Menjamurnya cafe cafe atau tempat usaha di Kota Ngabang kontribusi sebagai salah satu penyumbang Pendapat Asli Daerah (PAD), seperti hadirnya tempat penjualan es krim Momoyo ini.
Tema: Membangun Kemandirian Fiskal Daerah
NGABANG, LANDAK NEWS – Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Optimalisasi PAD tidak hanya bergantung pada peningkatan penerimaan pajak dan retribusi, tetapi juga pada pendataan potensi ekonomi, kepatuhan wajib pajak, pemanfaatan teknologi, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam bagian ketiga wawancara eksklusif bersama Kepala BPRD Kabupaten Landak, Rosalia Elisabet, SH, Pimpinan Redaksi Landak News Heri Irawan menggali lebih jauh mengenai potensi PAD, tantangan peningkatan penerimaan, pemanfaatan teknologi, hingga harapan BPRD kepada masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Landak.
Q1. Ibu Rosalia, Kabupaten Landak memiliki berbagai potensi ekonomi. Menurut Ibu, sektor apa yang masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah?
Rosalia Elisabet, SH:
Berdasarkan hasil penggalian dan pemetaan potensi, masih terdapat peluang pada sektor perdagangan, jasa, restoran, perhotelan, dan berbagai kegiatan usaha lainnya.
Fokus kami adalah menggali dan mengoptimalkan potensi yang sudah ada agar kontribusinya terhadap PAD semakin baik.
Q2. Bagaimana BPRD melihat potensi pajak dari sektor usaha, perdagangan, jasa, restoran, perhotelan, maupun sektor lainnya di Kabupaten Landak?
Rosalia Elisabet, SH:
Potensinya masih cukup terbuka. Kami terus melakukan pendataan dan pemetaan agar potensi yang ada dapat teridentifikasi secara akurat, sekaligus memastikan pemungutannya berjalan sesuai ketentuan dan tetap memperhatikan kondisi dunia usaha.
Q3. Apa langkah BPRD dalam memastikan seluruh potensi pajak daerah dapat terdata dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah?
Rosalia Elisabet, SH:
Kami melakukan pendataan, pemutakhiran, verifikasi, dan pengawasan secara berkelanjutan.
Kami juga terus mendorong pemanfaatan teknologi agar data lebih akurat dan potensi PAD dapat dioptimalkan secara transparan dan akuntabel.
Q4. Bagaimana koordinasi BPRD dengan organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam mengoptimalkan pendapatan daerah?
Rosalia Elisabet, SH:
Kami membangun sinergi dengan seluruh pihak terkait karena penggalian potensi daerah merupakan tanggung jawab bersama.
Informasi dari OPD, kecamatan, dan desa sangat membantu dalam memperkuat data serta mengidentifikasi potensi di lapangan.
Q5. Sejauh mana peran teknologi dan data dalam membantu BPRD meningkatkan akurasi pendataan serta pengawasan wajib pajak?
Rosalia Elisabet, SH:
Perannya sangat penting. Teknologi membantu mempercepat pendataan, pemetaan, pelayanan, dan pengawasan.
Dengan data yang semakin baik, pengelolaan PAD juga dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Q6. Apakah BPRD memiliki target atau strategi khusus untuk meningkatkan PAD Kabupaten Landak pada tahun-tahun mendatang?
Rosalia Elisabet, SH:
Strateginya adalah mengoptimalkan potensi yang ada, memperluas dan memperbaiki basis data wajib pajak, meningkatkan kepatuhan, serta memperkuat pelayanan.
Target PAD kami upayakan realistis, terukur, dan sesuai dengan potensi daerah.
Q7. Bagaimana BPRD menghadapi tantangan ketika target pendapatan daerah cukup tinggi, sementara kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha juga harus menjadi perhatian?
Rosalia Elisabet, SH:
Kami berupaya menjaga keseimbangan. Peningkatan PAD tidak semata-mata melalui peningkatan pungutan, tetapi melalui penggalian potensi, peningkatan kepatuhan, dan perbaikan pengelolaan.
Dengan demikian, PAD dapat meningkat tanpa memberikan beban yang berlebihan kepada masyarakat dan dunia usaha.
Q8. Apa upaya BPRD untuk menciptakan kesadaran bahwa membayar pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kabupaten Landak?
Rosalia Elisabet, SH:
Kami melakukan beberapa upaya, di antaranya:
- Sosialisasi dan penyuluhan edukatif secara berkala.
- Pendekatan langsung dan pelayanan lapangan atau jemput bola.
- Pemanfaatan sistem digital dan transaksi non-tunai.
- Pengawasan yang efektif serta transparansi penerimaan.
Melalui langkah tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pembayaran pajak merupakan bagian dari kontribusi bersama dalam pembangunan daerah.
Q9. Apa harapan Ibu kepada para pelaku usaha dan wajib pajak agar bersama-sama membantu pemerintah meningkatkan PAD Kabupaten Landak?
Rosalia Elisabet, SH:
Pertama, kami berharap kesadaran dan kepatuhan sukarela terus meningkat. Para pelaku usaha dan wajib pajak diharapkan mendaftarkan usaha, menghitung, serta menyetorkan kewajiban pajaknya secara tepat waktu tanpa harus menunggu tindakan penagihan atau sanksi.
