Home / Politik

Rabu, 12 Oktober 2022 - 06:29 WIB

PKS soal Wacana Pilkada Kembali ke DPRD: Mesti Dibahas Komprehensif

Politikus PKS Mardani Ali Sera. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)  Baca artikel CNN Indonesia

Politikus PKS Mardani Ali Sera. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Baca artikel CNN Indonesia "PKS soal Wacana Pilkada Kembali ke DPRD: Mesti Dibahas Komprehensif" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221011182009-32-859197/pks-soal-wacana-pilkada-kembali-ke-dprd-mesti-dibahas-komprehensif. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Jakarta –  Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan wacana mengembalikan proses pemilihan kepala daerah (pilkada) lewat DPRD harus dibahas secara komprehensif dan integral.
Menurutnya, wacana mengembalikan pilkada lewat DPRD merupakan tema pembahasan yang menarik.

“Mesti dibahas komprehensif dan integral,” kata Mardani saat dihubungi, Selasa (11/10).

Namun, ia menyatakan pengembalian pilkada lewat DPRD akan lebih kuat jika dikaitkan dengan penguatan proses pengambilan keputusan.

Contohnya, menurut Mardani, pembatasan jumlah kota atau kabupaten dalam satu provinsi, serta penguatan peran otonomi daerah.

Baca juga  Dengar Pendapat KPU dan Bawaslu, Cornelis Minta Perjuangkan Di Banggar

Diberitakan, pimpinan MPR sebelumnya bertemu Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Senin (10/10) membahas wacana pilkada dipilih DPRD lagi.

Menurut Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet langkah mengembalikan Pilkada dilakukan di tingkat legislatif level daerah atau DPRD itu sah dilakukan. Dia mengatakan proses itu pun tetap demokratis dan sesuai dengan Pancasila.

Bamsoet mengatakan mengkaji sistem pelaksanaan pilkada secara langsung bukan langkah yang tidak boleh dilakukan.

“Namun bukan berarti kajian mendalam terhadap pelaksanaan pilkada langsung tidak boleh dilakukan. Mengingat menurut pasal 18 ayat 4 UUD 1945, gubernur, bupati, dan wali kota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis,” kata Bamsoet dalam keterangannya usai menjamu Wantimpres.

Baca juga  Jika Khofifah Jadi Pendamping Anies, NasDem “Menang Banyak”

Bamsoet khawatir penyelenggaraan pilkada langsung justru semakin menyengsarakan kehidupan rakyat karena ruang korupsi semakin terbuka. (mts/tsa)

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Politik

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Partai Gelora Dukung Himbauan MUI agar Salat Idul Fitri di Rumah

Politik

Daftar Partai yang Diprediksi Lolos ke Senayan,Survei Litbang Kompas: 7 Parpol Penuhi Syarat PT

Politik

AHY Menang, Pengadilan Tinggi Jakarta Tolak Banding Jhoni Allen

Politik

Ribuan Pendukung Hantar Pasangan HEVI Daftar ke KPU Maju Sebagai Balon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Landak

Politik

H. Alifudin Sosalisasi Empat Piliar MPR RI di Desa Munggu

Politik

Akbar Tandjung Dukung Penuh Putrinya Jabat Ketua Golkar Kota Solo

Politik

Partai Gelora Kecam Tindakan Singapura terhadap UAS, Dinilai Kental Unsur Islamophobianya

Politik

Karolin Tutup Gebyar Semarak HUT RI ke 78 di Pahauman
error: Content is protected !!