LANDAK, Landak News – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru per 15 Agustus 2025, jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Landak mencapai 6.101 unit. Kecamatan Sengah Temila tercatat sebagai wilayah dengan jumlah RTLH terbanyak, yakni 1.070 unit, disusul oleh Kecamatan Mempawah Hulu sebanyak 923 unit.
Hal tersebut disampaikan Bupati Karolin saat menyerahkan secara simbolis bantuan perbaikan RTLH di dua dusun di Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Selasa (14/10/2025).
“Sejak tahun 2013 hingga 2025, kita telah menyalurkan ribuan unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari berbagai sumber, baik melalui APBN, DAK, maupun DAU. Namun, tantangan masih menanti karena masih banyak warga yang membutuhkan bantuan,” ujar Karolin.
Bupati menegaskan pentingnya pemutakhiran data perumahan oleh seluruh kepala desa di Landak. Ia menilai, data yang akurat menjadi kunci untuk menarik lebih banyak perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Oleh karena itu, saya minta seluruh kepala desa mempercepat dan memperbarui pendataan perumahan di wilayahnya. Data yang akurat adalah senjata utama kita,” tegasnya.
Kepada para penerima bantuan, Karolin mengingatkan agar dana sebesar Rp30 juta digunakan secara tepat sasaran untuk memperbaiki komponen utama rumah, seperti fondasi, sloof, kolom, ring balok, dinding, dan atap.
“Dana ini adalah amanah. Gunakanlah dengan baik untuk meningkatkan kualitas rumah swadaya,” pesan Karolin.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong membantu masyarakat yang membutuhkan agar program perbaikan rumah dapat berjalan maksimal.
“Mari kita wujudkan semangat peduli rumah sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi? Mari libatkan swadaya masyarakat dan dukungan APBDes dalam membangun rumah untuk rakyat,” tutup Karolin. (R)









