Penanggung Jawab Program MBG SMPN 1 Ngabang, Karius, didampinggi Mayardi Kesiswaan SMPN 1 Ngabang. (Foto: oNe)
NGABANG, LANDAK NEWS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diterapkan di SMP Negeri 1 Ngabang sejak Februari 2025 hingga kini berjalan lancar. Selama lebih dari satu tahun pelaksanaannya, makanan yang disajikan telah disesuaikan dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian bagi peserta didik.
Penanggung Jawab Program MBG SMPN 1 Ngabang, Karius, S.Pd menjelaskan bahwa distribusi makanan dilakukan sebelum jam istirahat.
Setibanya di sekolah, petugas mempersilakan perwakilan kelas yang sedang bertugas piket untuk mengambil makanan sesuai jumlah siswa penerima manfaat di masing-masing kelas.
“Biasanya makanan sudah tiba sekitar pukul 08.00 WIB. Saat jam istirahat sekitar pukul 09.00 WIB, siswa langsung menikmati makanan yang telah dibagikan,” ujar Karius didampingi Bidang Kesiswaan, Mayardin.
Menurut Karius, sejak pertama kali dilaksanakan, program MBG di SMPN 1 Ngabang tidak mengalami kendala berarti. Proses distribusi maupun pelaksanaan di sekolah berlangsung tertib, aman, dan lancar.
“Seluruh siswa menerima makanan MBG. Pada awal pelaksanaan program, guru juga sempat menerima jatah makanan bersama para siswa,” katanya seraya mengaku penerima manfaat berjumlah 871 orang terdiri dari 822 siswa dan guru 49 orang.
Ia menambahkan, kehadiran program MBG memberikan dampak positif terhadap aktivitas belajar siswa. Secara umum, para siswa terlihat lebih bersemangat mengikuti proses pembelajaran setelah memperoleh asupan makanan bergizi.
Untuk menu makanan, Karius mengatakan penyajiannya bervariasi setiap hari sesuai dengan ketentuan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Variasi menu tersebut disusun agar memenuhi kebutuhan gizi siswa tingkat SMP.
“Respon siswa sangat baik terhadap menu yang disajikan. Memang ada yang berharap mendapatkan menu daging sapi, tetapi pada hari itu yang tersedia ikan. Jika ada siswa yang tidak menghabiskan makanannya, biasanya diberikan kepada temannya. Ada juga yang hanya mengambil buahnya,” jelasnya.
Selain dirasakan manfaatnya oleh siswa, lanjut Karius, program MBG juga mendapat tanggapan positif dari para orang tua.
Menurut pengakuan sejumlah wali murid, program tersebut membantu mengurangi biaya uang saku anak saat bersekolah.
“Dulu orang tua biasanya membekali anak sekitar Rp20 ribu per hari. Sekarang cukup sekitar Rp10 ribu karena kebutuhan makan siang sudah dipenuhi melalui program MBG,” ungkapnya.
Karius berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut. Menurutnya, melalui koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan SPPG, termasuk melalui berbagai pertemuan secara daring, manfaat program ini semakin dirasakan oleh sekolah dan para siswa.
“Kami berharap program ini terus dilanjutkan dan pelayanan ke depan semakin baik, baik dari sisi kualitas menu maupun pemenuhan standar gizinya,” pungkasnya. (oNe)








