Home / Nasional

Jumat, 1 April 2022 - 06:17 WIB

Satgas Target RI Masuk Endemi Jika Nihil Lonjakan Pasca-Idulfitri

Satgas Covid-19 menargetkan Indonesia dapat memasuki fase endemi bila tak ada lonjakan kasus virus corona pasca-Idulfitri tahun ini. (CNN Indonesia/Safir Makki)  Baca artikel CNN Indonesia

Satgas Covid-19 menargetkan Indonesia dapat memasuki fase endemi bila tak ada lonjakan kasus virus corona pasca-Idulfitri tahun ini. (CNN Indonesia/Safir Makki) Baca artikel CNN Indonesia "Satgas Target RI Masuk Endemi Jika Nihil Lonjakan Pasca-Idulfitri" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220331232115-20-778675/satgas-target-ri-masuk-endemi-jika-nihil-lonjakan-pasca-idulfitri. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto menargetkan Indonesia dapat memasuki fase endemi bila tak ada lonjakan kasus virus corona (Covid-19) pasca-Idulfitri tahun ini.
“Apabila tetep landai, tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan, mungkin kita akan berpikir untuk beralih status menjadi endemi,” kata Suharyanto dalam konferensi pers secara daring, Kamis (31/3).

Suharyanto menjelaskan ada banyak faktor yang menentukan peralihan status suatu negara dari pandemi menjadi endemi. Dan hal itu, menurutnya, tak bisa diputuskan begitu saja oleh Satga.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto menargetkan Indonesia dapat memasuki fase endemi bila tak ada lonjakan kasus virus corona (Covid-19) pasca-Idulfitri tahun ini.
“Apabila tetep landai, tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan, mungkin kita akan berpikir untuk beralih status menjadi endemi,” kata Suharyanto dalam konferensi pers secara daring, Kamis (31/3).

Baca juga  BAZNAS Pusat Menggelar Aksi Sosial Kemanusiaan Dengan Membagikan Paket Ayam Goreng Gratis

Suharyanto menjelaskan ada banyak faktor yang menentukan peralihan status suatu negara dari pandemi menjadi endemi. Dan hal itu, menurutnya, tak bisa diputuskan begitu saja oleh Satgas.

Dia pun menuturkan pihaknya masih akan terus meninjau perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia untuk mencapai status endemi tersebut.

“Mudah-mudahan pasca Idulfitri tahun 2022 ini kondisinya tidak seperti pasca liburan-liburan panjang sebelumnya. Kita lihat setiap Idulfitri kan ada kenaikan dan timbul varian baru. Mudah-mudahan sekarang tidak seperti itu,” ujar dia.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban sebelumnya memprediksi bahwa Indonesia bisa memasuki fase endemi Covid-19 dalam kurun waktu satu hingga tiga bulan ke depan.

Baca juga  Mangkrak 10 Tahun, Prabowo Diminta Segera Tuntaskan Kasus Korupsi Payment Gateaway

Zubairi mengatakan kondisi itu hanya bisa dicapai bila perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia memenuhi sejumlah syarat yang disepakati bersama. Syarat-syarat itu antara lain penurunan jumlah kasus konfirmasi Covid-19, varian Omicron sudah menjangkiti sebagian besar penduduk, dan vaksinasi dosis kedua mencapai 70 persen.

Diketahui, saat ini vaksinasi dosis kedua di Indonesia sudah menginjak angka 76,50 persen. Sementara dosis pertama telah mencapai 94,37 persen.

Pemerintah Provinsi Bali baru-baru ini bahkan mengklaim bahwa Pulau Dewata sudah masuk ke fase endemi. Hal itu lantaran kasus Covid-19 di Bali disebut mengalami penurunan serta angka vaksinasi di wilayah itu sudah mencapai target. (blq/agn)

Sumber: CNNI

Share :

Baca Juga

Nasional

Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah

Nasional

DPR Beri Lampu Hijau Mendikdasmen Abdul Mu’ti Terapkan UN Lagi, Sudah 8 Kali Ujian Nasional Ganti Nama

Nasional

KKB Berulah Lagi, Satu Prajurit TNI Tewas Tertembak di Papua Tengah

Nasional

Pemuda Indonesia Buat Teknologi untuk Prediksi Persebaran Api Kebakaran Hutan

Nasional

KPU akan Revisi Pasal 8 Soal Keterwakilan Perempuan

Nasional

Mulai Januari 2019, Secara Bertahap Sebagian Pegawai Kemensos Berkantor di Gedung Cawang Kencana

Nasional

Ramadan di Penjara, Belajar Agama dan Mensyukuri Nikmat-Nya

Nasional

BPOM: Obat Batuk yang Diduga Tewaskan Puluhan Anak di Gambia Tak Beredar di RI
error: Content is protected !!