Home / Politik

Kamis, 2 April 2026 - 11:26 WIB

Anis Matta Ingatkan Indonesia akan Hadapi Hari-hari yang Berat ke Depan

JAKARTA-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengingatkan, bahwa perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran tidak akan selesai dalam waktu dekat.

Bisa jadi perang akan berlangsung hingga satu atau dua tahun mendatang seperti yang disampaikan Wakil Presiden AS James David Vance beberapa waktu lalu. Sehingga Indonesia harus bersiap menanggung dampaknya secara global.

“Di hari-hari yang akan datang, akan menjadi hari yang berat, bukan hanya bagi negara yang berperang, tapi justru bagi negara yang tidak bergerak, termasuk kita di Indonesia,” kata Anis Matta dalam Halalbilahal Fungsionaris DPP Partai Gelora di Jakarta, Senin (30/3/2026) malam.

Anis Matta kemudian teringat salah satu ayat dalam surat Al-Jinn yang menggambarkan situasi dan kondisi saat ini, yang akan menjadi gelombang besar perubahan tatanan global baru.

“Makanya ketika mendirikan Partai Gelora, maka doa yang kita baca adalah doa Nabi Nuh sebelum berlayar karena akan menghadapi gelombang atau goncangan. Waktu ada banjir besar saat menumpangi perahunya bersama orang-orang yang mengikutinya, karena menghadapi gelomvan,” katanya.

Ketika itu,  Nabi Nuh memanjatkan sebuah doa sebelum berlayar yang tercantum dalam Al Qur’an Surat Hud Ayat 41.“Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi la ghafurur Rahim”.

“Sebelum berlayar, Nabi Nuh berdoa tersebut agar bisa melewati semua gelombang-gelombang besar itu, serta diturunkan di waktu dan tempat yang tepat untuk berlabuh,” ujar Anis Matta.

Baca juga  Usul NasDem Deklarasi Koalisi 10 November Ditolak PKS

Anis Matta mengatakan, situasi yang dialami Nabi Nuh saat itu mirip yang dialami Partai Gelora sekarang.

Sebab, yang terjadi sekarang apakah sebenarnya diinginkan oleh penduduk bumi atau memang karena  Allah SWT yang menginginkan agar manusia kembali ke jalan yang lurus.

“Sekarang kita sedang melewati gelombang besar seperti itu. Dan sepanjang kita berlayar, kita pasti akan bertanya, pada akhirnya kita akan berlabuh di mana,” katanya.

Wamenlu RI ini mengatakan,  melihat situasi sekarang tidak ada yang bisa memprediksi perang akan berlangsung pendek. Bahkan tanda-tanda perang akan berlangsung lama, bisa sampai 1-2 tahun.

“Kemarin Wakil Presiden AS sudah menyampaikan perang bisa sampai satu atau dua tahun. Dan kita sudah mendapatkan laporan, pasukan darat Amerika sudah siap turun. Mereka sudah ada di sekitar kawasan Teluk, tinggal menunggu perintah saja,” katanya.

Karena itu, Anis Matta tidak bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi di dunia pada hari-hari mendatang, apabila perang terus menunjukkan peningkatan eskalasinya.

“Seluruh dunia akan kesulitan energi, dan kita ketahui juga Indonesia mengimpor BBM mencapai 900 ribu barrel melalui Selat Hormuz.,” katanya.

Selain itu, apabila proksi Iran melalui Houthi juga menutup jalur Bab el-Mandab Laut Merah,jalur sempit yang membentang ke arah tenggara dari Terusan Suez Mesir,  yang merupakan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia.

Baca juga  Tuntaskan Persiapan Verifikasi Parpol, Partai Gelora Gelar Tasyakuran dengan Nobar Film Naga Naga Naga

“Maka kita akan punya masalah serius, yang tidak pernah dibayangkan orang. Kita akan menghadapi bahaya kelaparan. Karena selain jalur perdagangan, dimana 90 persen kebutuhan pupuk dunia melewati jalur ini,” ujarnya

Anis Matta berharap agar seluruh kader Partai Gelora memanjatkan doa kedua Nabi Nuh, setelah berlayar  seperti ada di dalam Al Qur,an Surat Al Mu’minun ayat 29.

“Wa qur rabbi anzilnī munzalam mubārakaw wa anta khairul-munzilīn.  Yang artinya , Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat,”

Ia ingin menggarisbawahi dua kata mengenai tempat turun dalam doa tersebut. Yakni bermakna kedudukan (bahasa politik), strategic positioning (bahasa geopolitik), sedangkan dalam bahasa Arab sebagai tempat terbuka atau tempat berlabuh yang diberkahi.

Sementara itu tempat berlabuhnya Nabi Nuh sendiri setelah banjir besar berada di Pegunungan Ararat di antara Turki , Iran dan Azerbaijan.

“Dan ketika kita menghadapi goncangan-goncangan dan ketidakpastian, kita diajarkan berdoa Allah SWT seperti doa Nabi Nuh. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kepada kita semua, yang berjamaah melalui Partai Gelora ini, sebagai tempat turun yang benar, tempat yang diberkahi Allah SWT. Jalan lurus yang diberkahi,” pungkasnya. (R)

Share :

Baca Juga

Politik

PDI-P Mulai “Bersuara” Setelah Gibran Mantap Jadi Cawapres Prabowo

Politik

Anis Matta : Runtuhkan Tembok Dan Bangunlah Jembatan Bersama Untuk Indonesia

Politik

Konsolidasi PDI Perjuangan Ketapang Dan Kayong Utara, Karolin : Jaga Suara Mulai Dari Tingkat RT

Politik

Anis Matta Ingatkan Soal Kemungkinan Covid-19 Digunakan Sebagai Senjata Dalam Konflik Geopolitik

Politik

Konsolidasi Partai di Sengah Temila, Karolin Minta PDI Perjuangan Harus Menang

Politik

Terbaru Terjawab Sudah Siapa Cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024? Begini Pernyataan Yenny Wahid

Politik

Karolin Nonton Debat Cawapres Bersama Generasi Milenial Landak

Politik

Simulasi SMRC: Ridwan Kamil Golkar Vs Dedi Mulyadi Gerindra di Pilgub Jabar
error: Content is protected !!