Home / Politik

Selasa, 30 Mei 2023 - 09:15 WIB

MENGUAT Tanda-tanda Prabowo Jadi Presiden di Masa Tua Seperti Ramalan Gus Dur, Cek Survei Terbaru

Mendiang Gus Dur dan putrinya, Alissa Wahid (Dok Pribadi via Wartakotalive.com)

Mendiang Gus Dur dan putrinya, Alissa Wahid (Dok Pribadi via Wartakotalive.com)

JAKARTA, LANDAKNEWS.ID – Seperti diketahui, Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra akan kembali maju dalam pertarungan pemilihan presiden (Pilpres 2024).

Meski sudah bebepara kali kalah dalam pemilihan presiden, Prabowo Subianto tak menyerah.

Dalam sebuah kesempatan dia memberikan alasan bahwa dirinya adalah seorang prajurit dan tidak akan pernah mengenal kata menyerah.

Sehingga untuk menggapai cita-cita menjadi seorang presiden, dia mengatakan akan berjuang sampai titik darah penghabisan.

Upaya Prabowo Subianto ini bisa jadi akan sejalan dengan ramalan Gus Dur, atau bernama lengkap Abdurrahaman Wahid, Presiden ke-4 RI sebelum digantikan Megawati Soekarnoputri.

Semasa hidupnya, Gus Dur pernah meramalkan jika Prabowo Subianto akan menjadi presiden di masa tua.

Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan (Dok Tribun)

Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan (Dok Tribun)© Disediakan oleh TribunTrends.com

Tentang ramalan Gus Dur yang menyebut Prabowo Subianto akan menjadi presiden di masa tua ini dikonfirmasi lagi oleh cucu pendiri NU, KH Irfan Yusuf Hasyim.

Pertengahan 2022, Prabowo Subianto bertemu dengan KH Irfan Yusuf Hasyim, di Pondok Pesantren atau Ponpes tebuireng, Jawa Timur.

“Saya mengutip ucapannya Gus Dur, beliau pernah mengatakan Pak Prabowo jadi presiden di usia tua. InsyaAllah 2024,” ungkap Gus Irfan dalam siaran pers kunjungan Prabowo ke Pondok Pesantren atau Ponpes tebuireng, Jawa Timur, Rabu (4/5/2022).

Kunjungan Prabowo Subianto ke Tebu Ireng, selain bersilaturahmi, juga untuk berziarah ke makam Gus Dur.

Ramalan Gus Dur yang menyebut Prabowo Subianto bakal menjadi presiden di masa tua bisa menjadi kenyataan.

Muncul tanda-tanda Prabowo Subianto bakal jadi presiden di masa usia tua, seperti ramalan Gus Dur, hasil survei elektabilitas Capres menguatkan! (Kompas.com/ Kristianto Purnomo)

Muncul tanda-tanda Prabowo Subianto bakal jadi presiden di masa usia tua, seperti ramalan Gus Dur, hasil survei elektabilitas Capres menguatkan! (Kompas.com/ Kristianto Purnomo)© Disediakan oleh TribunTrends.com

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terbaru, elektabilitas Prabowo Subianto mengalahkan dua kadidat capres Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Survei terakhir tersebut memperlihatkan posisi teratas ditempati Prabowo Subianto dengan angka 33,9 persen, Ganjar Pranowo di posisi dua dengan angka 31,9 persen, dan Anies Baswedan di angka 20,8 persen.

Ada tiga hal yang menyebabkan elektabilitas capres Ganjar Pranowo ini turun.

Hal tersebut disampaikan peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby.

“Kami dari LSI Denny JA menemukan setidaknya ada tiga alasan kuat yang mempengaruhi mengapa elektabilitas Pak Ganjar menurun,” kata Adjie dalam paparan survei, Jumat (19/5/2023).

Pertama, kata Adjie, turunnya elektabilitas Ganjar Pranowo disebabkan oleh batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 2023.

Sebab, dalam survei LSI Denny JA memperlihatkan ada 72 persen publik yang kecewa Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.

Publik menilai, Ganjar menjadi salah satu tokoh yang menolak Israel bermain di Indonesia. Penolakan ini dianggap menjadi salah satu pertimbangkan FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.

“Pernyaaan Pak Ganjar yang viral kemudian dikaitkan oleh publik menjadi penyebab batalnya Indonesia sebagai tuan rumah ” ujar Adjie.

“Oleh karena itu, siapa yang paling disalahkan, urutan pertama Pak Ganjar, urutan kedua Ibu Megawati, urutan ketiga PDI-P,” katanya lagi.

Hal kedua yang membuat elektabilitas Ganjar turun adalah persepsi publik terhadap personality Gubernur Jawa Tengah yang disebut sebagai petugas partai saat dideklarasikan sebagai capres tersebut.

Publik menilai, Ganjar Pranowo bukan tipe pemimpin yang kuat lantaran dibayang-bayangi oleh Partainya.

“Pak Ganjar dinilai sebagai pemimpin yang tidak mampu mengambil keputusan sendiri karena keputusan Pak Ganjar harus dikonsultasikan atau harus direstui oleh pihak yang memberi surat tugas, dalam hal ini Ketua Umum PDI-P,” kata Adjie.

Terakhir, publik menilai kinerja Ganjar Pranowo menangani kemiskinan di Jawa Tengah buruk.

Data menunjukan bahwa Jawa Tengah adalah provinsi kedua termiskin di pulau Jawa dengan presentase kemiskinan sebesar 10.98 persen.

Adapun kemiskinan di Jawa Tengah juga melampaui prosentase rata-rata kemiskinan nasional.

Tahun 2022, rata-rata kemiskinan nasional sebesar 9.57 persen.

“Sebagai gubernur dua periode Jawa Tengah, Pak Ganjar dianggap gagal menangani isu kemiskinan. Padahal, isu kemiskinan ini dalam survei yang kita lakukan dari tahun ke tahun adalah isu prioritas,” ujar Adjie.

Adapun survei LSI dilakukan terhadap 1.200 responden dengan teknik wawancara tatap muka menggunakan kuesioner pada 3-14 Mei 2023.

Survei dengan metode multi stage random sampling ini memiliki margin of error sebesar lebih kurang 2,9 persen. (*)

Sumber: Tribun

Share :

Baca Juga

Politik

Survey Cirus, Popularitas dr. Karolin Teratas

Politik

Usai Duduk Semeja dengan Anies Baswedan dan Surya Paloh, Airlangga Singgung soal Koalisi Besar

Politik

3 Dugaan Sinyal Koalisi Indonesia Bersatu Gabung ke Koalisi Perubahan

Politik

Merespons Putusan MK, Megawati Umumkan Calon Kepala Daerah Gelombang Kedua Besok, Ada Jakarta?

Politik

DPD Golkar Landak Kumpulkan Seluruh Pimcat

Politik

Anis Matta : Jangan Jadikan Indonesia Medan Tempur Bangsa Lain Seperti Yang Terjadi Di Ukraina

Politik

Heri Saman Serahkan Berkas Persyaratan Balon Bupati Landak

Politik

Partai Gelora: Demokrasi Prosedural Dinilai Hambat Munculnya Orang-orang Terbaik untuk Memimpin Negeri Ini
error: Content is protected !!