Home / Kalbar

Senin, 20 Oktober 2025 - 16:44 WIB

Sekda Kalbar Tekankan Pentingnya Peningkatan Kapasitas Pendamping Koperasi Merah Putih

PONTIANAK, Landak News – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas para pendamping koperasi agar Koperasi Merah Putih yang telah terbentuk dapat berjalan efektif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Harisson saat membuka Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Kalimantan Barat yang digelar di Hotel Harris Pontianak, Senin pagi (20/10/2025).

Dalam sambutannya, Harisson mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah Koperasi Merah Putih di Kalbar telah mencapai 2.143 unit, seluruhnya telah memiliki badan hukum lengkap dan dalam waktu dekat akan mendapat dukungan modal dari pemerintah.

“Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Harisson.

Sekda menekankan bahwa sebelum koperasi mulai menjalankan kegiatan usaha, pengurus dan pendamping harus dibekali pelatihan dan pembekalan yang memadai, karena tidak semua memiliki latar belakang bisnis.

Baca juga  Mewakili Keluarga dan Masyarakat, Bupati Landak Serahkan Jenazah Praka Anumerta Ida Bagus Putu Kepada Pemerintah

“Tujuan utama pelatihan ini agar para pendamping benar-benar memahami dan menguasai ilmu yang disampaikan narasumber. Ilmu itu harus diserap 100 persen, bukan 80 persen, supaya bisa diteruskan dengan baik kepada koperasi binaannya,” tegasnya.

Menurutnya, pelatihan tersebut juga perlu mencakup materi dasar berbisnis dan pengelolaan keuangan, seperti membaca peluang, membuat perencanaan usaha, serta memahami prinsip ekonomi sederhana.

“Prinsipnya sederhana: keluarkan biaya sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Pendamping dan pengurus koperasi harus jeli melihat potensi desa yang bisa dikembangkan menjadi usaha produktif,” jelas Harisson.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya etos kerja hemat dan tanggung jawab dalam mengelola koperasi, agar setiap pengurus mampu menerapkan efisiensi dan menghindari penggunaan dana koperasi untuk kegiatan tidak produktif.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar itu berpesan agar koperasi memulai usaha dari skala kecil terlebih dahulu sebelum memperluas cakupan bisnisnya.

Baca juga  Waka Polda Kalimantan Barat Kunker ke Kabupaten Landak

“Mulailah dari hal kecil, kemudian tumbuh menjadi besar. Jangan terburu-buru melakukan studi banding sebelum punya usaha yang jelas. Studi banding baru bermakna ketika sudah ada pengalaman dan pencapaian yang bisa dibandingkan,” pesannya.

Harisson berharap, melalui kegiatan pelatihan ini, para pendamping koperasi dapat menjadi agen penggerak ekonomi rakyat yang kompeten dan berdedikasi, sehingga Koperasi Merah Putih mampu berkembang menjadi wadah ekonomi yang kuat, transparan, dan berdaya saing.

“Kita ingin koperasi bukan hanya ada di atas kertas, tapi benar-benar hidup, tumbuh, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat di desa,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Kalbar

Gubernur Kalbar Terima Aspirasi Buruh, Petani, Nelayan, dan Masyarakat Adat

Kalbar

Kaum Buruh Di kalbar Rapatkan Barisan dukung Karolin-Gidot

Kalbar

Ini Penyebab Dua Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Supadio Karena Cuaca Buruk

Kalbar

Khairunnisa Juara 1, Kafilah Kalbar Ucapkan Rasa Syukur

Kalbar

Bupati Sintang Tutup Turnamen Nanga Dedai Cup

Kalbar

Lulus Sidang Skripsi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Dilla Semakin Menanjak

Kalbar

Kalbar Tambah 77 Kasus Baru Positif Covid-19, Terbanyak Ada di Sintang

Kalbar

Karolin Ajak Rakyat Kalbar Tetap Bersatu Dalam Perbedaan
error: Content is protected !!