Home / Internasional

Jumat, 16 Juni 2017 - 13:19 WIB

Teroris di Marawi Memprovokasi Militer Filipina agar Mengebom Masjid

An abandoned hospital window is seen full of bullet holes, as government soldiers continue their assault against the Maute group in Marawi City, Philippines June 12, 2017. REUTERS/Romeo Ranoco

An abandoned hospital window is seen full of bullet holes, as government soldiers continue their assault against the Maute group in Marawi City, Philippines June 12, 2017. REUTERS/Romeo Ranoco

Jendela kaca bangunan di Marawi terkena terjengan peluru saat kelompok sayap ISIS, Maute, dengan tentara Filipina. Foto/REUTERS

MARAWI, LANDAK NEWS  – Para militan teroris kelompok Maute, sayap ISIS di Filipina, menggunakan dua masjid  tua dan bersejarah di Kota Marawi sebagai tempat persembunyian. Kelompok bersenjata ini juga memanfaatkan kedua masjid untuk memprovokasi serangan udara.

Gubernur Daerah Otonom Muslim Mindanao (ARMM) Mujiv Hataman mengatakan bahwa dua masjid tua di Marawi telah menjadi tempat penampungan anggota kelompok Maute.

Pejabat militer ARMM, Zia Alonto Adiong, mengatakan bahwa orang-orang bersenjata Maute memprovokasi militer agar mengebom masjid tersebut sehingga memicu kecaman masyarakat Islam dan simpati warga Muslim atas perjuangan mereka.

Baca juga  Setahun Pemerintahan Taliban: Ekonomi Masih Buruk, Hak Perempuan Masih Dibatasi

”Kita tidak boleh lupa bahwa mereka menyerang dan merusak Gereja St. Mary di Kota Marawi yang menyebabkan gesekan antara orang Kristen dan Muslim. Kami berterima kasih kepada komunitas Kristen Mindanao karena merasa tidak sadar dan tidak menanggapi cara teroris tersebut yang menginkan mereka bereaksi,” ujar Hataman.

Adiong, yang menjabat sebagai juru bicara komite manajemen krisis Lanao del Sur, mengatakan bahwa dua tempat ibadah yang diduduki kelompok sayap ISIS adalah Masjid Islam Bato dan Lanao Mindanao Al-Islamic Center.

”Bagaimana Anda bisa menyebut diri Anda seorang Muslim jika Anda menghancurkan situs seperti ini? Islam mengajarkan pelestarian sesuatu dengan nilai pendidikan yang baik dimana pemuda bisa belajar sesuatu yang baik,” kata Adiong, seperti dikutip dari Philstar, Jumat (16/6/2017).

Baca juga  China Tuntut Pembatalan Pertemuan PBB terkait Uighur

Hataman ingin Kota Marawi dibersihkan dari teroris, namun juga hati-hati mengusir para teroris itu keluar dari dua masjid bersejarah.

”Para teroris benar-benar ingin militer mengebom masjid untuk mendapatkan simpati dan agar kalangan Muslim moderat marah. Mereka ingin menciptakan kesan bahwa ada penganiayaan terhadap umat Islam di Mindanao. Nah, itu tidak ada,” tegas Hataman.

Pihak militer Filipina sebelumnya membantah tuduhan bahwa pasukannya menargetkan masjid dalam menumpas para sniper Maute. Militer bertekad mengusir para teroris itu dari masjid maupun tempat ibadah lainnya. (sN)

Share :

Baca Juga

Internasional

Pemimpin Azerbaijan dan Uzbekistan Ucapkan Selamat kepada Erdogan atas Hasil Pemilu Turki

Internasional

Pakar: Vaksin Masih Efektif Lawan COVID-19 Parah

Internasional

Seniman Libya Restorasi Al-Quran Tua di tengah Ramadan

Internasional

PBB: Belasan Ribu Anak di Gaza Tewas Akibat Perang dan Kelaparan

Internasional

China Laporkan Kematian akibat Covid Pertama dalam 8 Bulan CNN Indonesia

Internasional

Pasca Insiden Penembakan, Biden dan Trump Sama-Sama Serukan Persatuan Bangsa

Internasional

FDA Setujui Vaksin Pfizer COVID-19 untuk Penggunaan Darurat pada Anak-anak

Internasional

COVID Mereda, Muslim Indonesia dan Malaysia Rayakan Idulfitri
error: Content is protected !!