Home / Nasional

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 06:35 WIB

Imigrasi Bali Tangkap Buronan asal China yang Lakukan Penipuan Investasi Bernilai $14 miliar

Tersangka LQ digiring oleh petugas imigrasi menuju ruang konferensi pers di Jakarta, pada 10 Oktober 2024. (Foto: AP/Tatan Syuflana)

Tersangka LQ digiring oleh petugas imigrasi menuju ruang konferensi pers di Jakarta, pada 10 Oktober 2024. (Foto: AP/Tatan Syuflana)

JAKARTA Petugas imigrasi di Bali menangkap seorang tersangka asal China yang dicari oleh Beijing karena membantu melakukan penipuan investasi senilai US$14 miliar kepada kliennya di China.

Pria berusia 39 tahun yang diidentifikasi dengan inisial LQ itu, ditangkap pada tanggal 1 Oktober, ketika petugas imigrasi di bandara internasional Ngurah Rai Bali menolak keberangkatannya ke Singapura.

Data biometrik dalam registrasi komputer di bandara mengidentifikasi LQ sebagai tersangka yang dicari oleh Beijing, menurut Silmy Karim, kepala imigrasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. LQ telah terdaftar dalam surat perintah penangkapan Interpol sejak akhir September.

Tersangka pertama kali tiba di Bali dari Singapura dengan menggunakan paspor Turki sebagai Joe Lin pada tanggal 26 September, hanya sehari sebelum Interpol mengeluarkan apa yang disebut Red Notice untuknya, sebuah permintaan kepada lembaga penegak hukum di seluruh dunia untuk menahan atau menangkap tersangka yang dicari oleh negara tertentu.

Baca juga  Tujuh Orang Kaya Indonesia: Low Tuck Kwong Terkaya Mengalahkan Hartono Bersaudara

“Dia salah jika menjadikan Indonesia sebagai negara transit, apalagi sebagai tempat bersembunyi,” kata Silmy memuji kemajuan teknologi dan kerja sama antara pihak imigrasi dan Polri.

Krishna Murti, the chief of the international division of the National Police, said the decision to deport or to extradite the suspect to China will take some time. Indonesia needs to confirm whether he has truly become a Turkish citizen in the meantime or if he used a fake passport to enter Indonesia.

Baca juga  Miftachul Akhyar Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin Akan Tutup Munas

Krishna Murti, Kepala Divisi Internasional Polri mengatakan, keputusan untuk mendeportasi atau mengekstradisi tersangka ke China akan memakan waktu.

LQ ditetapkan sebagai tersangka oleh Beijing setelah ia diduga mengumpulkan lebih dari 100 miliar Yuan (US$14 miliar) dari lebih 50.000 orang melalui skema Ponzi. [ps/rs]

Sumber: VOAI

Share :

Baca Juga

Nasional

Alasan Jokowi Belum Izinkan Polisi Periksa Hakim MK Dinilai Tak Tepat

Nasional

Lagi, Presiden Jokowi Tidak Hadiri Langsung Sidang Umum PBB

Nasional

Polisi Tembak 2 Terduga Anggota Militan Jemaah Islamiyah

Nasional

Wow Keren, Ditawar Rp200 M, Callind Asal Kebumen Berharap RI Seperti China

Nasional

Demi Minyak Goreng, Pemerintah Disarankan Tunda Program B30

Nasional

Erick Thohir Bertemu Ole Romeny: Terima Kasih Percaya Indonesia

Nasional

Idul Fitri, Jokowi Tetapkan Lima Hari Cuti Bersama

Nasional

Gibran Minta Rakornas Kepala Daerah Pindah ke Akmil Mulai Tahun Depan
error: Content is protected !!