wilayah dataran tinggi terpencil Papua.

Papua sendiri berjarak dari 3.000 km dari Jakarta. Kelompok separatis yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu menuntut agar Papua dapat merdeka. Papua bergabung ke Indonesia setelah referendum yang kontroversial di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1969.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) saat berada di salah satu kawasan pegunungan Papua.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) saat berada di salah satu kawasan pegunungan Papua.
Baca juga  Minuman Tradisional Dukung Wisata Kesehatan
Sejumlah senjata rakitan dan senjata tradisional yang berhasil ditemukan aparat di lokasi serangan KKSB di Yigi, Papua, (5/12). (Courtesy: Kapendam Papua)
Sejumlah senjata rakitan dan senjata tradisional yang berhasil ditemukan aparat di lokasi serangan KKSB di Yigi, Papua, (5/12). (Courtesy: Kapendam Papua)

Tidak jelas berapa banyak dari $337 juta Dana Desa yang dialokasikan untuk wilayah Papua pada 2023 dialihkan untuk pembelian senjata ilegal.

Foto yang disebut TPNPB-OPM sebagai Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens dan pasukan. (Foto: TPNPB-OPM)
Foto yang disebut TPNPB-OPM sebagai Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens dan pasukan. (Foto: TPNPB-OPM)
Baca juga  Miftachul Akhyar Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin Akan Tutup Munas

Meningkatnya kepemilikan senjata api kelompok separatis Papua terlihat jelas dalam foto-foto terbaru yang dirilis bersamaan dengan ancaman akan menembak Mehrtens jika pembicaraan kemerdekaan Papua tidak dimulai dalam waktu dua bulan.

Beberapa anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pimpinan Egianus Kogoya. (Courtesy: TPNPB-OPM)
Beberapa anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pimpinan Egianus Kogoya. (Courtesy: TPNPB-OPM)

Di dataran tinggi Papua, Dana Desa diperlakukan seperti “pajak revolusioner,” katanya, yang disita baik melalui intimidasi dan paksaan, atau diberikan secara sukarela oleh para pendukung kemerdekaan.

Dana tersebut disimpan langsung ke rekening bank desa, dan secara teratur dibagikan secara tunai oleh kepala desa di dataran tinggi Papua.

Seorang petugas melakukan perjalanan ke Kota Nabire di Papua sembilan kali untuk menjual senjata secara ilegal, menurut dokumen pengadilan.

Share :

Baca Juga

Nasional

Mahfud MD Perintahkan Polisi Periksa Denny yang Bocorkan Rahasia Negara

Nasional

KUPI: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Bukan Pesanan Gerakan Feminis Global

Nasional

Dugaan Mahfud MD,Uang Rp 920 Miliar dan Emas 51 Kg di Kediaman Zarof Ricar Milik Sosok Ini?

Nasional

Jokowi: Masih Banyak Pekerja Migran Indonesia Lalui Jalur Ilegal

Nasional

Impor Pakaian Bekas Bikin Jokowi Geram

Nasional

Masyarakat Indonesia 98,5% Sudah Miliki Antibodi COVID-19

Nasional

Agar Segera Dibahas, JALA PRT Serukan DPR Kirim Draft RUU PPRT ke Presiden

Nasional

Isi Surat Murid untuk Guru Supriyani di SDN 4 Baito yang Bikin Nangis,Sampai Akhir Hidup
error: Content is protected !!