Home / Nasional

Rabu, 6 November 2024 - 07:49 WIB

Terungkap! Alasan Prabowo Ngotot Bangun Giant Sea Wall

Terungkap! Alasan Prabowo Ngotot Bangun Giant Sea Wall

Terungkap! Alasan Prabowo Ngotot Bangun Giant Sea Wall

 JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto ingin membangun tanggul laut raksasa atau giant sea wall yang bakal terbentang dari Banten hingga Gresik.

AHY menyebut, langkah itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi penurunan muka air tanah yang terus tergerus. Di samping itu, proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang membangun sejumlah tanggul di pesisir Jakarta juga disebut hanya mampu bertahan hingga 2033.

“Nah, beyond atau lebih dari tahun 2033, kita harus berpikir juga. Karena kita harus mencegah terjadinya penurunan [muka tanah]. Sekaligus kita membayangkan apa yang harus kita lakukan. Apakah perlu tanggul yang lebih besar lagi? Sering dikatakan sebagai giant sea wall itu, seberapa tingginya?” kata AHY saat mengunjungi proyek NCICD di Jakarta Utara, Senin (4/11/2024).

Baca juga  Heri Saman Membuka Turnamen Bola Voli Idul Adha Cup 2023 Dusun Singaraja, Desa Tenguwe, Kecamatan Air Besar

Baca Juga : Menteri PU Dody Buka Bicara Soal Program Giant Sea Wall Prabowo

Untuk itu, hingga saat ini pihaknya mengaku tengah melakukan kajian pendalaman mengenai pembangunan giant sea wall tersebut.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menyebut proyeksi panjang tanggul laut yang bakal dibangun dari Cilegon hingga Gresik bakal mencapai 958 kilometer (km).

Dirinya mengaku, saat ini telah melakukan proses uji coba pembangunan tanggil laut yang bakal terbentang dari Tangerang hingga Bekasi dengan total panjang mencapai 43 km.

“Kami sudah buat trial 1 dari Tangerang ke Bekasi sepanjang 43 km beberapa tahun lalu dengan grant dari Korea Selatan dan Belanda untuk basic design,” jelas Dody.

Adapun, kerja sama Indonesia, Korea Selatan dan Belanda untuk tanggul laut telah dimulai pada 2016 dengan pembentukan Trilateral Cooperation. Hal ini bertujuan mengembangkan strategi komprehensif dan business case dalam upaya pemulihan lingkungan Pesisir Teluk Jakarta.

Baca juga  Uni Eropa-Indonesia Gandeng OMS Luncurkan Proyek Transisi Energi Hijau

Sebagai tindak lanjut, pada Februari 2017 dibentuk Project Management Unit NCICD (PMU NCICD). Pada 2020, PMU NCICD bersama trilateral ini menghasilkan Integrated Flood Safety Plan (IFSP) sebagai konsep pengendalian banjir terpadu, dengan fokus pada penyediaan air bersih, peningkatan sanitasi di muara sungai, dan pengendalian banjir.

Sementara sebelumnya, Mantan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono sempat menjelaskan bahwa proyeksi nilai konstruksi pembangunan giant sea wall dari Tangerang hingga Bekasi tersebut bakal mencapai Rp90 triliun.

Sumber: Bisnis

Share :

Baca Juga

Nasional

Polisi Tembak 2 Terduga Anggota Militan Jemaah Islamiyah

Nasional

Bulan Peduli Kanker Payudara : “Be Kind to Yourself”

Nasional

Perjalanan Religi Berlanjut ke Makam Gus Dur, Lautan Peziarah dan Jejak Perjuangan Sang Guru Bangsa

Nasional

Cara Dapat Token Listrik Gratis Sampai Maret 2021

Nasional

KPK Tahan Zumi Zola Terkait Kasus Suap Proyek di Jambi

Nasional

Danai Transisi Energi, Indonesia Luncurkan ETM Country Platform

Nasional

Saksi Kasus Nurdin Abdullah Terima Uang Buat Sembako Covid-19

Nasional

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
error: Content is protected !!