Home / Uncategorized

Selasa, 12 Juni 2018 - 23:09 WIB

Rasa Cinta Terhadap Masyarakat Dan Daerahnya Yang Mendorong Karolin Ikut Pilkada Kalbar

KUBU RAYA, LANDAKNEWS – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, Karolin Margret Natasa menceritakan pengalamannya selama menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR RI.

Kiprahnya selama delapan tahun menjadi anggota legislatif memang tidak banyak diketahui orang. Beberapa hal yang telah dilakukannya adalah menyelesaikan Undang-Undang terkait BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, yang dinilai sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas.

“Mungkin Bapak dan Ibu sudah merasakan BPJS, keluarganya sakit parah tahun menahun, tidak kunjung sembuh-sembuh keluar masuk Rumah Sakit, melalui BPJS mendapatkan pengobatan yang lebih murah,” kata Karolin saat Kampanye Dialogis di Kubu Raya Senin (11/6/2018).

Karolin mengakui dirinya tidak memerlukan sebuah piagam penghargaan atas perjuangan yang telah dilakukannya. Tugasnya sebagai wakil rakyat adalah menyalurkan aspirasi masyarakatnya tanpa, mengharapkan namanya dipatri dalam sebuah piagam penghargaan.

Baca juga  Presidensi G20 Indonesia: Recover Together, Recover Stronger

Hal lain yang telah dilakukannya bagi masyarakat Kalimantan Barat khususnya, menyelesaikan permasalahan tenaga kerja Indonesia di negara lain. Perjuangan Karolin untuk membebaskan Hiu bersaudara yang di vonis hukuman mati oleh negara malaysia telah terekam baik di ingatan masyarakat.

“Ada warga negara kita diancam hukuman mati diluar negeri. Dia merupakan warga Siantan keturunan Tionghoa, bukan keluarga saya tetapi kami berjuang supaya dia diselamatkan dan dia bebas dari hukuman mati pulang ke Indonesia bertemu dengan keluarganya. Apakah ibu Karolin dapat piagam penghargaan? Tidak, tetapi dua nyawa telah diselamatkan,” tutur Karolin.

Baca juga  Taklimat Awal Itjen TNI, Kodam XII/Tpr Siap Laksanakan Pengawasan dan Pemeriksaan

Menurutnya, apa yang telah dilakukannya itu merupakan wujud kecintaanya kepada masyarakat Kalbar dan sebuah perjuangan politiknya tanpa mengharapkan adanya penghargaan yang dicantumkan pada sebuah kertas
bertinta emas.

“Inilah wujud kecintaan dan perjuangan saya bagi masyarakat Kalbar, apakah saya mendapat penghargaan? Tidak, menjadi seorang pemimpin itu berarti siap menjadi pelayan bagi masyarakatnya,” pungkas Karolin.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Harga TBS di Kalimantan Barat

Uncategorized

Bupati Landak Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Uncategorized

BBM Naik Setelah Lebaran Justru Lebih Terasa Memberatkan

Uncategorized

KPU Landak Sosialisasi Pendaftaran, Verifikasi Dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu 2019

Polri

Bhabinkamtimas Polsek Mandor, Sosialisasi UU KDRT

Uncategorized

Kapolsek Menyuke Rutin Coolling System menjelang Pilkada Tahun 2024

Uncategorized

Polsek Mandor Berikan Pengamanan Pemilihan BPD di Desa Kayu Tanam

Uncategorized

Kuartal III-2024 DSNG Mencetak Laba Sebesar 868 Milyar Rupiah
error: Content is protected !!