Home / Nasional

Jumat, 9 Juni 2017 - 15:21 WIB

Warga Kesal, Kantor PTPN-II Kuala Bekala Digeruduk

Warga Kesal,  dan ketika berada di eks kantor PTPN-II Kuala Bekala. (Istimewa) 

Kuala Bekala, Landak News – Warga yang terdiri dari empat desa yakni Desa Lau Cih, Simalingkar A, Durin Tonggal, dan Namo Bintang, mendatangi kantor eks PTPN-II Kuala Bekala yang terletak di Dusun Bekala. Kedatangan warga ini terkait dengan di bangunnya kembali kantor PTPN-II Kuala Bekala, dan niat PTPN untuk menggusur Rumah warga yang terletak tidak jauh dari eks kantor PTPN-II Kuala Bekala.

Sebelumnya pada hari Senin (05/6) warga juga melakukan aksi di Dusun Bekala. Aksi yang berlangsung sejak pagi sampai sore hari itu terjadi karena adanya surat edaran bahwa PTPN II akan melakukan pembersihan lahan yang di kalimnya berdasarkan sertifikat HGU No.171 Tahun 2009.

Dari informasi yang beredar PTPN-II kula bekala akan memasukkan alat berat untuk menggusur rumah warga. Warga pun selanjutnya berkumpul dan bersiap melakukan penghadangan jika alat berat masuk ke Dusun bekala.

Tiga hari berturut turut warga melakukan penjagaan di setiap akses masuk menuju Dusun bekala untuk mengantisipasi dan menghadak alat berat jika sewaktu waktu masuk ke Desa Simalingkar A.

Buntut dari kekesalan warga ini kemudian di lampiaskan pada hari Rabu kemarin. Warga mendatangi kantor PTPN-II Kuala Bekala untuk meminta penjelasan lebih lanjut kepada pihak PTPN-II mengenai penggusuran tersebut. Kesal tidak di tanggapi oleh PTPN-II, akhirnya masyarakat melakukan aksi pengerusakan plank PTPN-II, dan selanjutnya memasanga plank baru yang bertuliskan “Tanah ini tanah ulayat milik masyarakat”.

Aksi dari masyarakat ini semakin tidak terkendali, massa selanjutnya menduduki kantor PTPN-II kula bekala dan meminta segala aktifitas yang ada di kantor tersebut segera di hentikan.

Dalam aksinya masyarakat meminta untuk menghadirkan seorang oknum PTPN-II berinisial JS yang di ketahui sebagai orang yang bertanggung jawab di lokasi tersebut,dan memintanya untuk mejelaskan kepada masyarakat mengenai sertifikat HGU yang di milikinya. Karena masyarakat menyakini sertifikat yang di milikinya tersebut tidak sah.

Baca juga  Pelantikan Prabowo-Gibran, Ini Jadwal Kedatangan 20 Kepala Negara ke RI

Karena kondisi di Dusun Bekala semakin tidak terkendali, personil Sabhara polresta medan sebanyak empat truk di turunkan kelapangan. Kedatangan personil sabara tersebut untuk meredam kemarahan warga terhadap pihak PTPN-II Kuala Bekala. Selajutnya komandan personil Sabara dan juga kaposek Pancur Batu melakukan mediasi dengan masyarakat.

Kemudian selanjuntnya Komandan Personil Sabara dan Kapolsek Pancur Batu meyakinkan masyarakat bahwa PTPN-II tidak akan melakukan kegiatan apapun di luar dari kantor PTPN-II Kuala Bekala termasuk kegiatan penggusuran terhadap rumah masyarakat sebelum adanya keputusan dari RDPU yang akan segera di lakukan di Kantor DPRD Sumut. (rilis)

arga yang terdiri dari empat desa yakni Desa Lau cih, Simalingkar A, Durin Tonggal, dan Namo Bintang, mendatangi kantor eks PTPN-II Kuala Bekala yang terletak di Dusun Bekala. Kedatangan warga ini terkait dengan di bangunnya kembali kantor PTPN-II Kuala Bekala, dan niat PTPN untuk menggusur Rumah warga yang terletak tidak jauh dari eks kantor PTPN-II Kuala Bekala.

