Home / Nasional

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:07 WIB

Survei Kemendikdasmen: Dampak MBG Mampu Mengurangi Gangguan Konsentrasi Belajar

Jakarta, Landak News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menunjukkan dampak positif dalam mengurangi gangguan konsentrasi akibat rasa lapar dan peningkatan fokus belajar siswa.

Temuan ini diketahui dari hasil survei evaluasi yang terintegrasi dalam kerangka Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), yang salah satunya membiasakan makan sehat dan bergizi.

Survei tersebut dilakukan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter.

Rata-rata penurunan gangguan belajar akibat lapar

Evaluasi implementasi 7KAIH pada tahap baseline Mei–Juni 2025 hingga November–Desember 2025 yang melibatkan 1.203.309 responden siswa secara nasional.

Hasilnya sekolah penerima MBG mencatatkan rata-rata penurunan gangguan belajar akibat lapar lebih besar 2,37 poin persentase dibandingkan sekolah yang belum menerima.

Selain itu, di wilayah Indonesia Timur, penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG bahkan tercatat 14,85 poin persentase lebih besar dibandingkan sekolah yang belum melaksanakan MBG. Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami mengatakan, pemilihan responden dilakukan dengan pendekatan sampling sistematik untuk memastikan hasil evaluasi yang mewakili kondisi sebenarnya.

Baca juga  Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial Polres Landak Datangkan Wiwid Balabih

“Sekolah pelaksana MBG kami pilih secara acak, dengan memastikan memiliki data awal dan akhir yang memadai. Setelah itu, kami padankan dengan sekolah yang belum melaksanakan MBG dengan jenjang, wilayah, dan jumlah murid yang relatif sama sehingga kondisi awal data hampir identik dan dapat dibandingkan,” kata Rusprita dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).

“Pendekatan ini memperkuat validitas hasil sekaligus memastikan setiap rekomendasi kebijakan benar-benar berbasis data,” lanjutnya.

Memperkuat Kesiapan Dalam Mengikuti Pembelajaran

Menurut Ruspita, pencapaian ini mengisyaratkan bahwa intervensi gizi melalui MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar siswa, tetapi juga memperkuat kesiapan dalam mengikuti pembelajaran.

Selain itu, data ini menjadi bukti kuat bahwa bagi anak-anak di wilayah Indonesia Timur, kehadiran program MBG adalah kunci penting untuk menghapus bayangan.

Baca juga  Bupati Karolin : Angka Kemiskinan Kita Sudah Menurun

“Memastikan mereka bisa belajar dengan fokus dan kesempatan yang sama dengan anak-anak di wilayah lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa MBG merupakan bagian dari strategi pembangunan manusia jangka panjang.

Dalam rangka menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 di semua jenjang pendidikan.

“Program MBG yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia. Kita sedang menyiapkan generasi 2045, yakni mereka yang hari ini masih berada di bangku PAUD, SD, SMP, SMA, bahkan yang masih dalam kandungan, agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental,” pungkas Mu’ti.

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Hapus Kebijakan Karantina PPLN di Seluruh Indonesia

Nasional

Buka 200 Ribu Hektare Tambak, RI Targetkan Produsen Udang Vaname Terbesar

Nasional

Pemerintah Serahkan Bantuan Rumah ke Korban Unjuk Rasa Makassar, Mendagri: Bentuk Kepedulian Negara

Nasional

KPK Sebut Harley Davidson Rafael Alun Bodong, Tak Terdaftar di Samsat

Nasional

Gugatan Class Action Gagal Ginjal Akut Anak Diterima Pengadilan

Nasional

Ada 5 Tahap Peringatan bagi Alumni yang Tak Mau Pulang ke Indonesia, Bagaimana?

Nasional

Respons AHY Soal Mobil Dinas Menteri Bakal Pakai Maung Pindad

Nasional

Dalih Konversi LPG 3 Kg Jadi Kompor Listrik dan Untung Ruginya
error: Content is protected !!