Home / Internasional

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 09:46 WIB

Apa Alasan Indonesia Belum Masuk BRICS?

Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan pada Kamis (24/8/2023).

Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan pada Kamis (24/8/2023).

JAKARTA, LANDAKNEWS.ID – Indonesia belum berencana untuk masuk ke dalam kelompok BRICS.

BRICS adalah perkumpulan negara-negara berkembang utama di dunia. Saat ini anggota BRICS adalah Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia belum akan masuk menjadi anggota baru BRICS. Padahal, Jokowi telah hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan, Kamis (b24/8/2023).

Adapun, negara yang ingin masuk ke dalam BRICS harus menyampaikan surat expression of interest atau pernyataan minat. Sementara itu, menurutnya, hingga saat ini Indonesia belum menyampaikan surat yang dimaksud.

“Sampai saat ini memang Indonesia belum menyampaikan surat tersebut,” ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Jumat (25/8/2023).

Baca juga  Pakistan Berbagi 'Bukti Tak Terbantahkan' dengan PBB, Kaitkan India dengan Terorisme

Jokowi menambahkan, Indonesia masih mengkaji lebih lanjut soal kemungkinan bergabung jadi anggota BRICS.

Tak hanya itu, pemerintah Indonesia juga akan mengalkulasi mengenai berbagai hal terkait keanggotaan dalam organisasi tersebut.

Dari sebab itu, Jokowi menekankan, Indonesia tidak ingin terburu-buru mengajukan diri menjadi bagian dari BRICS.

Namun, Jokowi mengatakan, saat ini hubungan Indonesia dengan lima negara anggota BRICS terjalin dengan sangat baik.

“Hubungan kita dengan lima negara anggota BRICS juga sangat baik dan terutama di bidang ekonomi,” ujarnya.

Sebagai informasi, organisasi ini disebut-sebut tandingan dari blok negara-negara ekonomi maju G7 yang beranggotakan Amerika Serikat, Prancis, Italia, Inggris, Jepang, Kanada, dan Jerman.

Banyak negara disebut berminat untuk masuk ke dalam BRICS. Sekurang-kurangnya terdapat 23 negara yang telah resmi mengajukan permohonan keanggotaan BRICS.

Baca juga  DPRD Landak Gelar Paripurna Penyampaian Pidato Pengantar Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Landak T.A 2020

Sementara, tahun depan BRICS akan memiliki enam anggota baru yakni Argentina, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Saat ini, negara-negara BRICS menyumbang hampir 42 persen dari total populasi global, 25 persen dari total ekonomi global, dan 20 persen dari total perdagangan global.

Pada 2022, gabungan dari kelima negara anggota BRICS memiliki lebih dari 14 persen hak suara (voting power) di Bank Dunia serta lebih dari 14 persen dari total saham di Dana Moneter Internasional (IMF).

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Internasional

Polisi Malaysia Geledah Apartemen Keluarga Najib Razak

Internasional

KJRI Jeddah Imbau Muslim RI Tunda Rencana Umrah

Internasional

Wapres AS: China Lakukan Pemaksaan, Intimidasi di Laut China Selatan

Internasional

Militer Myanmar Bebaskan Ribuan Demonstran yang Ditahan

Internasional

Depkeh AS akan Rilis Memo Tekanan Pemilu dan Laporan Pajak Trump

Internasional

Tarif Hotel Melonjak, Jemaah dan Penyelenggara Umrah Resah

Internasional

Jokowi akan Bertemu Biden di Gedung Putih Hari Senin

Internasional

Memahami Istilah Nepo Kids yang Memicu Demo Besar di Nepal
error: Content is protected !!