Home / Internasional

Rabu, 3 Mei 2023 - 08:55 WIB

Wali Kota Muslim di New Jersey Dilarang Masuk Acara Idul Fitri di Gedung Putih

Wali Kota di Amerika Serikat, Mohamed T. Khairullah. Foto: Facebook/Mayor Mohamed T. Khairullah

Wali Kota di Amerika Serikat, Mohamed T. Khairullah. Foto: Facebook/Mayor Mohamed T. Khairullah

AMERIKA SERIKAT, LANDAKNEWS.ID – Secret Service Amerika Serikat (AS) melarang seorang wali kota Muslim ikut serta pada perayaan Idul Fitri di Gedung Putih, yang dihadiri Presiden Joe Biden.

Kejadian itu menimpa Wali Kota Prospect Park di New Jersey, Mohamed T. Khairullah. Dia mengatakan, kabar penolakan diterimanya hanya beberapa saat sebelum tiba di Gedung Putih pada Senin (1/5). Ia mengatakan, Secret Service tidak memberikannya izin masuk Gedung Putih.

Pihak Gedung Putih pun tidak mengungkap alasan kenapa Secret Service menolak Khairullah masuk.

Wali Kota di Amerika Serikat, Mohamed T. Khairullah. Foto: Facebook/Mayor Mohamed T. Khairullah

Wali Kota di Amerika Serikat, Mohamed T. Khairullah. Foto: Facebook/Mayor Mohamed T. Khairullah© Disediakan oleh Kumparan

“Saya bingung dan kecewa,” kata Khairullah lewat wawancara via telepon seperti dikutip dari Associated Press.

“Bukan soal tidak bisa ke pesta, tapi kenapa tidak boleh. Ini karena sebuah daftar yang menargetkan identitas saya. Menurut saya pejabat tertinggi AS tidak boleh kalah dengan profil seperti itu,” sambung dia.

Baca juga  Pendiri KBMN Resah Melihat Konflik di Keraton Ismahayana Landak

Jubir Secret Service, Anthony Guglielmi, mengkonfirmasi penolakan terhadap Khairullah. Tetapi, dia tak mengungkap alasan penolakan tersebut.

Wali Kota di Amerika Serikat, Mohamed T. Khairullah. Foto: Facebook/Mayor Mohamed T. Khairullah

Wali Kota di Amerika Serikat, Mohamed T. Khairullah. Foto: Facebook/Mayor Mohamed T. Khairullah© Disediakan oleh Kumparan

“Kami menyesalkan ketidaknyamanan yang terjadi, pak Wali Kota tidak bisa masuk ke dalam kompleks Gedung Putih pada acara malam ini,” kata Gugliemi.

“Sayangnya kami tidak bisa komentar jauh atas dasar perlindungan dan metode kemamanan yang kami pakai,” sambung dia.

Berdasarkan pengakuan Khairullah, pada 2019 lalu dirinya pernah diperiksa aparat keamanan AS usai mendarat di bandara John F. Kennedy di New York. Saat pemeriksaan selama tiga jam, Khairullah ditanyai sejumlah pertanyaan terkait terorisme. Kejadian itu berlangsung saat Khairullah kembali ke AS dari Turki.

Baca juga  Zelenskyy Perintahkan Pasukan Rusia Untuk 'Pulang ke Rumah'

Ia juga pernah juga ditahan sebentar di perbatasan AS-Kanada. Ketika itu, Khairullah sedang berlibur bersama keluarga.

Khairullah lahir di Suriah, namun keluarganya mengungsi akibat kerusuhan besar pada awal 1980an. Sempat menetap di Arab Saudi, pada 1991 Khairullah tiba Prospect Park AS dan hidup di sana sejak itu.

Khairullah menjadi warga AS sejak 2000. Sepanjang 2012 sampai 2015 Khairullah tujuh kali ke Suriah dalam misi kemanusiaan.

Sumber: Kumparan

Share :

Baca Juga

Internasional

Presiden Ekuador Nyatakan Kondisi Darurat pasca Pembunuhan Capres Antikorupsi

Internasional

Zelenskyy Minta AS Kirim Tambahan Jet untuk Lawan Serangan Rusia

Internasional

Nissa Wargadipura dari Pesantren Ath-Thaariq Garut Raih “FAO Heroes 2024”

Internasional

Depkeh AS akan Rilis Memo Tekanan Pemilu dan Laporan Pajak Trump

Internasional

Terlihat Dari Gambar Google Earth NASA: Penuh Lubang Peluru, Peneliti Kecelakaan Klaim Temukan Pesawat MH370

Internasional

WHO Desak Pemerintah Terapkan Pembatasan yang Lebih Ketat

Internasional

Macron Sebut Rusia Terlibat Serangan Kimia di Suriah

Internasional

Pengadilan Malaysia kembali menyidangkan mantan majikan pekerja Indonesia
error: Content is protected !!