Home / Internasional

Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:09 WIB

Perempuan AS Diperkosa di Kereta, Penumpang Tak Menolong

Foto ilustrasi kasus pemerkosaan. (Istockphoto/iweta0077)

Jakarta, CNN Indonesia – Seorang perempuan diperkosa di dalam kereta dekat Philadelphia, Amerika Serikat pada Rabu (13/8) malam waktu setempat. Namun, para penumpang di gerbong hanya menonton tanpa berusaha menolong atau memanggil nomor darurat 911.
Kejadian itu bermula saat laki-laki yang diidentifikasi sebagai Fistin Ngoy duduk di sebelah seorang perempuan sekitar pukul 22.00 malam di dalam kereta api di Market-Frankford Line menuju 69th Street Transportation Centre.

Otoritas Transportasi Pennsylvania Tenggara, Andrew Busch, mengatakan Ngoy mencoba menyentuhnya beberapa kali.

Perempuan itu kemudian menampiknya dan mencoba menghentikan tindakan Ngoy, lanjut Busch.

“Kemudian, sayangnya, dia melanjutkan (tindakannya) merobek pakaiannya,” terang Bosch seperti dikutip New Straits Times.

Menurut keterangan kepolisian, kekerasan seksual itu terjadi sekitar 8 menit dan tak ada penumpang dalam kereta yang mencoba membantunya, katanya.

Baca juga  Acara Perpisahan Purna Tugas Serka Sapari di Koramil 1210-03/Mandor Berlangsung Khidmat

“Saya terkejut dengan mereka yang tidak melakukan apa pun untuk membantu perempuan ini,” kata Inspektur Departemen Kepolisian Kota Darby, Timothy Bernhardt, Minggu (17/10).

“Siapa pun yang berada di kereta itu harus melihat berkaca dan bertanya mengapa mereka membantu atau mengapa mereka tidak melakukan sesuatu,” keluhnya.

Beberapa penumpang berada di gerbong. Tetapi Bernhardt menolak menyebutkan berapa banyak. Ia hanya mengatakan penyelidik masih memproses untuk menentukan jumlah pastinya.

Di dalam gerbong itu dilaporkan tak ada puluhan orang. Namun, ada cukup banyak penumpang.

“Secara kolektif, mereka bisa berkumpul dan melakukan sesuatu.”

Pada akhirnya, petugas melihat kejadian tersebut di dalam kereta dan menelepon 911, kata Busch.

“Petugas kepolisian bergegas ke kereta dan menangkap laki-laki itu dalam aksinya dan menahannya,” lanjut Busch.

Kamera pengawas yang sedang ditinjau oleh pihak berwenang tidak ada audionya, kata Bernhardt. Tapi berdasarkan rekaman yang dia tinjau, jelas penumpang memiliki kesempatan untuk intervensi, lanjutnya.

Baca juga  Kebakaran Hutan di AS Meluas

Orang yang ada di tempat kejadian dan tidak melakukan intervensi dapat dituntut secara pidana jika mereka merekam serangan itu, kata Bernhardt.

Menurutnya, kantor kejaksaan Kabupaten Delaware akan membuat keputusan seperti itu setelah polisi menyelesaikan penyelidikan mereka dan menyerahkan temuannya.

Dia mengaku penyelidik telah menerima laporan soal beberapa penumpang yang merekam serangan di telepon mereka. Tetapi sejauh ini, polisi belum mengonfirmasi laporan tersebut.

Pengadilan mendakwa Ngoy atas kasus perkosaan, kekerasaan seksual, penyerangan tak senonoh yang dilakukan tanpa persetujuan. (isa/bac)

Sumber: CNNI

Share :

Baca Juga

Internasional

Trump Siap Luncurkan Platform Media Sosial

Internasional

AS dan Indonesia akan Uji Coba Solusi Kota Cerdas untuk IKN

Internasional

Nah Lho, Maladewa Ikut Jejak Arab Putus Hubungan dengan Qatar

Internasional

Tidak Ada Pemenang Utama, Pemilu Presiden Turki Masuki Putaran Kedua

Internasional

Setelah Bertelepon dengan Jokowi, Presiden Iran Bertelepon dengan Erdogan Bahas Serangan Israel ke Palestina

Internasional

AS, China, dan Rusia Cekcok Bahas Pandemi di DK PBB

Internasional

‘Sangat Sedih’ dengan Gempa di Turki dan Suriah, Biden Janjikan Bantuan

Internasional

Survei Terbaru: 52% Warga AS Pesimis dengan Kondisi Demokrasi
error: Content is protected !!