Home / Nasional

Jumat, 26 Agustus 2022 - 06:39 WIB

Banjir dan Longsor di Kota Sorong, 2.000 Warga Mengungsi, 3 Orang Meninggal

Banjir dan tanah longsor melanda Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, membuat ribuan warga terdampak. Bukan hanya itu, tiga orang juga dilaporkan meninggal dalam bencana alam tersebut.

VOA – Hujan lebat yang mengguyur Kota Sorong, Papua Barat, pada Senin (22/8) sekitar pukul 23.30 WIT selama sepuluh jam membuat sejumlah wilayah terendam banjir dan terjadi tanah longsor. Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tiga orang meninggal dunia dalam bencana alam tersebut.

“Terdapat tiga korban jiwa yang meninggal akibat rumah yang ditempatinya tertimbun longsor. Enam orang mengalami luka berat dan empat orang luka ringan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis (25/8).

BNPB memerinci banjir dan tanah longsor terjadi di Kelurahan Pal Putih dan Tanjung Kasuari, di Kecamatan Sorong Barat. Lalu, Kelurahan Kladufu di Kecamatan Sorong Timur. Kemudian, Kelurahan Klasabi di Kecamatan Sorong Manoi. “Selanjutnya, Kelurahan Sawagumu dan Kelurahan Matalamagi di Kecamatan Sorong Utara. Kemudian, Kelurahan Malamso di Kecamatan Malaimsimsa,” ucap Muhari.

 

Ribuan warga terdampak banjir di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, 22 Agustus 2002. (Foto: BPBD Kota Sorong dan Polres Kota Sorong)
Ribuan warga terdampak banjir di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, 22 Agustus 2002. (Foto: BPBD Kota Sorong dan Polres Kota Sorong)

Kapolres Sorong Kota, AKBP Johannes Kindangen, mengatakan tiga jenazah korban yang tertimbun material longsor di Kecamatan Sorong Barat dan Kelurahan Malamso, Distrik Malaimsimsa, telah dievakuasi. “Sudah dilakukan dilakukan evakuasi kemarin,” katanya kepada VOA.

Lanjut Johannes, aparat kepolisian juga telah mendirikan posko yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong dan Pemerintah Kota Sorong. Saat ini petugas gabungan masih terus melakukan penanganan bencana pascabanjir tersebut.

Selain itu dapur umum juga telah didirikan di lima titik. Petugas juga mulai menyalurkan bantuan makanan bagi para pengungsi dan membersihkan sisa material yang menutup jalan serta melakukan normalisasi daerah aliran sungai di Distrik Sorong Timur. “Saat ini sudah tidak banjir lagi. Sementara personel yang diturunkan ada 250 orang,” pungkasnya. [aa/em]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

Dunia Kecam Teror Bom Surabaya

Nasional

Larry Dalang Cilik Keturunan Tionghoa

Nasional

Pemerintah Kaji Rencana Tambah Libur Lebaran

Nasional

Pemerintah Masih Kaji Perpanjangan PPKM Darurat

Nasional

Usai Putusan Masa Iddah Jabatan Politik, Massa Pendukung Gus Yusuf Coba Terobos Sidang Pleno Muktamar

Nasional

3 Kesalahan Jaksa di Kasus Guru Supriyani Dikuliti Susno Duadji,Pantesan Kuasa Hukum Sebut Aneh

Nasional

Mahfud MD Perintahkan Polisi Periksa Denny yang Bocorkan Rahasia Negara

Nasional

Sejarah Pemilu di Indonesia: Jejak Demokrasi dalam Sorotan Waktu
error: Content is protected !!