Home / Uncategorized

Senin, 4 November 2024 - 08:09 WIB

B50 Berpotensi Mengurangi Alokasi Ekspor CPO

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono.

JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperingatkan bahwa penerapan bahan bakar biodiesel campuran, khususnya B40, yang terdiri dari 60% solar dan 40% minyak nabati dari kelapa sawit, dapat memicu perubahan signifikan dalam produksi kelapa sawit di tanah air. Penerapan B40 dan rencana untuk B50 berpotensi mengurangi alokasi ekspor minyak sawit mentah (CPO).

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menjelaskan bahwa hal ini terjadi jika asumsi tentang produksi, konsumsi, dan permintaan dari industri oleokimia tetap tidak berubah. “Dengan meningkatnya penggunaan biofuel dan kebutuhan pangan dalam negeri, produksi untuk ekspor berpotensi berkurang, yang dapat mendorong harga minyak nabati naik baik di tingkat internasional maupun domestik,” ungkap Eddy pada Rabu (30/10).

Baca juga  Camat dan Kapolsek Menjalin Pantau Vaksinasi di Desa Raba

Eddy juga menyoroti bahwa penerapan B40 akan berdampak pada pungutan ekspor (PE) dan bea keluar (BK) untuk CPO. Penurunan penerimaan dari pungutan ini dapat mengancam keberlangsungan program biodiesel yang bergantung pada dana dari pungutan ekspor. “Hal ini akan berakibat pada berkurangnya anggaran untuk subsidi biodiesel,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan bahwa penerapan BBM B40 akan dimulai pada 1 Januari 2025. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah akan mendorong penggunaan B50 dan B60 dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan kelapa sawit yang melimpah. “Kemandirian energi harus mencakup bioetanol, bioenergi, dan biodiesel. Saat ini, kita sudah menggunakan B35 dan uji coba B40 sudah selesai. Kapasitas CPO kita cukup, tinggal menunggu teknologi yang tepat untuk diuji coba,” kata Bahlil pada Senin (21/10).

Baca juga  Komis B DPRD Landak Gelar Rapat Gabungan Dengan Tim Eksekutif Pembahasan Raperda Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Di sisi lain, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, menambahkan bahwa pemanfaatan biodiesel telah menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. “Tren ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan ketahanan energi dengan memanfaatkan biodiesel. Kami berencana untuk terus meningkatkan rasio campuran, dari B35 ke B40, kemudian B50 hingga B60,” pungkas Cahyono.

Sumber: Sawit Indonesia

Share :

Baca Juga

Uncategorized

 Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Silaturahmi LO Polis Diraja Malaysia

Uncategorized

Desa Lintah Betung Gelar Musyawarah Penyusunan RKP Tahun 2023

Uncategorized

Bentuk Karakter dan Disiplin, Babinsa  Latih PBB di SMAN 1 Sebawi

Uncategorized

Jaga Kamtibmas, Polsek Ngabang Gencarkan Patroli

Uncategorized

Pemda Kubu Raya MoU Dengan Kemenang

Uncategorized

Korps Raport Kenaikan Pangkat Prajurit Kodim 1210/Landak Berlangsung Khidmat Dan Penuh Makna

Uncategorized

Bupati Landak Sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Tahun 2021 Ke DPRD Kabupaten Landak

Uncategorized

Ketua DPRD Landak Menghadiri Acara Halal Bihalal Polres Landak dan Syukuran Menempati Perumahan Graha Bhayangkara
error: Content is protected !!