Home / Internasional

Selasa, 6 April 2021 - 09:21 WIB

Warga Indonesia Diminta Tolak Tawaran Kerja Jadi ART di Turki

JAKARATA – Kedutaan Besar RI di Ankara menyerukan warga Indonesia tidak menerima tawaran bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Turki menyusul lonjakan kasus perdagangan orang yang melibatkan WNI.

Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal mengatakan terjadi lonjakan jumlah kasus perdagangan manusia yang melibatkan WNI, yang pada sebagian besar dipekerjakan sebagai ART di Turki.

Sepanjang 2020, jumlah total kasus yang melibatkan WNI dan masuk ke dalam kategori tindak pidana perdagangan orang mencapai 20 kasus.

“Sementara dalam jangka waktu Januari hingga hari ini pada tahun 2021, sudah tercatat 19 kasus. Sudah hampir sama dengan jumlah kasus setahun pada tahun lalu,” ujar Iqbal dalam konferensi pers online, Senin (5/4).

Menurut dia, semua kasus yang terdata tidak melibatkan warga Turki, namun majikan yang terlibat adalah para warga dari negara-negara konflik yang berada di sekitar Turki dan menetap di negara itu.

Baca juga  Indonesia Minta Belanda Pulangkan Tulang Manusia Jawa

“Kenapa tidak ada orang Turki terlibat di situ? Karena memang di Turki, sektor ART itu tidak termasuk sektor yang boleh untuk orang asing, dan karena orang Turki memang pada umumnya tidak menggunakan ART,” kata dia seperti dikutip dari Antara.

Dia menganggap kasus perdagangan orang yang melibatkan WNI cukup mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, KBRI menyerukan kepada para WNI agar tidak menerima tawaran untuk menjadi pekerja sektor ART di Turki, mengingat sektor tersebut tidak terbuka bagi warga negara asing.

“Tawaran untuk bekerja sebagai ART di Turki itu sudah dipastikan adalah ilegal dan itu sangat rentan menjadi korban perdagangan manusia,” ucapnya.

Baca juga  Terdapat Warga Terkonfirmasi Covid-19, Satgas Pamtas Yonmek 643 Disinfeksi Tiga Dusun di Jagoi Babang

Turki sendiri memang tak pernah terdaftar menjadi negara tujuan untuk para pekerja sektor ART secara resmi.

Sementara itu, Koordinator bidang Protokol, Konsuler, dan Perlindungan WNI KBRI Ankara, Harlianto, menjelaskan bahwa pihak-pihak yang membawa masuk tenaga ART ke Turki kerap memanfaatkan visa elektronik atau e-Visa turis yang terbilang sangat mudah untuk didapatkan.

“Itu yang dimanfaatkan oleh agen-agen yang ada di Indonesia maupun di Turki,” ujarnya.

Dia juga mengatakan di antara sejumlah korban kasus tersebut, ditemukan beberapa hendak dikirim ke Erbil Irak. (CNNI)

Share :

Baca Juga

Internasional

Ketahanan Pangan Jadi Fokus Forum Menteri Keuangan dan Pertanian G20

Internasional

Internasional

Bila Berkepanjangan, Perang Ukraina Bisa Berimbas Parah bagi Krisis Global Lainnya

Internasional

Perusahaan Inggris Kembangkan Alat Tes COVID Berbasis Air Liur

Internasional

Biden: Jalan Menuju Tirani Dimulai dengan Hancurnya Kebenaran

Internasional

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

Internasional

Dr. Kao Kim Hourn Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Media

Internasional

Tragedi Halloween di Seoul, 2 WNI Jadi Korban Luka
error: Content is protected !!