Home / Nasional

Senin, 15 Agustus 2022 - 08:46 WIB

Menteri Bahlil: Masyarakat Harus Bersiap Hadapi Kemungkinan Kenaikan Harga BBM

 
Suasana di sebuah SPBU di Samarinda, Kalimantan Timur (Foto: dok). Pemerintah merencanakan penggunaan kartu pintar untuk mengatasi masalah BBM di tanah air.  Link has been copied to clipboard     Beranda  Video  Polygraph  Daftar Program  Learning English  Ikuti Kami           Bahasa-bahasa 
   Cari    site logosite logo
Indonesia      Live  Menteri Bahlil: Masyarakat Harus Bersiap Hadapi Kemungkinan Kenaikan Harga BBM  share 
      Menteri Bahlil: Masyarakat Harus Bersiap Hadapi Kemungkinan Kenaikan Harga BBM  14/08/2022  Reuters  Suasana di sebuah SPBU di Samarinda, Kalimantan Timur (Foto: dok). Pemerintah merencanakan penggunaan kartu pintar untuk mengatasi masalah BBM di tanah air. 
  Suasana di sebuah SPBU di Samarinda, Kalimantan Timur (Foto: dok). Pemerintah merencanakan penggunaan kartu pintar untuk mengatasi masalah BBM di tanah air.  Teruskan 
         
  Lihat komentar   Print  REUTERS — 
Masyarakat harus bersiap menghadapi potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul membengkaknya subsidi energi di tengah tingginya harga minyak dunia, kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pada Jumat (12/8).  Indonesia yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah meningkatkan anggaran subsidi energi tahun ini menjadi Rp502 triliun untuk menjaga harga BBBM dan tarif listrik, sekaligus mengelola inflasi.  Namun, subsidi tersebut ini mungkin tidak cukup, karena hampir semua kuota BBM bersubsidi telah digunakan, menurut Kementerian Keuangan.  Presiden Joko Widodo di Moskow, Rusia 30 Juni 2022. (Foto: Alexander Zemlanichenko via REUTERS)  BACA JUGA: 
Jokowi Berkeluh Kesah Beratnya Subsidi

Suasana di sebuah SPBU di Samarinda, Kalimantan Timur (Foto: dok). Pemerintah merencanakan penggunaan kartu pintar untuk mengatasi masalah BBM di tanah air. Link has been copied to clipboard   Beranda Video Polygraph Daftar Program Learning English Ikuti Kami      Bahasa-bahasa   Cari  site logosite logo Indonesia   Live Menteri Bahlil: Masyarakat Harus Bersiap Hadapi Kemungkinan Kenaikan Harga BBM share    Menteri Bahlil: Masyarakat Harus Bersiap Hadapi Kemungkinan Kenaikan Harga BBM 14/08/2022 Reuters Suasana di sebuah SPBU di Samarinda, Kalimantan Timur (Foto: dok). Pemerintah merencanakan penggunaan kartu pintar untuk mengatasi masalah BBM di tanah air.  Suasana di sebuah SPBU di Samarinda, Kalimantan Timur (Foto: dok). Pemerintah merencanakan penggunaan kartu pintar untuk mengatasi masalah BBM di tanah air. Teruskan       Lihat komentar  Print REUTERS — Masyarakat harus bersiap menghadapi potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul membengkaknya subsidi energi di tengah tingginya harga minyak dunia, kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pada Jumat (12/8). Indonesia yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah meningkatkan anggaran subsidi energi tahun ini menjadi Rp502 triliun untuk menjaga harga BBBM dan tarif listrik, sekaligus mengelola inflasi. Namun, subsidi tersebut ini mungkin tidak cukup, karena hampir semua kuota BBM bersubsidi telah digunakan, menurut Kementerian Keuangan. Presiden Joko Widodo di Moskow, Rusia 30 Juni 2022. (Foto: Alexander Zemlanichenko via REUTERS) BACA JUGA: Jokowi Berkeluh Kesah Beratnya Subsidi

Masyarakat harus bersiap menghadapi potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul membengkaknya subsidi energi di tengah tingginya harga minyak dunia, kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pada Jumat (12/8).Indonesia yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah meningkatkan anggaran subsidi energi tahun ini menjadi Rp502 triliun untuk menjaga harga BBBM dan tarif listrik, sekaligus mengelola inflasi.

Namun, subsidi tersebut ini mungkin tidak cukup, karena hampir semua kuota BBM bersubsidi telah digunakan, menurut Kementerian Keuangan.

Bahlil Lahadalia mengatakan jika pemerintah harus menaikkan kuota bensin bersubsidi menjadi 29 juta kiloliter dari 23 juta kiloliter, dan dengan asumsi harga minyak tetap tinggi dan rupiah melemah, alokasi subsidi energi bisa membengkak hingga menembus Rp600 triliun.

“Tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa perasaan saya adalah kita harus bersiap-siap jika terjadi kenaikan harga BBM,” kata Bahlil pada konferensi pers, mencatat bahwa secara fiskal tidak bijaksana untuk menghabiskan 25 persen pendapatan pemerintah untuk subsidi.

“Beban negara tinggi. Mungkin ini momentum kita untuk bekerja sama dalam menjaga (posisi) fiskal kita tetap sehat,” tambahnya.

Para kritikus mengatakan perbedaan harga yang melebar antara BBM bersubsidi dan non-subsidi telah mendorong pergeseran pola konsumsi domestik dan penyelundupan ke negara-negara tetangga, yang mengarah pada peningkatan penjualan BBM bersubsidi. [ah]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

Kemenhub Sanksi 3 Maskapai karena Langgar Protokol Covid-19

Nasional

Ribuan Pengungsi di Indonesia Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti

Nasional

Remaja vs Pendidikan Masa Kini: Gali Potensi, Tekuni Teknologi

Nasional

Jokowi Tepis Isu Menteri di Kabinetnya akan Mundur

Nasional

Menkeu: 324 Pemda Serap Anggaran Bantuan di Bawah 15 Persen

Nasional

Kantor Komunikasi Kepresidenan Punya 6 Jubir Baru, Ini Daftarnya

Nasional

9 Siswa MTs di Ciamis Tewas Tenggelam Saat Susur Sungai

Nasional

JK soal Pilkada Pandemi: Tak Ada yang Tanya Kabar Demokrasi
error: Content is protected !!