MANDOR, Landak News – Kondisi mencekam menyelimuti permukiman warga di Desa Semenok, Dusun Bamek, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak. Ribuan lalat dilaporkan menyerbu rumah-rumah warga dan memenuhi hampir setiap sudut, mulai dari dapur, lantai, hingga makanan yang hendak dikonsumsi.
Peristiwa tersebut terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan memuncak pada Kamis (23/4/2026). Berdasarkan keterangan warga, jumlah lalat yang datang setiap hari terus meningkat dan sulit dikendalikan.
Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat lalat berkerumun di peralatan dapur, bahan makanan, hingga berserakan di lantai rumah. Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Sejumlah warga melaporkan bahwa anak-anak di Dusun Bamek mulai mengalami gejala muntah dan diare (muntaber).
Mereka menduga kondisi tersebut disebabkan oleh makanan yang telah terkontaminasi lalat.
“Sangat meresahkan, setiap hari lalat datang dalam jumlah banyak. Mau makan saja jadi tidak nyaman karena lalat selalu hinggap,” ujar salah satu warga setempat.
Warga juga mengungkapkan bahwa permasalahan ini telah berlangsung cukup lama.
Mereka mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa, bahkan pihak Dinas Lingkungan Hidup disebut telah melakukan peninjauan ke lokasi.
“Sudah dilaporkan ke kantor desa, bahkan DLH juga pernah datang. Tapi sampai sekarang lalat masih ada, bahkan semakin banyak,” tambah warga tersebut.
Hingga kini, belum ada solusi efektif untuk mengatasi lonjakan populasi lalat di wilayah tersebut. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna menangani permasalahan ini, mengingatr dampaknya yang mulai dirasakano terutama oleh anak-anak.
Jika tidak segera ditangani, warga khawatir kondisi ini akan semakin memperburuk kesehatan masyarakat dan mengancam keselamatan lingkungan permukiman. (R)









