Home / Pemda Landak

Rabu, 6 September 2017 - 18:28 WIB

Sifat Seorang Ibu, Bupati Landak Langsung Mengendong Dan Memeluk Bayi Dewi Susanti

Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengendong bayi Dewi Susanti (37) warga Jatak Desa Bagak Kecamatan Menyuke. (Foto: M)

NGABANG, LANDAK NEWS – Kekhawatiran Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa sedikit berkurang setelah melihat langsung kondisi Dewi dan putranya. Dokter yang pernah bertugas di Kecamatan Mandor itu langsung mengendong dan memeluk bayi yang terbaring disamping ibunya.

Dewi Susanti (37), warga Dusun Jatak, Desa Bagak, Kecamatan Menyuke dikabarkan mengalami kesulitan saat melahirkan putra ketiganya. Kondisi tersebut diperparah lagi oleh banjir yang merendam dusun tempat tinggalnya.

“Kami kebingungan, udah ndak ada perahu untuk bawanya. Istri saya susah melahirkan, akhirnya kami kasi kabar ke keluarga disini minta tolong. Rupanya pesan kami itu sampai ke Ibu Bupati,” ungkap Dedi, suami Dewi saat ditemui wartawan, Selasa.

Diceritakannya, melihat kondisi istrinya yang semakin melemah, Dedi beserta keluarga dan para tetangganya memanggul sang istri beramai-ramai keluar dari rumah dan berjalan melewati air menuju ke daratan yang cukup tinggi kemudian baru dilakukan proses persalinan. Tinggi permukaan air yang mencapai dada orang dewasa ditambah arus yang cukup deras membuat mereka sedikit kewalahan dan harus berhati-hati saat memanggul Dewi.

Baca juga  Optimalisasi Pajak Daerah, Pemkab Landak Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama dengan DJP dan DJPK

Sementara itu, Karolin mengungkapkan dirinya langsung menuju kelokasi usai menerima pesan singkat dari salah seorang warga setempat.

“Saya menerima kabar kalau ada warga Desa Jatak yang mengalami kesulitan saat melahirkan. Sebelumnya tentu saya tahu kondisi disini yang terkena bencana banjir. Jadi saya langsung menuju kesini,” tutur Karolin.

Diakuinya, kekhawatiran terhadap kondisi sang ibu dan putranya disebabkan Dusun jatak merupakan salah satu wilayah yang parah terendam banjir ditambah lagi sang ibu mengalami kesulitan saat melahirkan.

Baca juga  Penderita AIDS Landak Mencapai 178 Orang

“Gimana ngak khawatir, bayangkan ibu ini dipanggul beramai-ramai dari daerah banjir ke tempat yang lebih tinggi, setelah itu baru dilakukan proses persalinan, saya bawa 4 perahu karet untuk evakuasi warga,” ucapnya.

Keberanian Bupati yang juga pernah menjadi Dokter di Puskesmas Mandor itu mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat dan telah menjadi viral di media mainstream, mulai dari menceburkan diri bersama masyarakat di lokasi banjir, mengecek fasilitas umum, kesehatan, danberdialog bersama para petani yang sawahnya oleh banjir.

“Yang saya lakukan itu hal yang biasa, itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai pemimpin yang harus selalu hadir dan melayani masyarakatnya,” tutupnya. (Tim Liputan)

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Staf Ahli Bupati Landak Hadiri Acara Halal Bi Halal Pemkab Landak bersama PCNU Kab. Landak

Pemda Landak

Sekda Landak Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah Ke-XXX Tahun 2026 di Ngabang

Pemda Landak

Pemkab Landak Resmi Launching Penerapan E-TPPL dan Penerapan Aplikasi Srikandi

Pemda Landak

Pemkab Landak Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXVII

Pemda Landak

Bupati Landak Lakukan Rakor Karhutla Kepada Forkopimcam dan Kades

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Buka Sosialisasi pencegahan Kekerasan Anak dan Inisiasi Perdes Tentang Perlindungan Anak

Pemda Landak

Operasi Keselamatan Kapuas 2018 Akan Dimulai, Sat Lantas Polres Landak Himbau Masyarakat

Pemda Landak

Kabupaten Landak Terbaik Kalimantan Barat Dalam Penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi dari BPK 94,38 %
error: Content is protected !!