Regu Pengamanan (Rupam) Kelas II B Landak , bersama anggota Polisi, beberapa waktu lalu mengamankan aksi masa di Rutan Kelas IIB Landak, Jalan Serimbu No 23 Ngabang Kabupaten Landak. (Foto: One)
Q&A Eksklusif Bagian III
NGABANG, Landak News – Menjaga keamanan di rumah tahanan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, masyarakat, dan berbagai instansi. Dalam bagian terakhir wawancara eksklusif ini, Kepala Rutan Kelas IIB Landak Imam Fahmi menjelaskan sistem keamanan, pelayanan kepada masyarakat, hingga harapannya terhadap masa depan warga binaan.
Landak News:
Bagaimana sistem pengamanan di Rutan Kelas IIB Landak?
Imam Fahmi:
Kami menerapkan sistem penjagaan secara bergantian dalam empat regu. Seluruh petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional agar keamanan dan ketertiban di dalam Rutan tetap terjaga.
—
Landak News:
Apa langkah yang dilakukan untuk mencegah masuknya narkoba dan barang terlarang?
Imam Fahmi:
Kami terus memberikan pembinaan kepada warga binaan dan mengingatkan seluruh petugas agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, setiap pengunjung maupun barang titipan diperiksa secara menyeluruh. Razia di blok hunian juga kami lakukan secara rutin, minimal satu kali dalam seminggu atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.
—
Landak News:
Bagaimana prosedur kunjungan keluarga?
Imam Fahmi:
Jadwal kunjungan dibedakan antara tahanan dan narapidana. Tahanan menerima kunjungan pada hari Senin, Rabu, dan Jumat dengan membawa surat izin dari instansi yang melakukan penahanan.
Sedangkan narapidana menerima kunjungan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu melalui pendaftaran di PTSP. Setiap kunjungan dibatasi untuk keluarga inti, maksimal tiga orang dewasa dan dua orang anak.
—
Landak News:
Hak apa saja yang diterima warga binaan?
Imam Fahmi:
Mereka berhak memperoleh pelayanan kesehatan, makanan yang layak, pembinaan, pelayanan keagamaan, pendidikan, serta hak remisi dan program integrasi apabila memenuhi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku.
—
Landak News:
Apa tantangan terbesar yang dihadapi Rutan saat ini?
Imam Fahmi:
Tantangan kami adalah terus membina warga binaan agar benar-benar berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk itu kami membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Landak, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Kementerian Agama, dan berbagai pemangku kepentingan telah memberikan dukungan yang sangat berarti dalam pelaksanaan program pembinaan.
—
Landak News:
Apa pesan Bapak kepada masyarakat?
Imam Fahmi:
Jangan memandang mantan warga binaan dengan stigma negatif. Mereka pernah melakukan kesalahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berubah. Berikan mereka ruang untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.
—
Landak News:
Apa filosofi hidup yang selalu Bapak pegang dalam memimpin Rutan?
Imam Fahmi:
Selama kita masih bisa berbuat baik, maka berbuat baiklah dan jangan pernah menyerah.
—
Landak News:
Apa target yang ingin diwujudkan ke depan?
Imam Fahmi:
Kami ingin menjadikan Rutan Kelas IIB Landak sebagai tempat pembinaan yang produktif, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan, sehingga dapat mendukung program ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah mereka bebas. (Selesai)








