Home / Nasional

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:07 WIB

Forum Kiai Sepuh NU Tegaskan AHWA Bukan Mobilisasi Politik dan Transaksi Dukungan

JAKARTA, LANDAK NEWS – Para kiai sepuh NU menggelar pertemuan silaturahmi di kantor PBNU lantai 8, Kamis (20/8/2026). Pertemuan tersebut digelar atas dasar keprihatinan terhadap berbagai kabar yang beredar menjelang Muktamar ke-35 NU.

Pertemuan itu menghasilkan sejumlah seruan moral menjelang Muktamar NU. Salah satunya menyerukan agar Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) tetap dijaga sebagai mekanisme musyawarah ulama dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

Nasional MUKTAMAR KE-35 NU Forum Kiai Sepuh NU Tegaskan AHWA Bukan Mobilisasi Politik dan Transaksi Dukungan NU Online ·

Pertemuan tersebut digelar atas dasar keprihatinan terhadap berbagai kabar yang beredar menjelang Muktamar ke-35 NU.

Pertemuan itu menghasilkan sejumlah seruan moral menjelang Muktamar NU. Salah satunya menyerukan agar Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) tetap dijaga sebagai mekanisme musyawarah ulama dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

“Pemilihan AHWA harus mencerminkan penghormatan pada integritas kealiman, keteladanan, kebijaksanaan, kewibawaan para kiai dan muktamirin,” demikian seruan forum yang dibacakan Rais Syuriyah PBNU KH Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib).

Forum mendorong agar proses pemilihan AHWA dijauhkan dari segala bentuk transaksi dan mobilisasi yang tidak patut, tekanan, serta praktik-praktik yang dapat mencederai kemuliaan AHWA dan kehormatan para ulama. Para kiai, imbuh Gus Muhib, menyayangkan munculnya fenomena penggalangan dukungan terhadap daftar calon AHWA tertentu jauh sebelum Muktamar.

Baca juga  Pusat Penerangan Hukum Menjawab “Waspadai Corruptor Fight Back Dengan Melemahkan Kewenangan Aparat Penegak Hukum”

Terlebih, apabila dilakukan dengan cara-cara yang menyimpang dari nilai-nilai keulamaan, akhlak, dan tradisi yang telah lama berkembang.

“Pengondisian semacam itu berpotensi menggeser proses pemilihan AHWA dari musyawarah keulamaan menjadi arena mobilisasi politik dan transaksi dukungan,” katanya.

Nasional MUKTAMAR KE-35 NU Forum Kiai Sepuh NU Tegaskan AHWA Bukan Mobilisasi Politik dan Transaksi Dukungan NU Online.

Pertemuan tersebut digelar atas dasar keprihatinan terhadap berbagai kabar yang beredar menjelang Muktamar ke-35 NU. Pertemuan itu menghasilkan sejumlah seruan moral menjelang Muktamar NU.

Salah satunya menyerukan agar Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) tetap dijaga sebagai mekanisme musyawarah ulama dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

“Pemilihan AHWA harus mencerminkan penghormatan pada integritas kealiman, keteladanan, kebijaksanaan, kewibawaan para kiai dan muktamirin,” demikian seruan forum yang dibacakan Rais Syuriyah PBNU KH Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib).

Forum mendorong agar proses pemilihan AHWA dijauhkan dari segala bentuk transaksi dan mobilisasi yang tidak patut, tekanan, serta praktik-praktik yang dapat mencederai kemuliaan AHWA dan kehormatan para ulama. Para kiai, imbuh Gus Muhib, menyayangkan munculnya fenomena penggalangan dukungan terhadap daftar calon AHWA tertentu jauh sebelum Muktamar.

Baca juga  Bupati Karolin Motivasi Pedagang Saat Melaksanakan Vaksinasi COVID-19

Terlebih, apabila dilakukan dengan cara-cara yang menyimpang dari nilai-nilai keulamaan, akhlak, dan tradisi yang telah lama berkembang.

“Pengondisian semacam itu berpotensi menggeser proses pemilihan AHWA dari musyawarah keulamaan menjadi arena mobilisasi politik dan transaksi dukungan,” katanya.

Selain itu, forum memandang praktik tersebut dapat mereduksi kemerdekaan PBNU, PWNU, dan PCNU dalam menentukan calon AHWA berdasarkan kejernihan hati nurani, pertimbangan kemaslahatan jam’iyah, dan penghormatan kepada ulama.

Hadir dalam kegiatan tersebut, baik secara daring maupun luring, sejumlah kiai dan tokoh NU, di antaranya Musytasyar PBNU Prof KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Ubab Maimoen, KH Mustofa Bisri, Prof KH Said Aqil Siroj, KH Idris Hamid, KH Kafabihi Mahrus, KH Ali Akbar Marbun, KH Muhtadi Dimyati, KH Muadz Thohir, KH Haris Shodaqoh, KH Nuh Addawami, KH Zuhri Zaini, KH Muhibbul Aman Aly, KH Nuruzzahri, KH Muhyiddin Ishaq, KH Abun Bunyamin, dan KH Ahmad Syatibi. (NU)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pembangunan Kantor Lembaga Yudikatif dan Legislatif di IKN Rampung 2028

Nasional

Menkeu Sri Mulyani, Salah Satu Kandidat Gubernur BI

Nasional

Akademisi Hingga Wapres Soroti Putusan PN Jakarta Pusat untuk Tunda Pemilu

Nasional

Pemerintah Uji Coba Bali Tanpa Karantina Bagi PPLN

Nasional

Jurnalis Online Indonesia Desak Polisi Usut Tuntas Aktor Saracen

Nasional

Pengakuan Pelaku yang Bawa Kabur Uang “Study Tour” Rp 400 Juta, Dipakai untuk Kepentingan Pribadi

Nasional

PERJUANGAN Hotman Paris Terkabul, Sopir Bus Kecelakaan Tegal Resmi Dibebaskan: Sampai Nggak Tidur

Nasional

BGN Sambut Baik Rekomendasi Menteri HAM untuk Perkuat Pemulihan Penerima Manfaat MBG
error: Content is protected !!