Home / Internasional

Kamis, 21 Desember 2017 - 19:46 WIB

Tentukan Kemerdekaan, Catalonia Mulai Pemilu Regional

Ilustrasi. (REUTERS/Yves Herman) Warga Catalan mengikuti pemilu regional pasca kegagalan deklarasi kemerdekaan dari Spanyol

JAKARTA, LANDAKNEWS – Warga Catalan berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara untuk mengikuti pemilihan umum yang mungkin melucuti partai pro-kemerdekaan dari kekuasaan absolut di parlemen regional, Kamis (21/12). Walau demikian, prospek untuk mengakhiri krisis politik terburuk Spanyol tampaknya masih sangat kecil.

Jajak pendapat terakhir yang dipublikasikan Jumat lalu menunjukkan para pendukung dan penentang pemisahan mempunyai kekuatan yang seimbang. Hanya saja, data yang sama juga menunjukkan pihak pro-kemerdekaan masih mungkin membentuk pemerintahan minoritas.

Hal tersebut bakal membuat situasi politik nasional terus dilanda kekisruhan serta mengundang kekhawatiran di ibu kota dan pasar finansial negara-negara Eropa.

Baca juga  Biden Akan Kontak Raja Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Walau demikian, pihak pro-pemisahan belakangan kehilangan momentum karena mendeklarasikan kemerdekaan secara sepihak pada Oktober dan memicu pemilihan umum ini. Belum lagi, salah satu pemimpinnya menyuarakan rekonsiliasi dengan Madrid pada pekan ini.

Para warga mengantre panjang di luar tempat pemungutan suara di wilayah bagian timur laut Spanyol ini setelah dibuka pada 8.00 GMT. TPS akan dibuka hingga 19.00 GMT dan pemilu diperkirakan akan mencetak rekor partisipasi pemilih.

Di antara para warga yang mengantre di L’Hospitalet de Llobregat, wilayah suburban yang dipenuhi kelas pekerja di selatan Barcelona, adalah Miguel Rodriguez. Dokter berusia 53 tahun itu memilih merdeka di referendum kemerdekaan, Oktober lalu.

Baca juga  Bersepeda di Kampus AS Dorong Generasi Berwawasan Lingkungan

“Saya tidak terlalu optimistis pemilu ini akan menghasilkan pemerintahan yang stabil,” kata dia, kecewa karena pemerintahan Spanyol memecat pemerintahan sebelumnya. “Hak kami direnggut.”

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy memecat pemerintahan Catalonia sebelumnya karena menggelar referendum dan mendeklarasikan kemerdekaan. Langkah itu dinilai Madrid tidak konstitusional.

OLEH: CNNI

Share :

Baca Juga

Internasional

Para Pejabat AS Perdebatkan Mandat Masker, Vaksinasi, dan Lonjakan Varian Delta

Internasional

Raja Thailand Copot Gelar Selir karena Tidak Setia

Internasional

Pengacara Tak Bisa Temui Suu Kyi untuk Rencanakan Banding

Internasional

Kim Jong-un akan Runtuhkan Bangunan Korea Selatan di Gunung Kumgang

Internasional

Orang Tua Ngamuk Lihat PR Anaknya yang Masih TK, Langsung Pindahkan Sekolah, Jawaban Guru Dikritik

Internasional

Biden: Jalan Menuju Tirani Dimulai dengan Hancurnya Kebenaran

Internasional

WHO Sebut Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Berakhir

Internasional

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik dari Kapal Selam
error: Content is protected !!