Home / Polri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Terikat di Kuala Behe, Polisi Lakukan Penyelidikan

KUALA BEHE, LANDAK NEWS – Warga Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, dikejutkan dengan penemuan dua orang ibu dan anak yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terikat pada Jumat (7/8/2026) malam.

Kedua korban diketahui bernama Asniwati (39), seorang petani, dan putrinya, Dina Oktavia (4). Keduanya merupakan warga Dusun Reo Behe, Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe.

Kapolsek Kuala Behe IPTU Handoko Warih mengatakan, berdasarkan keterangan suami korban, Hermanto, sekitar pukul 11.00 WIB dirinya mengetahui istri dan anaknya sudah tidak berada di pondok.

Hermanto kemudian berusaha mencari keduanya hingga ke wilayah Kampung Angkanyar. Karena khawatir terjadi sesuatu, ia meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian.

Pencarian kemudian dilakukan secara berkelompok hingga malam hari. Sekitar pukul 18.30 WIB, warga Desa Angkanyar bersama warga Desa Kedama mulai menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaan kedua korban.

Kelompok yang dipimpin Kepala Dusun Reo Behe, Paul, melakukan pencarian dengan menyusuri Sungai Behe. Sementara kelompok lainnya yang dipimpin Kepala Desa Angkanyar, Aton, menyisir kawasan hutan menuju pondok yang diketahui menjadi lokasi terakhir kedua korban berada.

Baca juga  KPU Landak Gelar Media Gathering

Sekitar pukul 23.45 WIB, tim pencarian dari Desa Angkanyar menemukan Asniwati dan Dina Oktavia dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Babinsa.

Berdasarkan laporan awal kepolisian, Dina Oktavia ditemukan di semak-semak dengan kondisi tangan dan kaki terikat menggunakan tali baldar atau potongan karet ban. Pada tangan kanan korban juga ditemukan luka memar.

Sekitar 20 meter dari lokasi ditemukannya Dina, Asniwati ditemukan di samping pohon sawit. Tangan dan leher korban dalam kondisi terikat menggunakan tali baldar, sementara tubuh korban tertutup daun kering.

Pada bagian kepala sebelah kanan Asniwati juga ditemukan luka memar.

“Selain penemuan kedua korban, laporan awal juga mencatat adanya dugaan kehilangan harta benda. Kerugian yang dilaporkan berupa uang sebesar Rp135 juta dan emas seberat 30 gram,” kata IPTU Handoko, Sabtu (8/8/2026).

Setelah menerima laporan, personel Polsek Kuala Behe bersama Satreskrim Polres Landak melakukan identifikasi terhadap kedua korban pada Sabtu (8/8/2026) dini hari.

Baca juga  Cegah Covid-19 Kapolsek Pimpin Bubarkan Warga Secara Humanis Di Kecamatan Air Besar

Proses identifikasi dimulai sekitar pukul 03.15 WIB dan selesai pada pukul 04.52 WIB. Selanjutnya, kedua jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dievakuasi dari lokasi menggunakan ambulans.

Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSUD Landak untuk menjalani pemeriksaan visum.

Dalam penanganan kasus tersebut, kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kedua korban.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara jelas kronologi dan penyebab kematian kedua korban.

Kepolisian juga belum menyampaikan kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau tidak membuat atau menyebarkan spekulasi sebelum hasil penyelidikan kepolisian diperoleh. (R)

Share :

Baca Juga

Polri

Polsek Menyuke Memberikan Himbauan Kepada Warga Tentang Karhutla

Polri

Polres Landak Hadirkan Berbagai Fasilitas Modern di SPKT untuk Tingkatkan Kenyamanan Pelayanan Masyarakat

Polri

Patroli Polsek Ngabang Dialogis di Pasar Rakyat Ngabang

Polri

Musrenbang Desa Sebangki Bahas RKPDes Tahun 2026, Wujudkan Pembangunan Transparan dan Merata

Polri

Bripka Endisa Pasang Maklumat Kapolri Demi Mencegah Covid-19

Polri

Personil Polsek Sengah Temila Dampingi Petugas PLN Penurunan Tunggakan Rekening Listrik

Polri

Lakukan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Kepada Warga Desa Darit

Polri

Usaha Polsek Mandor Perangi PUNGLI
error: Content is protected !!