Sebelumnya pada hari Senin (05/6) warga juga melakukan aksi di Dusun Bekala. Aksi yang berlangsung sejak pagi sampai sore hari itu terjadi karena adanya surat edaran bahwa PTPN II akan melakukan pembersihan lahan yang di kalimnya berdasarkan sertifikat HGU No.171 Tahun 2009.

Dari informasi yang beredar PTPN-II kula bekala akan memasukkan alat berat untuk menggusur rumah warga. Warga pun selanjutnya berkumpul dan bersiap melakukan penghadangan jika alat berat masuk ke Dusun bekala.

Tiga hari berturut turut warga melakukan penjagaan di setiap akses masuk menuju Dusun bekala untuk mengantisipasi dan menghadak alat berat jika sewaktu waktu masuk ke Desa Simalingkar A.

Baca juga  Komisi VII DPR: Pemerintah Pertimbangkan Naikkan Harga BBM Hingga 40%

Buntut dari kekesalan warga ini kemudian di lampiaskan pada hari Rabu kemarin. Warga mendatangi kantor PTPN-II Kuala Bekala untuk meminta penjelasan lebih lanjut kepada pihak PTPN-II mengenai penggusuran tersebut. Kesal tidak di tanggapi oleh PTPN-II, akhirnya masyarakat melakukan aksi pengerusakan plank PTPN-II, dan selanjutnya memasanga plank baru yang bertuliskan “Tanah ini tanah ulayat milik masyarakat”.

Aksi dari masyarakat ini semakin tidak terkendali, massa selanjutnya menduduki kantor PTPN-II kula bekala dan meminta segala aktifitas yang ada di kantor tersebut segera di hentikan.

Dalam aksinya masyarakat meminta untuk menghadirkan seorang oknum PTPN-II berinisial JS yang di ketahui sebagai orang yang bertanggung jawab di lokasi tersebut,dan memintanya untuk mejelaskan kepada masyarakat mengenai sertifikat HGU yang di milikinya. Karena masyarakat menyakini sertifikat yang di milikinya tersebut tidak sah.

Karena kondisi di Dusun Bekala semakin tidak terkendali, personil Sabhara polresta medan sebanyak empat truk di turunkan kelapangan. Kedatangan personil sabara tersebut untuk meredam kemarahan warga terhadap pihak PTPN-II Kuala Bekala. Selajutnya komandan personil Sabara dan juga kaposek Pancur Batu melakukan mediasi dengan masyarakat.

Kemudian selanjuntnya Komandan Personil Sabara dan Kapolsek Pancur Batu meyakinkan masyarakat bahwa PTPN-II tidak akan melakukan kegiatan apapun di luar dari kantor PTPN-II Kuala Bekala termasuk kegiatan penggusuran terhadap rumah masyarakat sebelum adanya keputusan dari RDPU yang akan segera di lakukan di Kantor DPRD Sumut. (rilis)

 

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Keputusan DKPP Memecat Ketua KPU Patut Diapresiasi

Nasional

Sekitar 70% Pesawat Ditangguhkan karena Risiko Keamanan di Papua, Susi Pudjiastuti Minta Maaf

Nasional

Peringatan Hari Meteorologi Dunia ke-70, Tertujunya Mata Dunia Pada Isu Iklim dan Air

Nasional

Peringatan Dini BMKG Selasa 9 Mei 2023: Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat di 27 Wilayah

Nasional

Jokowi Lantik Menteri Pertanian dan Kepala Staf Angkatan Darat Baru Pagi Ini

Nasional

Tito Karnavian Ungkap 4 Asal Senjata KKB, Sebagian Besar Ternyata, Oh

Nasional

Masih Ada Dua Calon Menteri yang Dipanggil Prabowo Hari Ini, Siapa Mereka?

Nasional

Dirjen Polpum Kemendagri Ajak Forkopimda Kota Bekasi Aktifkan Siskamling
error: Content is protected !!