Home / Nasional

Senin, 28 Oktober 2024 - 07:16 WIB

BEM FISIP Unair Dibekukan Akibat Karangan Bunga Sindir Prabowo-Gibran,Ini Kronologinya

Presiden Prabowo SUbianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disindir keras oleh BEM FISIP Unair lewat karangan bunga. (Tribunnews)

Presiden Prabowo SUbianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disindir keras oleh BEM FISIP Unair lewat karangan bunga. (Tribunnews)

JAKARTA – Berita mengejutkan datang dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur.

Karena pada Jumat (25/10/2024) Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair membekukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada.

Pembekuan BEM FISIP yang mendadak ini tentu mengejutkan mahasiswa Unair.

Mereka merasa diintimidasi penguasa karena dilarang menyuarakan kegundahan atas pemerintahan baru yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pembekuan ini diduga berkaitan dengan pemasangan karya seni satire berupa karangan bunga yang ditujukan untuk Prabowo-Gibran.

Berikut ini adalah kronologi peristiwa pembekuan BEM Fisip Unair:

Pemasangan karangan bunga tersebut dilakukan pada Selasa, 22 Oktober 2024, sekitar pukul 15.00 WIB di Taman Barat FISIP.

Meskipun karangan bunga tersebut hanya bertahan hingga pukul 18.45 WIB karena hujan, karya ini menjadi viral di platform X dan TikTok.

Banyak mahasiswa yang memberikan dukungan terhadap aksi tersebut.

Pada Kamis, 24 Oktober 2024, Ketua Komisi Etik Fakultas memanggil BEM FISIP Unair untuk meminta klarifikasi mengenai kepemilikan karangan bunga tersebut.

Baca juga  Dapat Gelar Doktor Honoris Causa, Erick Thohir Orasi Ilmiah Soal Transformasi BUMN

Pada hari berikutnya, Jumat, 25 Oktober 2024, pukul 09.03 WIB, Presiden BEM FISIP Unair, Tuffahati Ullayyah, bersama wakil dan menteri kajian politik serta kajian strategis, memenuhi panggilan Komisi Etik.

Setelah pertemuan tersebut, pada sore harinya, BEM FISIP Unair menerima surat resmi dari dekanat yang menyatakan pembekuan organisasi tersebut.

Surat tersebut bernomor 11048/TBUN3/FISIP/KM/042024.

Tuffahati Ullayyah menyampaikan, “BEM FISIP sejak awal terbentuk berkomitmen menciptakan kebermanfaatan untuk seluruh Civitas Akademika FISIP Unair, termasuk menumbuhkan jiwa kritis dan peka sosial kepada mahasiswa.”

Ia menambahkan bahwa hampir seluruh janji program kerja telah terwujud, termasuk pembuatan karya seni satire ini.

Hingga saat ini, BEM FISIP Unair masih melakukan penguatan internal dan belum ada proses diskusi lebih lanjut dengan Dekan FISIP terkait surat pembekuan.

Pertemuan terakhir dengan Dekan FISIP dijadwalkan pada 28 Oktober 2024, pukul 08.00 WIB.

Baca juga  KKB Papua Siap Bebaskan Pilot Selandia Baru Setelah Ditahan Setahun Lebih

Tanggapan Kampus

Dikonfirmasi terpisah Dekan FISIP Unair, Prof Dr Drs Bagong Suyanto MSi enggan berkomentar lebih lanjut dan membenarkan pertemuan dengan BEM FISIP yang direncanakan besok.

“Senin besok (konfirmasi dengan media) setelah pertemuan dengan BEM,”ungkapnya.

Sementara itu Presiden BEM Unair, Aulia Thaariq Akbar membenarkan kabar pembekuan tersebut lantaran karangan bunga yang dibuat BEM FISIP.

Dan pihaknya terus melakukan komunikasi untuk membantu apabila dibutuhkan bantuan advokasi.

“Ini saya terus komunikasi dengan presbemnya (FISIP), sambil menunggu pertemuan dengan dekan,” tutupnya.

Seperti diketahui, Prabowo dan Gibran telah dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Minggu (20/10/2024).

Setelah dilantik menjadi Presiden, Prabowo Subianto langsung mengumumkan menteri Kabinet Merah Putih, Minggu malam.

Hal ini diumumkan Prabowo, didampingi wakilnya, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Merdeka Jakarta.

Sumber: WARTAKOTALIVE

Share :

Baca Juga

Nasional

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Nasional

Kimia Farma Tunda Pelaksanaan Vaksinasi Berbayar COVID-19

Nasional

Deretan Pernyataan Menaker Setelah MK Ubah 21 Pasal UU Cipta Kerja

Nasional

Indonesia Butuh Komitmen Kuat Hapus Praktik Sunat Perempuan

Nasional

Pemerintah Izinkan Konser dan Acara Besar, Epidemiolog: Jangan Sampai Terjadi Efek Yoyo

Nasional

Menkomdigi siapkan lima program dukung kampanye pilkada damai

Nasional

RUU TPKS Butuh Sejumlah Perbaikan

Nasional

Diduga Teroris, Seorang Dokter Tewas Ditembak Densus 88
error: Content is protected !!