NGABANG, LANDAK NEWS – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Landak menggelar kegiatan Pelatihan Pelajar Jurnalistik Goes to School di Aula SMKN 1 Ngabang, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT IWO Landak ke-14 sekaligus sebagai upaya meningkatkan literasi jurnalistik di kalangan pelajar.
SMKN 1 Ngabang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang diikuti oleh pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Landak. Peserta berasal dari SMKN 1 Ngabang, SMK Maniamas, SMA Maniamas, SMAN 2 Ngabang, dan MAN Landak.
Kegiatan menghadirkan tiga pemateri dari kalangan jurnalis IWO Landak, yakni L. Sahat Tinambunan yang menyampaikan materi tentang sejarah pers serta perbedaan pers dan media sosial, Aan Anugrah dengan materi berita video dan teknik pembuatan video, serta Heri Irawan yang memberikan materi dasar-dasar jurnalistik.
Kegiatan dibuka oleh Ketua IWO Kabupaten Landak, L. Sahat Tinambunan, SE, MM, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMKN 1 Ngabang, Egune Ewito.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar jurnalistik, sejarah pers, perbedaan antara produk jurnalistik dan informasi di media sosial, pengenalan media elektronik televisi, serta teknik dasar pembuatan berita video.
Tidak hanya menerima materi, para pelajar juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pengetahuan yang diperoleh. Pada sesi akhir, peserta melakukan wawancara, mengumpulkan informasi, kemudian menyusunnya menjadi sebuah berita.
Ketua IWO Landak, L. Sahat Tinambunan, mengatakan kegiatan Jurnalistik Goes to School penting untuk memperkenalkan literasi jurnalistik kepada pelajar, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, pelajar perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang merupakan produk jurnalistik dengan informasi yang belum terverifikasi atau berpotensi mengandung hoaks.
“Di era digitalisasi saat ini, informasi muncul setiap waktu dengan intensitas yang tinggi melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok dan lainnya. Kondisi ini membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Sahat.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut para pelajar diharapkan dapat memahami proses jurnalistik, mulai dari mencari informasi, melakukan wawancara, melakukan verifikasi hingga menyusun berita secara bertanggung jawab.
“Di sinilah letak urgensinya pelatihan ini, agar para pelajar memahami bagaimana informasi yang benar diproduksi dan mengetahui ciri-ciri informasi yang berpotensi hoaks,” jelasnya.
Ditempat yang sama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMKN 1 Ngabang Egune Ewito menghaturkan permohonan maaf atas ketidak hadiran Kepala SMKN 1 Landak.
Beliau ditugaskan dirinya mewakilinya pada kegiatan Pelatihan Jurnalistik Goes to School.
Dia juga mengatakan selama ini pelajar mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan kemanfaatan media maupun kegiatan sehari-hari diserap atau kita baca sehingga berkata yang timbul adalah sah dan sah kebenaran faktanya.
Egune Ewito berharap kepada semua pelajar mengikuti kegiatan benar-benar fokus, apa yang disampaikan nara sumber diingat, sehingga pulang dari sekolah ini, pelajar bisa memahami bagaimana cara membuat sebuah berita baik dan seimbang
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada sekolah-sekolah yang mengikuti pelatihan. Sertifikat diserahkan secara simbolis kepada perwakilan guru dari SMKN 1 Ngabang sebagai tuan rumah. (One)














