Home / Politik

Selasa, 23 November 2021 - 05:59 WIB

Akhiri Polarisasi Bangsa, Anis Matta Jadikan Partai Gelora Lebih Indonesia

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, Partai Gelora adalah wadah aspirasi politik semua kelompok, baik kelompok kanan, kelompok tengah atau moderat, dan kelompok kiri.

Hal ini diharapkan dapat menghilangkan dampak polarisasi bangsa yang terjadi akibat pertarungan politik di Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu.

“Partai Gelora harus berdiri, mewakili semua populasi, bukan kelompok-kelompok. Kita saat ini terpolarisasi,  setidaknya ada tiga kelompok, kelompok kanan, kelompok tengah atau moderat, dan kelompok kiri,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (22/11/2021).

Menurut Anis Matta,  Partai Gelora membawa semangat aspirasi semua kelompok, bukan satu kelompok. Sehingga Partai Gelora lebih terbuka.

“Yang kanan biasanya menggunakan istilah umat. Yang tengah menggunakan istilah bangsa. Yang kiri menggunakan istilah rakyat. Bedanya apa rakyat, bangsa, ummat? Secara pengertian ini sama saja sebetulnya. Makanya kita di Partai Gelora menggunakan istilah gelombang rakyat karena kita mau keluar dari semangat mewakili kelompok,” jelasnya.

Baca juga  Polres Landak Laksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Kapuas 2023

Sebagai partai terbuka, Anis Matta menegaskan, Partai Gelora tidak mewarisi pengelompokan lama dan lebih meng-Indonesia.

“Siapa saja boleh bergabung ke Partai Gelora, mau Islam, Kristen, Hindu atau Budha. Kita terbuka kepada siapa saja, apapun etnis dan suku bangsanya,” tegas Anis Matta.

Anis Matta mengaku, Partai Gelora masih sering dihubung-hubungkan dengan Partai Keadlian Sejahtera (PKS), padahal sudah tidak ada sangkut-pautnya sama sekali.

“Ini yang harus saya jelaskan, karena kita masih kerap dihubung-hubungkan dengan PKS. Kader PKS di Partai Gelora itu minoritas, sekitar 5 persen saja, lainnya dari berbagai kelompok dan agama. Dan sebagian besar kader kita, pendidikannya justru tingkat SD-SMA, mencermikan pendidikan rakyat Indonesia, tetapi mereka bisa memahami narasi 5 besar dunia, yang dianggap berat oleh sebagian elit politk,” ujarnya.

Baca juga  Megawati Bakal Pimpin Rapat Bahas Pilkada Jakarta, PDIP Mantap Mau Usung Ahok?

Karena itu, Partai Gelora harus bisa menjadi jembatan bagi semua kelompok, bukan membangun tembok yang menghalangi berbagai elemen lain.

Saat ini,  diperlukan kolaborasi semua kelompok agar Indonesia menjadi bangsa besar dan pemain global yang disegani.

Anis Matta menambahkan, Partai Gelora akan mengedepankan upaya untuk membangun  kedekatan dengan berusaha melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat.

“Ini tidak bisa digantikan dengan apapun. Karena itu sekarang kita berusaha menjembatani ini di tengah pandemi sekarang ini,” pungkasnya. (R)

Share :

Baca Juga

Politik

Bhabinkamtibmas Hadiri Kegiatan Rapat Perencanaan Pembangunan di SD Bina Setia Merada

Politik

Fahri Hamzah: Tiket Pilpres 2024 Sudah Diborong Oligarki, Rakyat Gigit Jari

Politik

Fraksi Nasdem Tidak Menolak Raperda Kelembagaan Adat Dayak

Politik

Golkar Kubu Raya Buka Pendaftaran Calon Bupati

Politik

KPU Kabupaten Landak Gelar FGD “Evaluasi Penataan Daerah Pemilihan Dan Alokasi Kursi Pemilihan Umum Tahun 2024”

Politik

Karolin Ganti Sepeda Motor Relawan yang Hilang Saat Pendaftaran ke KPU

Politik

Anis Matta : Krisis Menuntut Lahirnya Kepemimpinan Baru

Politik

Dua Anak Emas
error: Content is protected !!