Home / Internasional

Selasa, 9 Maret 2021 - 15:40 WIB

Militer Myanmar Bebaskan Ribuan Demonstran yang Ditahan

JAKARTA – Ribuan demonstran muda anti-kudeta Myanmar yang ditahan oleh pasukan keamanan di Yangon akhirnya dibebaskan.

Pembebasan itu, kata para aktivis, setelah adanya seruan dari Barat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (9/8).

Aktivis pemuda Shar Ya Mone mengatakan dia berada di sebuah gedung dengan 15 hingga 20 orang lainnya, namun sekarang sudah dapat kembali pulang.

“Ada banyak tumpangan mobil gratis dan orang-orang menyambut para pengunjuk rasa,” kata Shar Ya Mone melalui telepon dikutip dari Reuters.

Ia berjanji akan terus berdemonstrasi sampai kediktatoran di Myanmar berakhir.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelumnya menyerukan “pengekangan maksimum” dan pembebasan aman untuk semua pengunjuk rasa tanpa kekerasan atau penangkapan. Seruan yang juga digemakan oleh kedutaan besar AS dan Inggris di Myanmar.

Baca juga  Media Asing Ramai-ramai Soroti Pelantikan Prabowo-Gibran, Apa Kata Mereka?

Sebelumnya, ribuan orang menentang jam malam agar bisa turun ke jalan di kota utama Myanmar untuk mendukung para pemuda di distrik Sanchaung, tempat mereka mengadakan protes harian.

Pada hari Senin polisi mengumumkan akan memeriksa rumah di Saunchang. Memastikan apakah ada orang dari luar distrik dan akan menghukum siapa pun yang ketahuan menyembunyikannya.

Pengunjuk rasa lain memposting di media sosial bahwa mereka bisa meninggalkan daerah sekitar jam 5 pagi setelah pasukan keamanan mundur.

Kelompok hak advokasi mengatakan sekitar 50 orang ditangkap di Sanchaung setelah polisi menggeledah rumah, meskipun pemeriksaan masih terus dilakukan.

Seorang juru bicara junta militer tak menjawab ketika dimintai komentar.

Televisi milik pemerintah MRTV pernah mengatakan, “Kesabaran pemerintah sudah habis dan ketika mencoba meminimalkan korban dalam menghentikan kerusuhan, kebanyakan orang mencari stabilitas penuh (dan) menyerukan tindakan yang lebih efektif terhadap kerusuhan.”

Baca juga  Depkeh AS akan Rilis Memo Tekanan Pemilu dan Laporan Pajak Trump

Tiga pengunjuk rasa tewas dalam demonstrasi di Myanmar utara dan Delta Irrawaddy pada hari Senin, menurut saksi mata dan media lokal.

Kematian baru-baru ini menambah jumlah korban yang tewas selama aksi kudeta berlangsung. PBB mencatat lebih dari 50 orang tewas oleh polisi dan tentara sejauh ini, saat melawan rezim militer

Pekan lalu, PBB mengatakan jumlah kematian sebenarnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi daripada jumlah korban yang dapat dikonfirmasi. (CNNI)

Share :

Baca Juga

Internasional

Dokumen Bocor Tunjukkan Keraguan Facebook Membatasi Konten Perpecahan di India

Internasional

Trump Ancam Gempur Rezim Suriah, Rusia Peringatkan AS

Internasional

AS, Indonesia, Australia Langsungkan Latihan Militer di Tengah Kekhawatiran Akan China

Internasional

PBB: Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Bisa Capai 50.000

Internasional

Theresa May Ungkap Susunan Kabinet Baru

Internasional

Erdogan Batal Usir 10 Duta Besar Negara Barat

Internasional

Saat Ancaman India Mengguncang Dunia, Sarjana Pertanian Wajib Tersinggung

Internasional

Cegah Penularan Corona di Penjara, Italia Bebaskan Bos Mafia
error: Content is protected !!