Home / Nasional

Senin, 11 November 2024 - 09:17 WIB

Minta Maaf, Pangdam Bukit Barisan Beri Hormat ke Jenazah Korban Penyerangan 33 Prajurit TNI

Panglima Kodam I Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan saat memberi hormat ke jenazah Raden Barus (61) di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (10/11/2024).
Panglima Kodam I Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan saat memberi hormat ke jenazah Raden Barus (61) di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (10/11/2024).
© KOMPAS.com/GOKLAS WISEL

Panglima Kodam I Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan saat memberi hormat ke jenazah Raden Barus (61) di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (10/11/2024). Panglima Kodam I Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan saat memberi hormat ke jenazah Raden Barus (61) di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (10/11/2024). © KOMPAS.com/GOKLAS WISEL

MEDAN –  Panglima Kodam I Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan memberi hormat ke jenazah Raden Barus (61), warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, yang jadi korban penyerangan puluhan prajurit TNI dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan, Jumat (8/11/2024) malam.

Hasan yang mengenakan kemeja putih, juga memeluk beberapa anggota keluarga Raden.

Dia menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa yang terjadi.

Hasan juga terlihat melepaskan kaca mata untuk mengusap air matanya.

“Atas nama keluarga besar Kodam I/BB, kami menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas musibah yang telah terjadi,” ucap Hasan saat mendatangi jambur Desa Selamat, lokasi prosesi adat pemakaman jenazah Raden, Minggu (10/11/2024).

Baca juga  SELAMAT Kenaikan Gaji PNS, TNI and Polri Disetujui Presiden Jokowi, Ini Besarannya

Keluarga Raden berterima kasih atas kedatangan Hasan. Keluarga berharap agar kejadian itu dapat diusut.

“Kami dari pihak keluarga Barus sangat berharap masalah proses hukum yang Bapak janjikan. Kami serahkan ke tangan bapak. Semoga arwah saudara kami diterima Tuhan,” kata seorang pria yang mewakili keluarga Raden.

Sebelumnya diberitakan, puluhan prajurit dari Armed 2/105 KS menyerang warga Desa Selamat pada Jumat (8/11/2024) malam.

Baca juga  BERITA FOTO: Tarawih Pertama di Masjid Agung Babul Ulum Kabupaten Landak

Akibatnya, puluhan warga terluka dan satu orang meninggal dunia bernama Raden Barus.

Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan, Kolonel Dody Yudha mengatakan, 33 prajurit TNI Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan diduga terlibat penyerangan terhadap warga Desa Selamat.

“Diduga oknum terkonfirmasi ada 33 orang,” kata Dody saat diwawancarai di Media Center Kodam I/BB, di Jalan Rotan, Kota Medan, Minggu.

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Nasional

Gubernur Sultra Nur Alam Ditahan KPK Usai Jalani Pemeriksaan

Nasional

Buruh Perempuan Tuntut Dunia Kerja Bebas Kekerasan

Nasional

Mungkinkah Hidup Berdampingan dengan Corona?

Nasional

BYONIC Gelar MUNAS 5

Nasional

20 Tahun UU Penghapusan KDRT, Komnas Perempuan Soroti Peningkatan Kasus Femisida

Nasional

Penyebab, Gejala, dan Cara Menurunkan Kadar Trigliserida

Nasional

Nasib Camat Baito Sudarsono Dicopot Bupati Konawe Selatan,Punya Alasan Ikut Bantu Guru Supriyani

Nasional

Masyarakat Sipil Kritik UU KIA Belum Lindungi Perempuan Adat dan Pekerja Informal
error: Content is protected !!