Home / Nasional

Minggu, 6 Maret 2022 - 08:57 WIB

TPNPB-OPM Didesak Tak Lagi Serang Warga Sipil di Papua

Jaringan Damai Papua (JDP) menyerukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) untuk tidak lagi melakukan penyerangan terhadap warga sipil di tanah Papua. Ilustrasi (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)  Baca artikel CNN Indonesia

Jaringan Damai Papua (JDP) menyerukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) untuk tidak lagi melakukan penyerangan terhadap warga sipil di tanah Papua. Ilustrasi (ANTARA/HO/Humas Polda Papua) Baca artikel CNN Indonesia "TPNPB-OPM Didesak Tak Lagi Serang Warga Sipil di Papua" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220306013043-20-767283/tpnpb-opm-didesak-tak-lagi-serang-warga-sipil-di-papua. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Jakarta (Landak News) – Jaringan Damai Papua (JDP) menyerukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) tidak lagi melakukan penyerangan terhadap warga sipil di tanah Papua.
Hal ini dikatakan Juru Bicara JDP, Yan Christian Warinussy menyusul penyerangan KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua yang menewaskan 8 warga sipil pekerja tower dari PT Palapa Timur Telematika (PTT).

“Sebagai Jubir JDP, saya menyarankan TPNPB tidak lagi melakukan penyerangan terhadap warga sipil,” kata Warinussy, Sabtu (5/3).

Warinussy mengatakan pihaknya juga mendesak TPNPB-OPM menghentikan kekerasan dalam menangani berbagai persoalan di Papua, termasuk di Distrik Beoga dan Distrik Mulia, Kabupaten Puncak, Papua.

“JDP juga menyerukan agar TNP PB tidak melakukan penyerangan terhadap TNI/Polri, melainkan mendorong bagaimana terlaksananya dialog,” ujarnya.

Baca juga  Upacara Penurunan Bendera Dalam Rangka HUT RI Ke-79 Tahun 2024 di Kecamatan Menyuke

Menurut Warinussy, baik TNI-Polri maupun TPNPB-OPM harus menyudahi baku tembak yang bisa mengancam keselamatan masyarakat sipil.

“Kita perlu untuk menyudahi pertikaian bersenjata antara TNI dan Polri dengan TPN PB yang masih berlangsung hingga saat ini,” katanya.

Warinussy turut mengucapkan belasungkawa atas peristiwa penyerangan berujung tewasnya delapan warga sipil tersebut. Ia pun meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tak melakukan tindakan operasi “balas dendam”.

“Kami mendorong segera dimulainya persiapan dialog damai dengan diawali jeda kemanusiaan untuk memastikan warga sipil di sekitar lokasi kontak senjata mendapat akses bantuan kemanusiaan, kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

“Siapkan dialog, karena itu adalah cara penyelesaian yang tidak akan membunuh siapapun diantara mereka yang selama ini bertikai di Tanah Papua,” kata Warinussy menambahkan.

Baca juga  3 Kesalahan Jaksa di Kasus Guru Supriyani Dikuliti Susno Duadji,Pantesan Kuasa Hukum Sebut Aneh

Sebelumnya, insiden penembakan terjadi di Kamp Palapa Timur Telematika (PTT) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (1/3). Tercatat delapan orang tewas dalam peristiwa tersebut

Delapan korban tewas antara lain Billy, Renal, Bona, Bebi Tabuni, Jamal, Eko, Syahril, dan Pak De. Sementara satu orang karyawan, NS selamat karena saat itu tak berada di lokasi kejadian.

TPNPB-OPM mengaku bertanggung jawab atas insiden penembakan tersebut. Polda Papua menyebut Terry Aibon sebagai pemimpin penyerangan yang menewaskan delapan orang tersebut. Sampai kemarin delapan korban tewas belum berhasil dievakuasi. (hen/fra)

Sumber: CNNI

Share :

Baca Juga

Nasional

1 Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak dengan TNI-Polri di Papua

Nasional

Komnas HAM Terima Lebih 2.800 Pengaduan Sepanjang 2020

Nasional

Indonesia Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Shinzo Abe

Nasional

Prabowo: Pembekalan menteri di Akmil Magelang bawa tradisi heroisme

Nasional

Motor Listrik Sebagai Solusi Alternatif Mengurangi Polusi Suara

Nasional

Soal UU Pemilu, Begini Kata Jokowi

Nasional

Prabowo Blak-blakan soal Pembagian Tugas dengan Gibran

Nasional

Jokowi Resmi Lantik Dito Ariotedjo Sebagai Menpora
error: Content is protected !!