Home / Internasional

Selasa, 11 Mei 2021 - 23:09 WIB

China Tuntut Pembatalan Pertemuan PBB terkait Uighur

JAKARTA (LANDAK NEWS) – China, Senin (10/5) mendesak Amerika Serikat, Jerman dan Inggris untuk membatalkan konferensi video yang akan datang terkait tindakan keras Beijing terhadap minoritas Muslim Uighur sekaligus meminta negara anggota PBB lainnya untuk tidak menghadiri acara tersebut.

Menurut sejumlah kelompok HAM, sedikitnya satu juta warga Uighur dan sebagian besar orang dari kelompok Muslim lainnya ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang barat laut China. Kelompok HAM menuduh pihak berwenang secara paksa mensterilkan sejumlah perempuan dan melakukan kerja paksa.

Konferensi video yang dijadwalkan hari Rabu (12/5) itu, “didasarkan semata-mata pada kebohongan dan bias politik,” kata misi diplomatik China untuk PBB dalam sebuah pernyataan.

Beijing “mendesak beberapa sponsor bersama untuk segera membatalkan acara yang mengganggu urusan dalam negeri China itu, dan menyerukan kepada negara anggota lainnya untuk menolak acara tersebut.”

“Situasi saat ini di Xinjiang adalah yang terbaik dalam sejarah dengan stabilitas, perkembangan ekonomi yang cepat dan hidup berdampingan yang harmonis di antara anggota masyarakat dari semua kelompok etnis,” sebut pernyataan itu.

Selain kamp-kamp tersebut, jutaan lebih Muslim di China diduga hidup di bawah sistem pengawasan dan kontrol yang ketat.

Amerika Serikat baru-baru ini menyatakan bahwa perlakuan terhadap Uighur tersebut adalah “genosida.”

AS mengklaim peduli dengan HAM Muslim meskipun fakta yang diketahui dunia bahwa AS telah membunuh Muslim di Afghanistan, Irak dan Suriah,” sebut pernyataan China.

“AS bersama negara pendukungnya telah membunuh Muslim dalam jumlah terbesar di dunia.”

Dalam pertemuan hari Rabu tersebut, para duta besar untuk PBB dari Amerika Serikat, Jerman dan Inggris – yang mewakili Uighur – diharapkan untuk berbicara, serta LSM Human Rights Watch, yang turut menyelenggarakan acara tersebut. (VoA)

 

Share :

Baca Juga

Internasional

Segini Modal Asing yang Keluar dari RI Setelah Trump Menang Pilpres AS

Internasional

Pesawat Militer Filipina Jatuh, 29 Tewas, 50 Selamat

Internasional

Jutaan Warga AS Terancam Diusir dari Rumah

Internasional

Angkatan Laut Indonesia dan Rusia Siap Gelar Latihan Angkatan Laut Pertama “Orruda 2024”

Internasional

105 Negara Miskin akan Peroleh Pil COVID Merck Dengan Harga Terjangkau

Internasional

Setelah Saudi, Giliran Cina Gertak NATO: Jangan Bikin Kacau di Asia!

Internasional

Tutup KTT ASEAN 2023, Jokowi: Indonesia Siap Bicara dengan Myanmar, Termasuk Junta Militer

Internasional

Para Pejabat AS Perdebatkan Mandat Masker, Vaksinasi, dan Lonjakan Varian Delta
error: Content is protected !!