Home / Kab Landak

Selasa, 1 Maret 2022 - 12:28 WIB

Musim Kemarau, Antisipasi Karhutla

Ngabang (Landak News) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak melakukan berbagai antisipasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang hampir terjadi di beberapa dikecamatan. Salah satunya adalah dengan melakukan  Monev dilapangan.

“Kita melakukan Monev lapangan itu yang pertama. Disesuaikan adanya  hotspot atau titik api yang dikeluarkan oleh BMKG,” kata Rosiadi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Landak, didampinggi Robertus Analisa Kebijakan Pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Landak, tadi pagi diruang kerjanya.

Rosiadi juga mengatakan jika ada kejadian langsung melakukan pemadam. Dalam hal ini pihaknya berkerjasama dengan TNI/Polri, dan Mangala Agni.

“Kita tidak sendiri dalam hal ini dilapangan.  Bahkan kita juga melibatkan masyarakat yang ada disitu,” katanya.

Terkait Hospot di Kabupaten Landak? Mamba sapaan akrab Rosiadi mengatakan berdasarkan data BMKG pada tanggal 27 Februari 2022, jumlah Hotspot di Kabupaten Landak ada 14.

Baca juga  Ketua KPU Kabupaten Landak Apresiasi Kinerja Wartawan Sukseskan Tahapan Pilkada 2024

Kemudian masuk tanggal 28 Februari 2002, hotspot mengalami penurunan menjadi 3, dan pada tanggal 1 Maret 2022 hotspot di Kabupaten Landak ada 3. Meliputi Kecamatan Jelimpo, Ngabang dan Mandor.

Ia menambahkan semua data setap hari terupdate, data dari BMKG tentang hotspot dan banjir akan dilaporkan kepada Bupati, Kominfo, Kodam dan Dandim. Dari Kominfo akan meyebarkan ke dinas kantor dan badan.

Ia juga mengatakan kesiapsiagaan yang diperlukan  dan tidak terlepas dari kerjasama semua pihak, selalu berkoordinasi dengan  kepolisian, TNI.

Kemudian tidak lupa koordinasi dengan pihak desa dan kepala desa  ditambah pada saat ini. Biasanya awal bulan panas budaya para petani untuk bercocock tanam berladang pada bulan-bulan panas.

Pihaknya juga mengingatkan  kepada petani jangan sampai membakar lahan pertanian, dan kearipan lokal tetap dijaga yang diatur dalam Menteri Lingkungan Hidup (LH) yaitu UU PPLH Nomor 32 Tahun 2009.

Baca juga  Buka Turnamen Bola Tunang Cup, Karolin : Jaga Sportivitas dan Kodusifitas

Membuka lahan dengan cara membakar hutan merupakan hal yang secara tegas dilarang dalam undang-undang, yakni diatur dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h UU PPLH yang berbunyi:

“Setiap orang dilarang melakukan perbuatan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar”

Namun, ketentuan pembukaan lahan dengan cara membakar ini memperhatikan dengan sungguh-sungguh kearifan lokal di daerah masing-masing. Kearifan lokalyang dimaksud dalam ketentuan ini adalah melakukan pembakaran lahan dengan luas lahan maksimal 2 hektare per kepala keluarga untuk ditanami tanaman jenis varietas lokal dan dikelilingi oleh sekat bakar sebagai pencegah penjalaran api ke wilayah sekelilingnya. (H)

 

Share :

Baca Juga

Kab Landak

Vinsensius Jawab Berita Tentang Kesimpang Siuran Terkait  Kesehatan Maju Sebagai Balon Bupati Landak

Kab Landak

Ini Baru Mantap! Kades Kedama, Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Dana Desa Rp.425 Juta

Kab Landak

Dorong Keterbukaan Informasi Publik, Polres Landak dan IWO MoU Kerjasama Pemberitaan

Kab Landak

Jelang Idul Adha, Gas Tabung Melon Tembus Harga Rp.35.000 Pertabung di Landak

Kab Landak

MPM Salah Satu Organisasi Yang Bertujuan Untuk Melestarikan dan Memajukan Adat Budaya Melayu di Kabupaten Landak

Kab Landak

Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Bupati dan Wakil Bupati Landak Tahun 2024,

Kab Landak

Pengurus Dusun Dan Pemuda Pesayangan Lakukan Tes Suhu Tubuh Kepada Warganya

Kab Landak

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Pemerintah Harus Buat Pabrik Minyak Goreng
error: Content is protected !!