Home / Nasional

Minggu, 4 Agustus 2024 - 07:30 WIB

KKB Papua Siap Bebaskan Pilot Selandia Baru Setelah Ditahan Setahun Lebih

ria yang diidentifikasi sebagai Philip Mehrtens, pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru yang disandera kelompok separatis, tampak duduk bersama para kombatan di Papua, 6 Maret 2023. (Foto: TPNPB via REUTERS)

ria yang diidentifikasi sebagai Philip Mehrtens, pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru yang disandera kelompok separatis, tampak duduk bersama para kombatan di Papua, 6 Maret 2023. (Foto: TPNPB via REUTERS)

JAKARTA – Kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sepakat untuk membebaskan pilot Selandia Baru Phillip Mehrtens setelah diculik dan ditahan selama lebih dari setahun.

Rencana pembebasan itu diumumkan oleh juru bicara TPNPB melalui pesan audio pada Sabtu (3/8).

TPNPB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya, menculik Mehrtens pada 7 Februari 2023 setelah ia mendaratkan sebuah pesawat komersial kecil yang dioperasikan Susi Air di daerah pegunungan terpencil di Nduga.

Kogoya menyetujui pembebasan Mehrtens dan kini sedang mempersiapkan rencananya, menurut juru bicara Sebby Sambom, yang juga menyebutkan bahwa proses tersebut bisa memakan waktu hingga dua bulan.

Baca juga  KPK Geledah Rudin Azis Syamsuddin

“Panglima Egianus telah mengatakan dengan rendah hati, demi kemanusiaan, kami akan membebaskan pilot itu,” kata Sebby tanpa emberikan alasan mengenai jangka waktu tersebut.

Pemerintah sebelumnya mengungkapkan bahwa mereka telah memfokuskan upaya pada dialog dengan para pemimpin agama dan masyarakat untuk membebaskan pilot tersebut, mengingat bahaya yang terkait dengan operasi militer di daerah dataran tinggi yang terjal.

Pada Februari, Selandia Baru mendesak agar Mehrtens segera dibebaskan, setahun setelah ia diculik.

Kelompok tersebut telah beberapa kali merilis video pilot tersebut, meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memediasi pembicaraan menuju kemerdekaan Papua. Salah satu video menunjukkan pilot tersebut memegang bendera Bintang Kejora yang dilarang dan dikelilingi oleh para kombatan.

Baca juga  Dalam Sosialisasi Kebangsaan, Kemenag Sukoharjo Sampaikan 'Jangan Pernah Salah Menafsirkan Pemahaman'

Baku tembak berskala kecil tapi makin mematikan untuk menuntut kemerdekaan terus berlangsung di barat Papua yang kaya sumber daya. Kelompok separatis makin sering melakukan serangan yang lebih fatal seiring dengan meningkatnya akses terhadap persenjataan yang lebih canggih. [ah/ft]

Sumber: VOAI

Share :

Baca Juga

Nasional

Satgas Target RI Masuk Endemi Jika Nihil Lonjakan Pasca-Idulfitri

Nasional

IPW : TNI Diperlukan Untuk Membantu Polri Dalam Mengatasi Terorisme

Nasional

Jokowi Bentuk Tim Khusus Atasi Kebocoran Data oleh Bjorka

Nasional

Lembaga HAM Menilai Penghapusan Nama Soeharto dalam TAP MPR, Keputusan Keliru

Nasional

Bantah Islam Ditindas, Gus Muwafiq: Umat Islam Indonesia Bisa Beragama dengan Gembira

Nasional

Penjual Mukena Ini Ternyata Mantu Mantan Presiden RI, Model Terinspirasi Royal Family di Inggris

Nasional

Sepi Turis, Monyet Bali Kelaparan dan Serbu Rumah Penduduk

Nasional

Demi Minyak Goreng, Pemerintah Disarankan Tunda Program B30
error: Content is protected !!