Home / Internasional

Sabtu, 24 Juli 2021 - 08:00 WIB

WHO Desak Pemerintah Terapkan Pembatasan yang Lebih Ketat

Penjaja makanan melewati mural di tengah wabah virus corona di Jakarta, Senin, 8 Juni 2020. (Foto: AP)

VOA – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Kamis (22/7), mendesak Indonesia untuk menerapkan karantina wilayah lebih ketat dan lebih luas untuk membatasi lonjakan kasus dan kematian akibat COVID-19.

Desakan itu muncul hanya beberapa hari setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana untuk mulai melonggarkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Indonesia telah menjadi salah satu pusat pandemi global dalam beberapa pekan terakhir, dengan kasus positif COVID-19 melonjak lima kali lipat dalam lima minggu terakhir. Minggu ini, kematian harian mencapai rekor tertinggi lebih dari 1.400. Angka ini salah satu angka kematian tertinggi di dunia.

Dalam laporan situasi terbarunya, WHO mengatakan penerapan ketat kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial sangat penting. WHO menyerukan “tindakan mendesak” tambahan untuk mengatasi peningkatan tajam dalam infeksi di 13 dari 34 provinsi di Tanah Air.

Jokowi Perpanjang PPKM Darurat Hingga 25 Juli

“Indonesia saat ini menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi, dan ini menunjukkan pentingnya penerapan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial yang ketat, terutama pembatasan pergerakan, di seluruh negeri,” kata WHO, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Pada Selasa (20/7), Presiden Joko Widodo mengumumkan pelonggaran PPKM pada minggu depan, mengutip data resmi yang menunjukkan penurunan infeksi dalam beberapa hari terakhir. Pakar epidemiologi melihat penurunan kasus lebih karena didorong oleh penurunan pengujian dari tingkat yang sudah rendah. Sumber:

Tingkat positif harian di Indonesia, proporsi orang yang dites yang terinfeksi, rata-rata 30% selama seminggu terakhir, bahkan ketika jumlah kasus telah turun. Menurut WHO, tingkat di atas 20% berarti menunjukkan penularan “sangat tinggi”.

WHO juga melihat hanya satu provinsi di Tanah Air yang memiliki tingkat positif di bawah 20%, yaitu Aceh dengan angka 19%. [ah/ft]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Tentukan Kemerdekaan, Catalonia Mulai Pemilu Regional

Internasional

Ribuan Pekerja Diusir di Qatar Jelang Piala Dunia

Internasional

Ledakan Serentak Kembali Terjadi di Lebanon, Menhan Israel Puji Kerja Intelijen

Internasional

Teroris di Marawi Memprovokasi Militer Filipina agar Mengebom Masjid

Internasional

Hubungan China-Jepang Tegang Gara-gara Cuitan Limbah Nuklir

Internasional

Ketahanan Pangan Jadi Fokus Forum Menteri Keuangan dan Pertanian G20

Internasional

Srikandi Baltimore Kenalkan Budaya Indonesia Sekaligus Memberdayakan Perempuan

Internasional

Salman Rushdie Dirawat dengan Ventilator, Mungkin Kehilangan Satu Mata
error: Content is protected !!