Kedua, kami berharap adanya kejujuran dan transparansi dalam pelaporan. Data omzet dan transaksi usaha diharapkan dilaporkan secara akurat dan jujur, termasuk kesediaan memanfaatkan alat pemantau atau pencatat transaksi elektronik demi keterbukaan bersama.
Ketiga, kami mendorong komunikasi aktif dan kemitraan yang positif. BPRD membuka ruang dialog yang konstruktif antara pelaku usaha dan BPRD. Jika terdapat kendala teknis maupun administrasi, wajib pajak diharapkan tidak ragu berkonsultasi agar mendapatkan solusi yang jelas dan wajar.
Keempat, mari menumbuhkan rasa memiliki dan menjadikan kontribusi pajak sebagai wujud kebanggaan bersama dalam memajukan daerah. PAD yang meningkat akan dialokasikan kembali untuk perbaikan infrastruktur, fasilitas umum, peningkatan pelayanan publik, serta penciptaan iklim usaha yang lebih kondusif bagi masyarakat Kabupaten Landak.
Q10. Terakhir, apa pesan dan harapan Ibu Rosalia Elisabet, SH, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak terkait pajak daerah, retribusi daerah, dan pembangunan Kabupaten Landak ke depan?
Rosalia Elisabet, SH:
Pajak dan retribusi merupakan salah satu fondasi pembangunan dan bagian penting dalam mendorong kemandirian daerah. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memandang pajak dan retribusi daerah bukan sebagai beban, melainkan sebagai wujud kepedulian dan investasi bersama.
Kemandirian dan kemajuan Kabupaten Landak sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.
Harapan besar saya adalah meningkatnya kesadaran serta kepatuhan sukarela dari para wajib pajak, baik perorangan maupun pelaku usaha, seperti restoran, perhotelan, perdagangan, dan sektor lainnya. Kepatuhan yang tinggi akan membantu mempercepat berbagai program pembangunan daerah yang sedang dan akan dijalankan.
BPRD Kabupaten Landak juga berkomitmen untuk terus berbenah, berinovasi, serta memberikan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan semakin mudah diakses hingga ke tingkat desa.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan berbagai kanal digital dan kemudahan pembayaran yang telah disediakan.
Kami berharap sinergi dan kepercayaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat terus terjalin erat. Hasil dari gotong royong melalui pembayaran pajak pada akhirnya akan dirasakan kembali oleh masyarakat dalam bentuk fasilitas umum yang lebih baik, infrastruktur jalan yang memadai, peningkatan pelayanan publik, serta kesejahteraan desa yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Landak.
Q11. Di luar tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala BPRD, apa prinsip yang selalu Ibu pegang dalam menjalankan amanah sebagai pejabat publik, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Landak?
Rosalia Elisabet, SH:
Ada beberapa prinsip yang selalu saya pegang.
Pertama, integritas dan akuntabilitas. Menjaga kejujuran dan keterbukaan dalam setiap kebijakan maupun pengelolaan anggaran daerah. Setiap rupiah dana masyarakat yang dikelola harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan demi kemajuan daerah.
Kedua, pelayanan yang inklusif dan berkeadilan. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pelayanan publik. Warga yang tinggal di pelosok kecamatan maupun desa berhak mendapatkan kualitas akses dan perlakuan yang sama dengan warga yang berada di pusat kota, termasuk Ngabang.
Ketiga, empati dan pendekatan persuasif. Kami menempatkan diri sebagai pelayan dan mitra masyarakat, bukan sekadar regulator. Dalam konteks perpajakan dan retribusi, pendekatan yang humanis dan edukatif sangat penting agar masyarakat memahami manfaat pajak bagi pembangunan di daerahnya.
Keempat, inovasi dan adaptabilitas. Kami harus terus beradaptasi dengan teknologi dan perkembangan zaman untuk memangkas birokrasi yang berbelit-belit, sehingga urusan masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.
Q12. Jika masyarakat Landak hanya mengingat satu hal dari wawancara kita hari ini tentang BPRD, apa pesan utama yang ingin Ibu sampaikan?
Rosalia Elisabet, SH:
Pesan utama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa pajak dan retribusi yang dibayarkan masyarakat bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan bentuk gotong royong dan pengabdian nyata untuk membangun Kabupaten Landak.
Setiap rupiah pajak yang disetorkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga alokasi bagi hasil desa.
Oleh karena itu, BPRD berkomitmen untuk terus mempermudah akses pelayanan, menjunjung tinggi transparansi, dan memastikan pelayanan yang adil serta setara dapat dirasakan seluruh warga Landak, baik yang berada di kota maupun di pelosok desa.
Membangun Kemandirian Fiskal Bersama
Dari rangkaian wawancara tersebut, BPRD Kabupaten Landak menekankan bahwa peningkatan PAD tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat dan dunia usaha melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian fiskal daerah.
Optimalisasi potensi, pemutakhiran data, pemanfaatan teknologi, peningkatan pelayanan, serta keterbukaan menjadi langkah yang terus didorong agar penerimaan daerah dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, pajak dan retribusi daerah bukan sekadar angka dalam penerimaan daerah, tetapi merupakan bagian dari gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Landak yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (Selesai)













