Home / Uncategorized

Selasa, 19 November 2024 - 08:38 WIB

Petani Kecil Mulai Rasakan Efek Gerakan Boikot Restoran Waralaba yang Dianggap Terafiliasi Israel

Petani Kecil Mulai Rasakan Efek Gerakan Boikot Restoran Waralaba yang Dianggap Terafiliasi Israe

Petani Kecil Mulai Rasakan Efek Gerakan Boikot Restoran Waralaba yang Dianggap Terafiliasi Israe

JAKARTA – Sejumlah petani mulai merasakan dampak dari penutupan gerai PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), perusahaan nasional pemegang waralaba KFC di Indonesia.

PT Fast Food sendiri baru saja mengumumkan penutupan 47 gerai imbas gerakan boikot yang ditujukan ke perusahaan sehingga menimbulkan kerugian.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan melalui Keterbukaan Informasi BEI, hingga kuartal III-2024, kerugian KFC tercatat terus membengkak hingga capai Rp 557 miliar.

Boikot itu merupakan respons sejumlah kelompok masyarakat di Indonesia melakukan gerakan berhenti membeli produk-produk yang dianggap terafiliasi Israel untuk memberikan tekanan agar Israel menghentikan aksi militernya di Palestina.

Ahmad, salah satu petani sayur di Kampung Ciherang menyampaikan bahwa hasil panennya tak terserap pasar.

“Sebelumnya, kami telah menjadi pemasok untuk restoran cepat saji. Namun, belakangan permintaan mereka menurun,” kata Ahmad, Senin (18/11).

Baca juga  Penyesuaian Harga BBM Mulai 1 Juni 2023, Cek Harga Solar dan Pertalite Terbaru di SPBU Pertamina

“Sayur-sayur ini kami rawat dan panen, tetapi sekarang tidak ada yang beli,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait aksi boikot, dosen Hubungan Internasional UPN Veteran Yogyakarta, Ludiro Madu menilai bahwa ada missing link dalam asumsi yang mengatakan bahwa penurunan penjualan produk akan memengaruhi penghentian aksi militer Israel ke Palestina.

“Gerakan ini tidak serta merta mampu menekan Israel untuk berhenti menyerang Gaza,” kata Ludiro saat dihubungi.

Ludiro menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia juga tidak pernah secara resmi memboikot produk tertentu.

“Ini artinya Indonesia lebih memilih jalur diplomasi melalui Kementerian Luar Negeri untuk secara tegas tidak mengamini aksi militer Israel,” lanjutnya.

Ludiro menambahkan jika memang gerakan ini berlangsung luas dan dalam jangka waktu lama, masyarakat Indonesia sendiri yang akan merasakan imbasnya terlebih dahulu.

Baca juga  Bhayangkari Peduli, Kapolsek Bagikan Paket Sembako

“Misalnya gerakan anti terhadap produk terafiliasi Israel dilakukan pada merek tertentu restoran cepat saji atau sejumlah produk fast moving consumer goods (FMCG). Apakah kemudian unit usaha ini harus sampai tutup hingga karyawannya terpaksa dirumahkan?. Petani, peternak, dan nelayan harus merugi?” imbuh Ludiro.

Dia menilai perlu adanya pemahaman yang komprehensif mengenai situasi yang terjadi di Palestina.

“Hal ini tidak dipikirkan banyak orang yang menyuarakan gerakan itu. Seharusnya ada pengetahuan yang jelas dan komprehensif tentang konflik Israel – Palestina,” pungkas Ludiro. (mcr8/jpnn)

Sumber: JPNN

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Cara Menghidupkan Mobil Matic Aki Tekor

Uncategorized

Demi Menjaga Situasi Kamtibmas Agar Tetap Aman Pasca Tahapan Pemilu, Sabhara Lakukan Patroli di 3 Objek Vital Pemilu

Uncategorized

6 Makanan Fermentasi yang Bagus untuk Kesehatan Tubuh

Uncategorized

Tingkatkan Kedisiplinan Masyarakat Polsek Menyuke Laksanakan Operasi Yustisi

Uncategorized

Pertamina NRE Gencar Dorong Carbon Neutral Event

Uncategorized

Bapak Ponijo Jaga Dan Lindungi Keluarga, Itu Wajib

Uncategorized

Jaga Kamtibmas Wilayah Kuala Behe Polisi Patroli Malam Dan Ingatkan Warga Selalu Patuhi Protokol Kesehatan

Uncategorized

Anggota Polsek Menjalin Kembali Berhasil Amankan Pelaku Curanmor
error: Content is protected !!