Home / Kab Landak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Panggilan Kemanusiaan dari Ruang Kelas: Menjaga Keselamatan Bersama di Jalur Ismahayana / Abdulkahar

Ngabang, Landak News – Setiap pagi, harapan terbesar kita sebagai guru adalah melihat anak-anak didik tiba di gerbang sekolah dengan senyuman ceria dan tubuh yang sehat. Namun, sebagai pendidik yang setiap hari melintas dan memperhatikan dinamika di sepanjang kawasan Jalan Ismahayana yang juga dikenal sebagai Jalur Abdulkahar, hati kami sering kali diselimuti rasa prihatin sekaligus rasa hormat yang mendalam atas realita sosial yang ada di lintasan tersebut.

Perjuangan melintasi jalur ini menyimpan banyak cerita emosional yang menyentuh rasa kemanusiaan kita bersama. Di satu sisi, kita kerap menyaksikan rentetan insiden tak terduga; mulai dari masyarakat luar daerah yang melintas hingga jatuh pingsan, warga lokal yang mengalami musibah patah kaki, hingga luka-luka ringan yang dialami oleh para pengguna jalan. Bahkan, risiko ini tidak luput menimpa rekan sejawat kami—sesama guru yang dalam perjalanan mulia membawa dedikasi untuk mengajar, turut mengalami jatuh di jalur yang sama.

Bagi seorang pendidik, keselamatan manusia tidak bisa diukur sekadar dengan angka statistik. Setiap jiwa yang melintas di jalur ini adalah bagian dari keluarga besar kita. Oleh karena itu, tulisan ini hadir bukan untuk mencari kekurangan atau menyalahkan pihak mana pun, melainkan sebagai sebuah refleksi bersama tentang indahnya kepedulian di tengah tantangan yang ada.

1. Menanamkan Disiplin demi Melindungi Nyawa
Melihat begitu banyaknya dinamika yang dihadapi oleh masyarakat, siswa, bahkan rekan guru sendiri saat berkendara, kami di lingkungan sekolah merasa terpanggil untuk memikul tanggung jawab edukasi yang lebih besar. Tugas guru kini melampaui papan tulis kelas; kami berkomitmen untuk terus membimbing anak-anak tentang pentingnya berkendara dengan aman (safety riding).

Baca juga  H-14 Pemilu, KPU Landak Matangkan Persiapan Pengiriman Logistik

Kami ingin menanamkan kesadaran pada jiwa remaja mereka agar selalu menjaga kecepatan, memakai helm standar keselamatan, dan fokus penuh saat memegang kemudi demi keselamatan diri dan orang lain.

2. Sinergi Rumah dan Jalan Raya
Keselamatan di jalan raya adalah sebuah rajutan kolaboratif yang melibatkan banyak pihak. Kami mengetuk hati para orang tua untuk menjadi benteng pertama keselamatan anak sebelum mereka keluar rumah, dengan selalu memastikan kondisi kendaraan layak pakai dan mengingatkan anak agar tidak tergesa-gesa berangkat sekolah. Ketika kehati-hatian dari rumah berpadu dengan kewaspadaan di jalan raya, kita sedang bersama-sama menekan risiko musibah bagi siapa saja yang melintas.

3. Kebanggaan atas Jiwa Gotong Royong dan Swadaya Masyarakat
Di balik setiap cerita keprihatinan, Jalur Ismahayana – Abdulkahar justru menjadi saksi bisu betapa mulianya hati masyarakat setempat beserta perangkat desa di kawasan ini.

Kami menaruh hormat yang setinggi-tingginya menyaksikan pemandangan yang menggetarkan hati: ketika warga secara swadaya, bahu-membahu ikut ambil andil menambal dan memperbaiki titik-titik jalan yang kurang nyaman demi keselamatan orang lain.
Lebih dari itu, siapa pun yang mengalami musibah di sini—baik anak didik kami, rekan guru, warga lokal, maupun masyarakat luar daerah yang kebetulan melintas—selalu disambut dengan pertolongan pertama yang cepat, ramah, dan tulus oleh warga sekitar.

Baca juga  Pj. Bupati Landak Samuel Panen Raya Sayur di Desa Engkadu, Jadikan Kebun “Ketahan Pangan” Sebagai Contoh Desa di Kabupaten Landak  

Karakter masyarakat yang aktif bergerak secara swadaya dan penuh rasa kemanusiaan ini adalah modal sosial terbaik yang membuat jalur ini tetap terasa hangat dan penuh berkah.

Harapan untuk Hari Esok
Melalui catatan kecil ini, kami berharap kesadaran akan keselamatan berkendara dapat terus tumbuh di hati setiap pengguna jalan. Semangat swadaya dan gotong royong yang telah dicontohkan oleh warga setempat adalah inspirasi nyata bagi kami para guru dan siswa untuk terus berhati-hati.

Mari kita jadikan setiap jengkal Jalur Ismahayana/ Abdulkahar sebagai jalan yang ramah bagi masa depan anak-anak kita dan aman bagi seluruh masyarakat yang melintas. Karena pada akhirnya, menjaga keselamatan di jalan raya adalah bagian dari ibadah dan wujud kepedulian nyata kita terhadap sesama manusia.

Penulis: Ya’ Hari Purwadi
Pengurus Perahu Edukasi Kabupaten Landak & Pendidik di Kabupaten Landak

Share :

Baca Juga

Kab Landak

Karolin Sosialisasi Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil di Desa Gombang

Kab Landak

DPP MABM Kalbar Berikan Bantuan Korban Pasca Bencana Banjir di Landak

Kab Landak

1.889 Paket Sembako Sudah Disalurkan PMI Landak Untuk Bencana Banjir

Kab Landak

Pemkab Landak dan CU Pancur Kasih Bekerja Sama Membina Penangkaran Benih Padi Unggul

Kab Landak

Kunker Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Beserta Tim Penilai Internal di Kejaksaan Negeri Landak

Kab Landak

Ratusan Warga Muhammadiyah Landak Gelar Sholat Idul Fitri di Halaman Koramil Ngabang

Kab Landak

Belasan Tahun Tanpa Listrik, Bangsal Behe Butuh Cahaya, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Kab Landak

Vinsensius Jawab Berita Tentang Kesimpang Siuran Terkait  Kesehatan Maju Sebagai Balon Bupati Landak
error: Content is protected !!