Pontianak – Muda udah lengser, dan tak bisa lagi maju. Kabar gembira buat yang ingin bertarung di Pilkada Kuburaya. Tak ada petahana. Cuma, Rusman Ali alias Tok Ali _is back_ . Mantan Bupati Kuburaya ini santer diisukan siap maju lagi. Bagaimana peluang Tok Ali ini?
Bila Tok Ali maju lagi, peluangnya pasti besar. Mantan pejabat BPN, orang menggelarinya tuan tanah, mantan Bupati, pernah jadi penghuni Senayan. Di sini saja sudah berat mau dilawan. Ditambah lagi beliau Ketua Timses pemenangan Prabowo Gibran di Kuburaya, dan menang telak lagi. Ditambahkan lagi ada orang baru di samping hidupnya menjadi energi jreng untuk bertarung di Pilkada serentak November depan. Soal perahu, sekelas Tok Ali bakal banyak partai mau menumpanginya. Salah satunya Gerindra atau partai koalisi Indonesia Maju (Golkar, PAN, Demokrat). Logistik, jangan ditanya, tinggal _sebot jak_
Ada yang berani melawan? Karena tak ada petahana, pasti ada. Siapa dia? Sempat beredar istri Muda Mahendrawan, Rosalina diisukan maju. Indikasinya, Rosalina sering dikenalkan ke warga oleh suaminya. Mulai diperankan terutama di kalangan ibu-ibu. Salah satunya saat meresmikan Sekretariat BKMT Kubu Raya. Mana ada Pemda di Indonesia memberikan keistimewaan pada organisasi kelompok pengajian ibu-ibu itu. Publik bisa membaca, arahnya ingin Rosalina bisa melanjutkan kiprah sang suami. Masalahnya paling pada perahu, partai mana mau numpangi istri Muda ini.
Berikutnya, masuk nominasi, Sujiwo, mantan Wakil Bupati Kuburaya. Saya kirakan, beliau bisa jadi penantang sepadan Tok Ali. Soal tiket, tak ada masalah. Beliau Bendahara PDIP Kalbar, orang dekatnya Lasarus. Dengan NU juga dekat. Cuma, apakah beliau mau maju menantang Tok Ali, itu saja sih. Prediksi saya bila lawannya Tok Ali, Sujiwo pilih mundur. Tiket PDIP bisa saja diserahkan ke istri Muda, atau ikut mendukung Tok Ali. Hal ini mengingat Tok Ali terpilih jadi Bupati karena sentuhan PDIP juga.
Siapa lagi ya? Sejauh ini, berdasarkan teropongan saya, baru dua insan yang diprediksi menantang Tok Ali.Tak tahulah dalam beberapa bulan ke depan. Pasti ada nama baru muncul, hal ini mengingat tak ada petahana.
Tok Ali bukan tak punya kekurangan. Pertama, ia sudah tak muda lagi. Sementara trend pemimpin saat ini, orang muda. Kedua, ia pernah didemo pendukungnya saat memilih tak ikut Pilkada Kuburaya. Padahal, saat itu ia dalam posisi petahana. Memori ini akan mengiringi perjalanan pencalonan beliau. Takutnya para pendukung fanatiknya menjadi jera. Maaf ya Tok Ali.
Pilkada Kuburaya akan ada wajah baru sepertinya. Cuma, untuk sementara belum keluar. Pastinya seorang pemuda yang tajir. Trend anak muda, bukan Muda ya, akan memunculkan itu. Siapakah dia? Tunggu jak wak.
#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalimantan Barat









