NGABANG, LANDAK NEWS – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyerahkan bantuan berbagai jenis alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada pengelola Brigade Pangan, kelompok tani, serta UPJJ Tahun Anggaran 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Senin (22/11/2025) siang.
Total bantuan yang diserahkan berjumlah 72 unit alat dan mesin pertanian yang bersumber dari APBD Kabupaten Landak serta aspirasi DPRD. Bantuan tersebut terdiri dari 34 unit hand tractor, 36 unit power thresher (perontok padi), dan 2 unit power thresher multiguna.
Selain itu, terdapat pula bantuan dari APBN sebanyak 55 unit alsintan, yang meliputi 8 unit pompa air dan 8 unit hand tractor dari dana khusus APBN untuk program cetak sawah. Bantuan lainnya yang juga bersumber dari APBN antara lain 28 unit pompa air, 7 unit tractor crawler, 2 unit tractor roda empat, serta 2 unit tractor.
Dalam sambutannya, Bupati Karolin menyampaikan bahwa meskipun sektor pertanian bukan merupakan urusan wajib daerah, Pemerintah Kabupaten Landak tetap berkomitmen kuat untuk mendukung para petani dalam meningkatkan produksi pertanian.
“Kita menyerahkan bantuan alat pertanian dengan sumber dana dari APBD tahun 2025 dan juga ada bantuan dari APBN. Harapannya kita bisa terus meningkatkan modernisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Landak,” ujar Karolin.
Bupati Karolin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian atas perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan kepada Kabupaten Landak melalui berbagai bantuan alat dan mesin pertanian.
Pada kesempatan yang sama, dua orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menerima penghargaan berupa masing-masing satu unit sepeda motor untuk menunjang operasional di lapangan. Keduanya yakni PPL Kecamatan Ngabang wilayah kerja Amboyo Utara dan Sebirang, serta PPL Kecamatan Mandor wilayah kerja Sekilap.
“Dua PPL kita mendapatkan apresiasi dari Kementerian dan memperoleh motor operasional. Mudah-mudahan ini semakin menambah semangat seluruh jajaran Pemda Landak untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian agar ketahanan pangan di Kabupaten Landak tetap terjaga,” tutup Karolin. (LB)









