Home / Politik

Minggu, 26 Maret 2023 - 11:35 WIB

3 Dugaan Sinyal Koalisi Indonesia Bersatu Gabung ke Koalisi Perubahan

Jakarta – Kehadiran Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam acara buka puasa bersama yang digelar Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta Pusat pada Sabtu kemarin, 25 Maret 2023, menuai spekulasi. Kehadiran kedua partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) itu diduga sebagai sinyal bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk Perubahan atau Koalisi Perubahan.

Diketahui, Partai Golkar bersama PPP dan Partai Amanat Nasional (PAN) bermitra dalam KIB. Sementara Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bekerja sama dalam Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) 2024.

Sinyal pertama datang dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat ditanya ihwal peluang KIB berkoalisi dengan Koalisi Perubahan. Airlangga mengatakan bahwa koalisi besar pasti menguntungkan Indonesia.

“Jadi kita tunggu tanggal mainnya,” kata Airlangga di NasDem Tower, Sabtu, 25 Maret 2023.

Usai berbuka puasa bersama, Airlangga bertemu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh selama kurang lebih satu jam. Airlangga hanya menjelaskan, mengingat ada faktor historis antara keduanya, maka mereka memutuskan untuk berbincang dan mengenang masa lalu. Sebelum ada NasDem, Paloh merupakan kader Partai Golkar.

Baca juga  Gerindra Minta Maaf Bendera dan Atribut Partai Ganggu Masyarakat

“Jadi kita mengingat masa-masa indah dan ke depan berharap hubungan Partai NasDem dan Golkar selalu terjalin. Kebetulan Golkar sebagai salah satu partai paling tua tentu harus terbuka terhadap seluruh partai,” kata Airlangga.

Sinyal senyuman

Dugaan sinyal kedua, kemungkinan bergabungnya KIB ke Koalisi Perubahan, diamini PPP meskipun secara tidak eksplisit. Wakil Ketua Umum PPP Rusli Effendi mengaku hanya mendapatkan sinyal senyuman. “Yang ada baru senyum-senyum. Baru senyum-senyum (sinyal),” kata Rusli di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu, 25 Maret 2023.

Selanjutnya: Rusli menyebut dirinya mewakili…

Rusli menyebut dirinya mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono untuk memenuhi undangan buka bersama yang digelar Partai NasDem di NasDem Tower.

“Saya mewakili Pak Mardiono tentu hadir silaturahim karena kan semua partai kan sahabat,” kata Rusli.

Baca juga  Partai Gelora: Di Pemilu 2024, Pemuda Jangan Jadi Objek Lagi, Tapi Harus Jadi Subjek dalam Politik

Sementara dugaan sinyal ketiga bergabungnya KIB ke Koalisi 

Perubahan terlihat jelas dari pernyataan PKS. Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan Koalisi Perubahan menyambut baik jika Partai Golkar hendak bergabung. Dia menyebut koalisi ini memang mengundang semua partai yang mendukung gagasan perubahan dan perbaikan.

“Oh iya, kami mengundang semua yang datang, partai-partai yang mau koalisi dengan pembaharuan dan perbaikan akan kita sambut. Saya katakan welcome, kapan saja dan kita siap,” kata Aboe dalam acara berbuka puasa bersama di NasDem Tower.

Aboe menjelaskan, ketiga partai memang membuka komunikasi dengan partai di luar koalisi, seperti Golkar. Dia menyebut komunikasi itu sebagai hal yang lumrah. “Komunikasi ini penting, jangan disekat-sekat komunikasi ketika anak bangsa ingin bersatu, jangan diganggu,” begitu kata Aboe.

Sumber: Tempo

Share :

Baca Juga

Politik

Indonesia Berpotensi Susul Sri Lanka Jadi Negara Gagal, Pemerintah Diminta Segera Alihkan Proyek Infrastruktur yang Manfaat Ekonominya Rendah

Politik

Anis Matta: Cegah Kekerasan Terhadap Ulama & Perusakan Tempat Ibadah

Politik

Akhiri Polarisasi Bangsa, Anis Matta Jadikan Partai Gelora Lebih Indonesia

Politik

Denny Indrayana Prediksi MKMK Kejutkan Gibran,Baliho Prabowo-AHY Mulai Muncul

Politik

PDIP Sudah Tutup Buku,Tapi,Bobby Nasution Masih Bingung Soal Status Keanggotaan,,Kalau DPP Belum,

Politik

Anis Matta: Verifikasi Parpol Jadi Ajang Verifikasi Tekad Menjadikan Indonesia 5 Besar Dunia

Politik

Panen Padi Di Lahan Sendiri, Cornelis : Saya Langsung Memberikan Contoh

Politik

Para Capres Janjikan Tata Kelola Sektor Kelapa Sawit yang Lebih Baik
error: Content is protected !!