Home / Internasional

Sabtu, 15 April 2023 - 01:13 WIB

Indonesia Kecam Keras Serangan Udara Junta Myanmar

Kerusakan akibat serangan udara junta militer di desa Pazigyi di Kotapraja Kanbalu, Wilayah Sagaing, Myanmar, Selasa, 11 April 2023. (Kelompok Aktivis Kyunhla via AP)

Kerusakan akibat serangan udara junta militer di desa Pazigyi di Kotapraja Kanbalu, Wilayah Sagaing, Myanmar, Selasa, 11 April 2023. (Kelompok Aktivis Kyunhla via AP)

Jakarta – Indonesia mengecam keras serangan udara yang dilakukan jutan militer Myanmar terhadap masyarakat sipil yang sedang berkegiatan.

Junta Myanmar mengaku telah melakukan serangan udara mematikan terhadap sebuah acara yang digelar Desa Pa Zi Gyi, Kanbalu, Sagaing, hari Selasa (11/4). Pihak junta militer mengatakan acara itu dilakukan oleh para pemberontak, yang menjadi sasaran mereka. Jika ada penduduk sipil ikut tewas, hal itu karena mereka dipaksa membantu “teroris”. Mengutip seorang anggota kelompok pro-demokrasi dan media independent, kantor berita Associated Press melaporkan sedikitnya 100 orang tewas, termasuk anak-anak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada VOA, Kamis (13/4), mengatakan Indonesia sebagai ketua ASEAN, Kamis (13/4) telah mengeluarkan pernyataan terkait gempuran udara oleh junta Myanmar itu.

“Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari ini, disampaikan kecaman atas informasi adanya serangan udara terhadap masyarakat sipil yang sedang berkegiatan di satu kampung. Juga ditegaskan semua bentuk kekerasan harus segera dihentikan, terlebih lagi penggunaan kekerasan yang juga menimbulkan korban jiwa masyarakat sipil,” kata Faizasyah.

Baca juga  Asisten Sekda Landak Buka Kegiatan Pembinaan Kepada Pemerintah Desa Se-Kabupaten Landak dan Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Prioritas Tahun Anggaran 2024

Indonesia sebagai ketua ASEAN, lanjutnya, yakin perlunya satu kondisi yang ideal bagi terwujudnya dialog nasional sehingga tercapai perdamaian yang berkelanjutan di Myanmar.

Lebih jauh Faizasyah mengatakan Indonesia berharap dapat segera mewujudkan dialog nasional yang inklusif, namun masih harus terus melakukan komunikasi dan konsultasi. Selama hampir dua tahun Indonesia terus mencoba mencapai kemajuan terkait implementasi lima point konsensus yang dicapai pada April 2021, yang tak kunjung membuahkan hasil.

Pengamat Myanmar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pandu Prayoga mengatakan serangan oleh junta itu memiliki beberapa tujuan terhadap warga sipil.

“Yang pertama menyebarkan teror, bahwa yang berkuasa satu-satunya di Myanmar adalah pihak junta militer. Kedua, perang psikologi, pilih oposisi atau pilih kami Kalau (rakyat) pilih kami, aman. Kalau pilih menjadi oposisi, akan terus diserang,” ujar Pandu.

Baca juga  Pj. Bupati Landak Launching Bengkel Alsintan

Tujuan selanjutnya adalah terus menerus menciptakan konflik menjelang pemilu, agar warga senantiasa disibukkan dengan konflik, bukan pada hasil pemilu. Alhasil, lanjut Pandu, ujung-ujungnya pemenang pemilihan umum di Myanmar nantinya adalah militer.

Masih terus terjadinya aksi kekerasan, tambahnya, menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan Indonesia sebagai ketua ASEAN tidak efektif. Ia mengakui salah satu kelemahan ASEAN adalah tidak memiliki sanksi terhadap negara anggota yang melanggar rinsip dan aturan ASEAN, seperti yang dilakukan junta Myanmar, atau memberikan sanksi sosial seperti pengucilan. [fw/em]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Top 3 Dunia: Uni Emirat Arab Diguyur Hujan Lebat hingga Belasungkawa Arab Saudi untuk Cina

Internasional

Dua WNI Meninggal Akibat Gempa di Turki

Internasional

Seniman Libya Restorasi Al-Quran Tua di tengah Ramadan

Internasional

Nah Lho, Maladewa Ikut Jejak Arab Putus Hubungan dengan Qatar

Internasional

Sumber: Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Myanmar dengan PBB dan Pemerintah Bayangan

Internasional

Labubu, Dari Tato Sampai Rela Antri dan Rebutan Boneka Lucu

Internasional

Rusia Lanjutkan Serangan, Drone Hantam Area Ibu Kota Ukraina

Internasional

Dua Perempuan Indonesia Tekuni Olah Raga Ekstrem
error: Content is protected !!